Yuk, Ramai-Ramai Selamatkan Penyu!

MENGAJARKAN anak-anak menyayangi binatang jangan hanya sebatas pada binatang peliharaan, melainkan juga binatang-binatang lain, terutama yang hampir punah.

Ada ratusan spesies binatang yang hidup di Indonesia, beberapa di antaranya terancam punah bila tak segera diupayakan pelestariannya. Menurut Marine Program Deputy Director WWF Indonesia Tri Agung Rooswiadji, binatang yang tergolong langka tersebut antara lain penyu, paus, badak, gajah, dan harimau. Selain roadshow ke sejumlah SD dan SMP di Jakarta dalam rangka sosialisasi pendidikan tentang binatang dan cinta lingkungan, pihaknya juga menggelar sejumlah kegiatan yang sesuai dunia anak. Seperti yang terlihat dalam lomba mewarnai dan menggambar yang diselenggarakan WWF bersama Hotel Ibis Kemayoran Jakarta beberapa waktu lalu.Tema yang diangkat adalah tentang konservasi penyu.

Didampingi duta kehormatan WWF yang juga mantan Puteri Indonesia Nadine Chandrawinata, anak-anak yang rata-rata masih duduk di bangku TK dan SD tersebut antusias menggambar dan mewarnai gambar penyu semenarik mungkin. Sambil menunggu pengumuman pemenang,Pak Tri dan Kak Nadine (begitu anak-anak memanggil Tri Agung Rooswiadji dan Nadine Chandrawinata), memaparkan tentang kehidupan penyu yang dibantu media video. Sesekali terdengar decak kagum dan heran anak-anak melihat binatang laut yang mungkin jarang dilihatnya di televisi sekalipun. ”Anak-anak, penyu itu makanannya apa ya?”Tanya Pak Tri memecah kesunyian. Ikan! Rumput laut! Ubur-ubur! terdengar jawaban saling bersahutan dari anak-anak.Semua antusias, walaupun mungkin sekadar menebak.

”Penyu hijau itu makannya tumbuh-tumbuhan seperti rumput laut, kalau penyu belimbing makannya ubur-ubur,” sebut Pak Tri. Menyambung perkataan Pak Tri, Kak Nadine mengatakan dari seribu telur penyu (tukik) hanya satu yang selamat karena ancamannya banyak, bisa terkena pancing atau diburu. Begitu pula polusi di laut dapat mengancam kelangsungan hidup spesies ini. ”Penyu belimbing itu kan makannya ubur-ubur, kalau di dalam air penglihatannya sangat tajam, tapi berkurang ketika di permukaan.Makanya terkadang salah, yang dikiranya ubur-ubur ternyata sampah plastik.Jadi, jangan buang sampah ke laut ya adek-adek,” saran Kak Nadine.

Ditemui SINDO seusai acara, Nadine mengatakan bahwa untuk mengajarkan anak menyayangi penyu, maka anak bisa diajak membayangkan dan ikut merasakan apa yang dirasakan penyu itu. ”Bagaimana mereka merasakan ketika telurnya diambil, dipotong, lalu dimakan dagingnya,” ujarnya. Begitu pula hal sederhana bisa dibiasakan oleh orangtua pada anaknya. Misalnya pemilihan aksesori jepit rambut, cincin, bingkai kacamata, mangkuk hendaknya jangan yang terbuat dari cangkang atau tempurung penyu.

Seputar Indonesia

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: