Rusia Alih Teknologi, Bangun Pabrik Alat Berat di Indonesia

Kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Indonesia yang membicarakan masalah kerjasama ekonomi dan perdagangan telah menghasilkan beberapa kesepakatan.Chelyabinsk Tractor Plant, salah satu produsen alat berat terbesar asal Rusia, berencana membangun pabrik di Indonesia. Niat tersebut diwujudkan melalui head agreement dengan antara kedua kepala negara, yang ditandatangani Kamis ini (6/9).

Investasi senilai US$100 juta itu dilakukan secara patungan antara Chelyabinsk, pemegang merek Uraltrac, dengan PT Minang Jordanindo (MJ), yang bergerak di bidang rekondisi peralatan berat bekas dan perdagangan alat berat.

“Perusahaan berkomitmen untuk membawa teknologi dan pengetahuan tersebut ke Indonesia, sehingga alat-alat tersebut dapat diproduksi di Indonesia,” kata Presiden Direktur MJ Bonny Z Minang kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (5/9) malam.

Ia menjelaskan, pembangunan pabrik akan dilakukan di salah satu daerah di Kalimantan. Namun, Bonny belum memastikan lokasinya karena masih mengalami kendala dalam perizinannya.

“Belum dipastikan. Tahap awal yang akan kita bangun adalah workshop di sana untuk memberikan training pada tamatan-tamatan SMA,” ujarnya.

Bonny berharap operasional pabrik dapat dimulai pada akhir 2008. Target pemasaran alat berat Uraltrac dapat menyebar hingga ke Papua, yang terkenal dengan limpahan kekayaan alamnya.

“Saat ini mungkin cuma pertambangan. Tapi ke depan ini akan ke seluruh sektor seperti minyak, gas, dan pembuatan jalan,” kata dia.

Perusahaan itu berharap kerjasama dengan Chelyabinsk dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan volume perdagangan antara RI-Rusia.

“Ini juga dilakukan untuk meningkatkan volume perdagangan antara kedua negara yang sekarang US$350 juta dengan target US$1,5 miliar,” ucapnya.

Menurut Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), bentuk kerjasama RI-Rusia ke depan akan meningkatkan volume perdagangan hingga 50%.

“Dengan adanya penguatan kerjasama ini, saya kira mungkin akan meningkat volume perdagangan RI-Rusia sampai 50% tahun ini,” kata Wakil Ketua Kadin Bidang Perdagangan dan Distribusi K Suardhana Linggih.

Apalagi, ujarnya, industri pertambangan diperkirakan akan tumbuh pesat di masa yang akan datang. Untuk itulah diperlukan ketersediaan alat-alat berat dalam menunjang proses penambangan.

Menurut Bonny, hal itu merupakan suatu peluang yang harus diambil di tengah dominasi alat berat dengan merek tertentu.

“Kami melihat ada kesempatan jika melihat perkembangan sektor pertambangan dalam negeri, karena negara kita kaya mineral. Tapi ada dominasi pasar dalam penggunaan alat berat dengan merek tertentu dari Jepang dan Amerika Serikat,” ungkapnya.

Padahal, ketergantungan terhadap suatu produk tanpa mengetahui sama sekali teknologinya akan menimbulkan kemunduran dalam perekonomian. Apalagi, ujarnya, selama ini produsen tidak pernah memberikan layanan purna jual dan transfer teknologi yang berdampak pada pemberian lapangan kerja.

“Kita melihat pasar Rusia yang juga dikenal pertambangannya karena mereka juga kaya mineral. Kita mencoba meyakinkan mereka. Bukan hanya sebagai pembeli tapi juga bagaimana membawa teknologi mereka ke negeri kita,” paparnya.

Bonny mengatakan, produsen alat berat Chelyabinsk sudah berdiri sejak 1933, dengan produksi awalnya berupa mesin berbasis traktor.

Selama Perang Dunia II, Chelyabinsk memproduksi tank yang disuplai ke pemerintah Rusia. Sebanyak 18.000 unit tank medium dan berat, 48.500 mesin tank diesel, dan 17,7 juta keping amunisi berhasil diproduksi pada masa itu dengan merek Tankogard.

Selama itu pula, Chelyabinsk berhasil menciptakan 13 tipe tank baru dan 6 tipe tank diesel.

“Ketika perubahan politik terjadi di Rusia dan mereka mengubah tank itu menjadi alat berat, kita lihat kesempatan ini. Kita minta mereka menjamin untuk memproduksi alat berat beserta suku cadang dan teknologinya,” imbuh Bonny.

Di negara asalnya, Chelyabinsk termasuk salah satu pelopor industri peralatan berat dengan sertifikat keberhasilan sistem manajemen mutu ISO 9001-2001. Sertifikasi itu membuktikan sistem manajemen kualitas untuk desain, pengembangan, produksi, perawatan, dan perbaikan produk.

Saat ini, porsi terbesar produk yang dihasilkan adalah mesin pembangunan jalan sebanyak lebih 60%. Sedangkan sisanya merupakan produk suku cadang untuk mesin pembangunan jalan yang menjadi 23,2% dari keseluruhan produksi.

“Kita tidak produksi tank lagi tapi mesin diesel. Mesin kami mudah, berguna dan dipakai semua negara di dunia,” kata Direktur Utama Chelyabinsk Valeriy M Platonov.

Produk Uraltrac sudah diekspor ke-29 negara antara lain, Kazakhstan, Ukraina, Tajikistan, Turkmenistan, Belarus, India, Romania, Hungaria, Mongolia, Mesir, Sudan, Negeria, dan Aljazair.

Produk utama mereka ada lebih dari 1.974 jenis antara lain buldozer dengan transmisi mekanis atau hidromekanis, traktor kehutanan dengan traksi katrol, pemasang pipa dengan kapasitas 12 sampai 20 ton, penghalus jalan, dan pemadat.

Media Indonesia

Iklan

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: