Disertasi Akbar Picu Gejolak

Disertasi doktor ilmu politik mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung di UGM,beberapa waktu lalu, memicu gejolak di internal Partai Golkar.Beberapa kader Partai Golkar berang dengan tudingan Akbar Tandjung dalam salah satu analisisnya tentang kepemimpinan partai pemenang pemilu di bawah Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla. ”Analisis yang menyebutkan bahwa Golkar saat ini dipenuhi orangorang yang sangat berorientasi pada kekuasaan bagi kami menyakitkan,” tegas Ketua DPP Partai Golkar Muladi di Jakarta,kemarin. Seperti diketahui, dalam disertasi berjudul Partai Golkar dalam Pergerakan Politik di Era Reformasi: Tantangan dan Respons itu Akbar sempat mengkritik rezim kepengurusan Partai Golkar sekarang yang lebih didominasi kaum saudagar atau pengusaha.

Berbeda dengan saat dirinya memimpin Partai Golkar, dominasi kepengurusan adalah benar-benar politisi pemikir dan pejuang politik. Akbar mengambil contoh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak terlibat langsung dalam kepengurusan Partai Demokrat. Sementara, kata dia, Jusuf Kalla langsung memimpin Partai Golkar. Hal itu, menurut Akbar, seperti membuat Partai Golkar dalam kondisi dilematis, mengingat rangkap jabatan yang diemban Jusuf Kalla sebagai ketua umum partai dan sebagai wapres. “Analisis lainnya juga menimbulkan gejolak,” jelas Muladi.

Dia menyebut bagian mengenai politik saudagar yang saat ini menguasai Golkar. Gubernur Lemhanas ini menandaskan, dalam pengelolaannya, Golkar saat ini mengikuti karakter yang melekat pada saudagar itu. Menurut dia, analisis-analisis yang disampaikan Akbar dinilai kurang tepat. Sebab, kajian kualitatif, yakni penulis disertasi yang telah berkecimpung puluhan tahun di Golkar, semestinya diikuti dengan kajian kuantitatif. Mantan Rektor Undip Semarang ini menambahkan, penyampaian analisis-analisis yang terbuka dan tidak melihat terlebih dulu tempat dan waktunya, juga patut disesalkan.

“Kalau ingin memberikan pandangan, ya sampaikan secara internal,” imbuhnya. Disinggung apakah DPP Partai Golkar akan menempuh jalur hukum,Ketua Bidang Hukum, HAM, dan Otonomi Daerah ini mengaku akan mengkaji terlebih dulu. Di tempat terpisah,Wasekjen DPP Partai Golkar Malkan Amin menyayangkan isi disertasi Akbar Tandjung yang menyinggung masalah saudagar. Menurut dia, pernyataan Akbar tersebut tidak pada tempat dan waktu yang tepat. ”Ini disertasi, pastinya itu terbukukan dan terdokumentasikan. Itu artinya menjadi satu pelajaran pada generasi-generasi Golkar berikutnya,”tandas Malkan.

Di samping itu, lanjut Malkan, disertasi Akbar yang menyebut saudagar tidak memiliki visi ke depan telah menyinggung banyak pihak. Sebab, ketua umum partai politik (parpol) saat ini umumnya berasal dari kalangan saudagar atau pengusaha. Mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung menepis analisis-analisis yang disampaikannya dalam disertasi memiliki motif politik. Menurut dia, apa yang ditulis sebagai persyaratan untuk meraih gelar doktor itu murni kajian akademik. “Tidak ada motif politik,semua analisis mengacu pada kalangan cendekiawan dan ilmuwan,” terangnya sambil mengutip pengamat politik asal Australia, Dirk Tomsa.

Dalam pengamatan Tomsa, beber Akbar, kemenangan Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar 2004–2009 menunjukkan parpol ini masih dipenuhi orang-orang yang sangat berorientasi pada kekuasaan. Jusuf Kalla meraih pucuk pimpinan bukan lantaran program-program politik yang meyakinkan, tetapi karena menjanjikan akses langsung ke sumber daya pemerintah yang menguntungkan. “Pendapat ini berdasarkan analisis Tomsa. Nah, saat menjawab pertanyaan penguji, ini yang saya sampaikan,” jelasnya. Disinggung soal pengertian politik saudagar,mantan Ketua DPR ini mengacu pada konsep marketing.

Melalui konsep ini, dianjurkan bagaimana caranya mengeluarkan biaya sekecil mungkin untuk mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya. Mantan Ketua KNPI ini mengaku bahwa Jusuf Kalla memang seorang saudagar. Karena itu, bila ingin sukses menjadi ketua partai, hendaknya tinggalkan mindset saudagar. “Ya, harus berjuang semaksimal mungkin tanpa mindset saudagar,” tandasnya. Saat ditanyakan tentang kemungkinan disertasinya direvisi terkait adanya pro-kontra, politikus senior Partai Golkar ini mengaku enggan.

Seputar Indonesia

Iklan

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: