PENGGUNAAN AIR TANAH DI DKI LAMPAUI BATAS

Penggunaan air tanah di DKI Jakarta, saat ini sudah melampau batas aman pengambilan  30-40 persen, sehingga terjadi defisit air tanah sejak tahun 2005 sebanyak 66,65 juta m3/tahun.

           Titik aman pengambilan air tanah  menurut Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta, Budi Rama adalah 186,2 juta m3/tahun.

            Dalam seminar masalah air dan lingkungan di Dep PU Jakarta, Jumat (7/9)  dia mengatakan, pendekatan strategis diarahkan kepada upaya menjaga kesimbangan antara kebutuhan dan pasokan serta antisipasi kekurangan  dan kelebihan air untuk jangka panjang.

          Juga dilakukan pendekatan taktis berupa pengkajian terhadap neraca air pada satu kawasan  dan pendekatan operasional penanggulangan serta penyelamatan  pada saat terjadinya bencana kekurangan air. 

          Kebutuhan air bersih untuk Jakarta 150 liter/jiwa/hari atau 547,5 juta m5/tahun, yang dipenuhi dari PDAM hanya 295,65 juta m3/tahun (54 persen ), sisanya menggunakan air tanah sebesar 251,85 juta m3/tahun (46 persen).

         Kondisi air bersih di Jakarta diperburuk pencemaran oleh bakteri coliform 75 persen dan deterjen 32 persen, dimana indek pencemaran  berat 31 persen, agak ringan 27 persen, ringan 30 persen dan baik hanya 12 persen.

          Upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah adalah  program kali bersih sumur resapan, penghijauan, gerakan hemat air dan pengembangan tehnologi ramah lingkungan.

         Dalam penghijauan pemerintah melakukan program sejuta pohon refungsionalisasi taman dan jalur hijau, meningkatkan penanaman  tanaman produktif dan mempertahankan kawasan selatan sebagai kawasan resapan serta pengembangan kawasan terbuka hijau.

         Selain masalah kualitas dan kuantitas sulit dikontrol oleh Pemda DKI karena sumber air baku berada diluar DKI, terdapat  permasalah disepanjang kali Malang  berupa penyempitan , pendangkalan dan sampah serta pengambilan air  diluar ketentuan di 23 titik disepanjang saluran Barat .

         Sementara itu  Pimpinan Yayasan Garuda Nusantara Ully Hary Rusady mengatakan, frekuensi dan intensitas kelangkaan air yang semakin tinggi, akan menjadi masalah besar untuk kehidupan, baik manusia, ternak dan tumbuhan.

        Karena 80-90 persen kontinuitas kuantitas dan kualitas budidaya produksi tanaman, ternak sangat ditentukan oleh ketersediaan air.

         Sementara ketersediaan air terus berkurang akibat hilangnya petutupan vegetasi , dimana sekitar 1,5 juta ha hutan/tahun rusak, sedangkan kemapuan merehabilitasi hanya sekitar 150 ribu/ha /tahun.

Karena daerah hulu dan gunung merupakan menara air, maka itulah  yang harus selalu dijaga dan dilestarikan. Bila kawasan hulu rusak maka kawasan hilir akan binasa ,・tambahnya.

Kominfo

Iklan

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: