ESDM Siap Tangani Anggaran Subsidi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengaku siap jika seluruh anggaran public service obligation PSO/subsidi) yang selama ini dipegang Departemen Keuangan, dikembalikan ke departemennya.”Kita selalu siap,” tegas Purnomo singkat kepada wartawan di kantor ESDM, Jakarta, Kamis (6/9).

Meski demikian, Purnomo mengaku masalah tersebut belum dibicarakan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kepada pihaknya hingga Rabu (5/9).

“Yang itu belum dibicarakan. Kemarin, kita rapat dengan Depkeu, tapi itu belum dibicarakan,” ujarnya.

Jika rencana Depkeu untuk mengalihkan anggaran mulai berjalan pada 2008, maka ESDM akan mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp74,5 triliun yang berasal dari anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp46,7 triliun dan Rp27,8 triliun untuk subsidi listrik sesuai dengan Rencana Anggaran dan Pendapatan Negara (RAPBN) tahun 2008.

Pada RAPBNP 2007, beban subsidi BBM diperkirakan mencapai Rp56,36 triliun atau turun Rp5,48 triliun (8,9% dibandingkan APBN 2007 Rp61,84 triliun).

Sementara, untuk subsidi listrik dalam RAPBN 2008,angka Rp27,8 triliun itu lebih rendah Rp4,69 triliun (16,9%) dibandingkan perkiraan RAPBNP 2007 sebesar Rp32,49 triliun.

Perkiraan subsidi listrik 2007 sebesar Rp32,49 triliun, lebih tinggi Rp6,65 triliun atau 25,7% dibandingkan APBN 2007 yang sebesar Rp25,84 triliun.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan rencana pengembalian seluruh anggaran dan PSO kepada masing-masing kementerian dan lembaga negara dimaksudkan agar tiap-tiap kementerian dan lembaga negara bertanggungjawab penuh terhadap PSO yang ditugaskan kepada BUMN yang menjalankan fungsi PSO tersebut.

“Sekarang ini, anggaran PSO ada di rekening Depkeu. Jumlahnya sangat besar karena subsidi dan pembayaran bunga account-nya (rekening) masih di Depkeu, nah nanti seluruh PSO akan dikembalikan ke masing-masing kementrian,” kata Sri Mulyani.

Meski begitu, Menkeu menyadari untuk mengembalikan anggaran PSO ke tiap-tiap kementerian dan lembaga negara tidaklah mudah. Karena nanti masyarakat akan berkomentar negatif. Masyarakat akan mempertanyakan mengapa sejumlah anggaran naik, sementara yang lain tidak.

Dari sisi konstitusi, Menkeu menyebutkan adanya potensi pelanggaran ketentuan UUD, karena anggaran suatu departemen dapat melambung tinggi melebihi anggaran pendidikan dan berarti melanggar UUD.

Ia mencontohkan, jika anggaran subsidi minyak dan listrik ditempatkan di Departemen ESDM, maka belanja ESDM akan menjadi Rp80 triliun, padahal belanja Departemen Pendidikan Nasional cuma Rp40 triliun.

Nantinya masing-masing kementerian dan lembaga negara bertanggungjawab penuh apakah cara subsidi ini bagus, apakah PSO sudah efisien, apakah sudah memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Menkeu juga mengingatkan kemampuan yang dibutuhkan departemen teknis mengelola anggaran tersebut akan sama sekali berbeda berdasarkan

perencanaan, terutama dikaitkan dengan volume anggaran dan kapasitas mereka.

Dalam RAPBN 2008, pemerintah mengajukan pendapatan negara dan hibah sebesar Rp761,4 triliun dengan total belanja negara Rp836,4 triliun, sehingga terdapat defisit mencapai Rp75 triliun atau 1,7% dari produk domestik bruto (PDB).

Asumsi-asumsi yang dipakai adalah pertumbuhan ekonomi 6,8%, inflasi 6%, suku bunga SBI tiga bulan 7,5%, nilai tukar Rp9.100 per dolar AS, harga minyak US$60 per barel, lifting (produksi) minyak 1,034 juta barel per hari.

Media Indonesia

Iklan

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: