2012 Indonesia Luncurkan Satelit dari Biak

Indonesia diproyeksikan mampu meluncurkan roket pembawa satelit langsung dari Biak, Papua pada tahun 2012. Peluncuran dari Biak akan menghemat biaya daripada peluncuran dari lokasi selama ini di Guyana.Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyampaikan hal tersebut saat memaparkan rencana jangka panjang kerjasama pertahanan dengan Rusia, di Jakarta, Selasa (4/9).

Juwono menjelaskan ada beberapa bidang kerjasama pertahanan yang dilakukan dengan Rusia. Salah satunya adalah pembangunan lokasi peluncuran roket pembawa satelit di Biak, Papua. Rusia akan menyediakan pesawat ulang alik Antonov 124 untuk terbang dan mendarat di lokasi peluncuran Biak. Mereka juga akan membantu pembangunan infrastruktur, pendanaan serta penerapan teknologinya.

Presiden sendiri, lanjutnya, sudah meminta agar Departemen Pertahanan segera berkoordinasi dengan Departemen Perindustrian dan Perdagangan, Kementerian Ristek, dan Lapan untuk menyiapkan kerjasama dengan Rusia tersebut.

“Lima tahun mendatang, tahu 2012, akan ada peluncuran pesawat dan roket dari Biak. Itu lebih murah daripada kalau kita meluncurkan dari Guyana,” jelas Menhan.

Selain itu, Juwono juga menjelaskan kerjasama denganRusia di bidang pertahanan juga mencakup pengadaan dan transfer teknologi alutsista pertahanan. Dalam visi Dephan, jelasnya, Indonesia harus menjadikan pengadaan alutsista bersifat multidimensional.

Dengan demikian, ujarnya, penyedia alutsista tidak hanya dari satu negara saja, namun dari berbagai negara. Apabila satu produsen alutsista bermasalah dengan Indonesia, pasokan tidak akan terhenti.

“Selama ini kita tergantung dengan alutsista dari negara AS dan Eropa Barat. Masalahnya ketergantungan itu bermasalah dengan embargo, lisensi, dan pembatasan teknis. Jadi dengan Rusia akan memperkaya sumber alutsista kita,” tandasnya.

Hanya saja, lanjut Juwono, kerjasama dengan Rusia belum mencakup kerjasama produksi alutsista bersama, namun hanya mencakup kerjasama pengadaan dan transfer teknologi. Komitmen kerjasama untuk memproduksi alutsista bersama justru datang dari India dan China.

“Kalau dengan Rusia masih terbatas kerjasama pengadaan alutsista jenis alat pukul seperti helikopter, pesawat tempur dan kapal selam. Untuk produksi bersama mereka belum bersedia,” tutur Menhan.

Ketika ditanya apakah secara politis, ada tantangan dari AS dan negara Eropa Barat terhadap kerjasama dengan Rusia, Menhan mengatakan tidak ada. AS dan Eropa Barat, kata Juwono, menyerahkan sepenuhnya keputusan rencana kerjasama pertahanan dengan Rusia kepada Pemerintah Indonesia.

“Lagipula melihat kondisi dalam negeri AS dan Eropa Barat, kemungkinan desakan untuk embargo senjata ke Indonesia masih tinggi. Makanya mereka mempersilahkan kita membangun kerjasama pertahanan dengan negara seperti Rusia,” jelas Juwono.

Media Indonesia

Iklan

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

One Response to 2012 Indonesia Luncurkan Satelit dari Biak

  1. joko says:

    saya pikir LAPAN sudah mampu memprodusi roket, sedangkan alih tenologi itu sangat mahal dan lama(Rusia hanya tertarik pada Biak bukan mengalihkan teknologinya) kita harus rebut teknologi itu, oleh karena itu saran saya LAPAN harus diberi kesempatan yang lebih besar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: