Investasi USD2,4 M Terancam

Rencana perusahaan Korea Selatan dan Singapura untuk berinvestasi di industri kertas dan bubur kertas (pulp and paper) dengan nilai total USD2,4 miliar terancam batal.Pasalnya,proses hukum terkait pemberantasan pembalakan liar (illegal logging) yang menimpa dua perusahaan kertas nasional tidak jelas sehingga menimbulkan kekhawatiran para calon investor. ”Gara-gara itu,investor baru khawatir masuk di industri pulp dan kertas kita,” kata Ketua Presidium Asosiasi Pulp dan Kertas (APKI) Mohamad Mansur seusai acara diskusi bertema ”Masalah Bahan Baku dan Tuduhan Dumping Industri Pulp & Paper di Indonesia” di Jakarta,kemarin.

Rencananya, investor asal Korea Selatan PT Korindo akan membangun pabrik pulp mekanis dan pabrik kertas di Kalimantan Tengah (Kalteng) dengan kapasitas masing-masing 250.000 ton per tahun. Pembangunan kedua pabrik ini diperkirakan menelan investasi USD1,2 miliar.Sementara investor Singapura United Fiber System Ltd,berencana mendirikan pabrik bubur kertas di Kalimantan Selatan (Kalsel) senilai USD1,2 miliar, dengan kapasitas 600.000 ton per tahun. Mansur mengatakan, kasus hukum yang menimpa dua perusahaan kertas di Riau, yaitu PT Indah Kiat Pulp & Paper dan PT Riau Andalan Pulp & Paper menjadi preseden buruk bagi iklim investasi sektor kertas dan bubur kertas di Indonesia.

Berlarutnya kasus yang menimpa kedua perusahaan itu, kata Mansur,menyebabkan investor menilai bahwa bisnis di sektor ini sulit dijalani. ”Perusahaan yang sudah paham seluk beluk industri bubur kertas dan kertas di Indonesia saja bisa menemui ketidakpastian hukum, apalagi investor baru,”tuturnya. Sebenarnya, lanjut Mansur, kedua investor asing itu telah mengantongi persetujuan izin dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).Namun, ketidakjelasan penyelesaian hukum atas kedua perusahaan itu membuat perusahaan-perusahaan itu berpikir ulang.”Dengan adanya kasus ini, mereka wait and see dulu,”cetusnya.

Sementara itu, Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Departemen Perindustrian (Depeprin) Aryan Wargadalam mengatakan, pabrik bubur kertas dan kertas yang akan dibangun oleh kedua investor itu sebelumnya direncanakan sudah dapat berproduksi pada 2008.Tetapi, lanjut dia,rencana tersebut kemudian diundur. ”Informasi yang saya dapat, realisasi produksinya diundur hingga 2009,”katanya. Terkait dengan itu, lanjut Mansur, investasi baru di sektor industri bubur kertas dan kertas hanya akan diperoleh dari perusahaan- perusahaan yang sudah lama beroperasi di Indonesia.

Pasalnya, kata dia, perusahaan- perusahaan tersebut sudah lebih mengetahui kondisi iklim investasi di Indonesia. Di tahun ini, lanjut dia, ada tiga perusahaan bubur kertas dan kertas lokal yang meningkatkan investasi mereka. Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Riau Andalan Pulp dan Paper yang menambah mesin kertas dengan kapasitas menjadi 450.000 ton per tahun, PT Indah Kiat Pulp & Paper yang melakukan optimalisasi dari 1,9 juta ton per tahun menjadi 2,1 juta ton,serta PT Fajar Surya Wisesa yang menambah satu mesin kertas berkapasitas 200.000 ton per tahun sehingga total kapasitas menjadi 700.000 ton per tahun.

Selain berdampak pada terhambatnya investasi baru,kata Mansur, kasus yang dialami PT Indah Kiat Pulp & Paper dan PT Riau Andalan Pulp & Paper juga akan berdampak pada turunnya ekspor kertas nasional.Potensi kehilangan ekspor mencapai 3 juta ton per tahun.Padahal, selama ini industri bubur kertas dan kertas menurutnya merupakan sektor industri terbesar kelima penyumbang devisa ekspor. Berdasarkan data Departemen Perindustrian (Depperin), nilai produksi industri bubur kertas dan kertas pada 2006 mencapai Rp46,54 triliun atau 6,1% dari total keluaran sektor industri manufaktur.

Pada periode yang sama, nilai ekspornya mencapai USD3,98 miliar atau 6,05% dari total ekspor industri manufaktur. Saat ini, di Indonesia terdapat 14 pabrik bubur kertas dan 79 pabrik kertas dengan kapasitas masingmasing 6,7 juta ton bubur kertas dan 10,36 juta ton kertas per tahun. Sementara jumlah tenaga kerja langsung yang terserap sebanyak 242.822 orang.

Seputar Indonesia

Iklan

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: