SBY Bentuk Tim Percepat Proses Hukum ‘Illegal Logging’ Riau

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membentuk tim gabungan pada tingkat menteri untuk menyelesaikan kasus hukum illegal logging di Riau dalam waktu sesingkat-singkatnya.Tim itu dipimpin oleh Menkopolhukam Widodo AS, Menko Perekonomian Boediono sebagai wakilnya dan beranggotakan para pejabat yang terkait dengan proses penyelesaian kasus illegal logging.

“Tim ini diinstruksikan untuk segera bekerja dan dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah dapat menemukan solusi terbaik,” kata Widodo dalam konferensi pers setelah rapat terbatas terkait penuntasan kasus illegal logging, Rabu (5/9).

Turut hadir dalam rapat terbatas itu diantaranya Menko Perekonomian Boediono, Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalatta, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menteri Kehutanan MSKa’ban, Kapolri Jenderal (Polisi) Sutanto, dan Gubernur Riau Rusli Zainal.

Menurut Widodo, dalam rapat terbatas itu Presiden menyampaikan bahwa terhadap perusahaan-perusahaan yang tidak terkait dengan illegal logging harus ada jaminan untuk tetap dipastikan terus beroperasi.

Sedangkan terhadap perusahaan yang manajemennya sedang di dalam proses hukum, harus diberikan jaminan perusahaannya dapat terus beroperasi meskipun manajemennya masuk di dalam proses penyidikan.

“Arahan-arahan itu harus dilakukan segera. Intinya adalah penyelesaian kasus illegal logging di Riau harus didasarkan pada proses langkah-langkah penegakan hukum yang memberikan jaminan terhadap keberlangsungan ekonomi dan investasi yang ada,” ujar Widodo.

Karena itu, lanjutnya, untuk menemukan solusi yang paling tepat harus ada pencocokan data terkait dengan kerusakan hutan dan lingkungan dari Departemen Kehutanan, Departemen Lingkungan Hidup, dan aparat penegak hukum.

Data yang dicocokkan harus akurat dalam format yang dirumuskan untuk persamaan persepsi dan menjadi referensi dalam penyelesaian masalah ke depan.

“Proses hukum jalan terus dengan tahapan-tahapannya. Meskipun ada manajemen yang masuk dalam proses penyidikan diharapkan tidak mengganggu operasionalisasi perusahaan karena terkait dengan masalah ekonomi dan tenaga kerja. Artinya, penegakan hukum jalan tapi harus memeberikan jaminan keberlangsungan kegiatan ekonomi dan investasi,” ungkap Widodo.

Ia melanjutkan, kayu yang kini menjadi barang bukti harus diarahkan untuk dicegah kerusakannya dan jangan sampai menjadi potensi sumber kebakaran hutan. Selain itu, kayu itu harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya mengacu pada aturan hukum yang berlaku.

Hal senada diungkapkan Menteri Kehutanan MS Ka’ban yang menyatakan dirinya sepakat dengan prinsip penegakan hukum. Tetapi, harus ada penyamaan persepsi di semua instansi kepolisian, Departemen Kehutanan, dan lingkungan hidup.

Ia melanjutkan, terhadap 120 perusahaan yang sedang diproses secara hukum tetap harus beroperasi.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Sutanto menyatakan perusahaan yang tidak terkait dengan illegal logging tidak perlu khawatir diperiksa oleh polisi.

“Tidak usah khawatir. Polisi bertindak tentunya sesuai hukum,” kata Sutanto.

Ia meminta agar perusahaan lain tidak perlu khawatir dengan pemberantasan illegal logging yang dilakukan oleh polisi.

Selain itu, polisi tidak akan menghentikan usaha perusahaan yang manajemennya sedang dalam penyidikan.

Menurut dia, saat ini 120 perusahaan yang berkasnya sudah lengkap (P21) dari 141 perusahaan yang sedang diselidiki.

Gubernur Riau Rusli Zainal menyatakan, akibat operasi pemberantasan illegal logging, beberapa perusahaan berhenti beroperasi, di antaranya sektor transportasi yang dimiliki oleh kontraktor-kontraktor.

Ia mengakui, proses penyelesaian kasus illegal logging harus dilakukan dengan cepat agar iklim ekonomi dan investasi di Riau tidak terganggu.

“Ini kan prosesnya sudah lama ya, harus segera ada penyelesaian. Kalau harus di pengadilan ya harus dibawa ke pengadilan. Jangan menggantung berlama-lama,” tegas Rusli.

Media Indonesia

Iklan

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: