Volume Ekspor TPT Semester I 2007 Turun 1,1%

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) optimistis target ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) 2007 akan mencapai target US$10,4 miliar.Pasalnya, kinerja ekspor semester pertama 2007 sudah mencapai lebih dari 50% yakni senilai US$5,2 miliar.

“Angka ini meningkat sekitar 8% year on year dibanding tahun lalu (sekitar US$416 juta). Akan tetapi, dilihat dari volume harus diakui mengalami penurunan sebesar 1,1%. Hal ini disebabkan kenaikan harga produk ini di dunia,” ungkap Ketua Umum API Benny Sutrisno usai membuka Indonesian Textile and Apparel Fair (ITAF) 2007 di Jakarta, Kamis (6/9).

Lebih lanjut, Benny mengatakan saat ini harga komoditas ini disebabkan kenaikan harga bahan baku. Kondisi ini sejalan dengan melonjaknya berbagai komoditas pertanian seperti kapas, rayon, dan lainnya. Sehingga, meski secara volume terjadi penurunan, tapi dari segi nilai justru meningkat.

Benny mengakui pasar TPT saat ini masih kondusif. Apalagi dengan diberlakukannya kuota impor produk TPT asal China di sejumlah negara.

Namun, produk TPT Indonesia juga mengalami berbagai hambatan, di antaranya kenaikan biaya produksi. Selain bahan baku, kenaikan juga terjadi pada kenaikan listrik, tenaga kerja dan lainnya yang mencapai 2%.

“Kenaikan ini belum memperhitungkan kenaikan tarif tol yang baru,” ujarnya.

Kendati begitu, Benny menyatakan kondisi ini tidak mencegah geliat pertumbuhan industri TPT nasional. Hal ini dibuktikan dengan mengucurnya dana perbankan dan investasi asing.

Untuk restrukturisasi industri ini, pemerintah hanya menyediakan 25% dana, sisanya ditutupi dana bank. “Untuk investasi di sektor hulu sudah ada investasi dari Austria dan India,” ungkap Benny.

Sebagai bagian dari peningkatan daya saing ekspor produk manufaktur, pemerintah telah mencanangkan berbagai program. Program ini meliputi perbaikan peraturan ketenagakerjaan, membantu permodalan, ketersediaan bahan baku dan peningkatan mutu.

Selain itu, dalam urusan diplomasi perdagangan, pemerintah juga melakukan berbagai kerjasama terkait transhipment dan penangkalan tuduhan dumping.

Program lain yang dilaksanakan di antaranya untuk menciptakan stabilisasi pasokan energi, gas, dan listrik.

Guna merestrukturisasi dan revitalisasi, industri tekstil membutuhkan anggaran US$5 miliar. Untuk itu, pemerintah merencanakan memberikan subsidi bunga sebesar 10% atau sekitar Rp500 miliar.

Namun, dalam kenyataannya, pemerintah khususnya Departemen Perindustrian hanya menganggarkan Rp200 miliar.

Media Indonesia

Iklan

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: