Potensi Kerugian PT DI Capai USD300 Juta

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) menaksir, potensi pendapatannya yang hilang akibat putusan pailit mencapai USD300 juta atau sekitar Rp2,8 triliun.Nilai tersebut dihitung dari terputusnya sejumlah kontrak kerja sama dengan beberapa negara pemesan pesawat. Ini belum termasuk hilangnya pendapatan dari sektor perawatan pesawat yang diakui bisa sampai Rp80 miliar. Director of Aircraft Services PT DI Dita Ardonni Jafri menyayangkan keputusan pailit itu karena sejak empat tahun belakangan, produktivitas perusahaan terus menanjak.

”Menurut saya aneh (keputusan pailit tersebut),” ujar Dita di Jakarta,kemarin. Gambaran produktivitas ini, terangnya, tecermin dari beberapa hal seperti kemampuan PT DI merawat pesawat-pesawat di luar milik perusahaan. Pada awalnya, perawatan pesawat yang dilakukan hanya terbatas pada produkproduk PT DI, tetapi mulai 2004 perusahaan beranjak melayani sejumlah maskapai nasional.

Sampai pertengahan tahun ini,PT DI sudah merawat 15 pesawat Boeing 737 seri klasik dengan jenis pemeriksaan c-check dan d-check. ”Tahun lalu ada 10 pesawat dirawat di PT DI,2005 ada 8,dan 2004 ada 2,” tutur Ardonni. Dari ke-15 pesawat itu, masih ada empat armada,milik AdamAir,RPX,dan Batavia Air, yang belum selesai diperiksa. Selain ketiga maskapai itu, Merpati, Sriwijaya Air,dan Mandala Airlines juga menjadi pelanggan tetap PT DI.

Saat ini,PT DI masih terikat kontrak kerja sama dengan beberapa negara, di antaranya Turki dan Pakistan. Di luar itu, seharusnya saat ini PT DI sudah mengantongi pesanan pembelian delapan unit pesawat dari Arab Saudi.Namun,ungkap Ardonni, sayangnya perwakilan dari perusahaan Arab Saudi itu datang bertepatan dengan putusan pailit yang dikeluarkan pengadilan.

”Akhirnya diundur,”kata dia. Dengan Turki, perusahaan sudah terikat kontrak selama lima tahun dari 2003 sampai 2008 untuk keperluan modifikasi pesawat CN- 235 milik Turki. Menurutnya, ada sembilan pesawat Turki yang harus dimodifikasi untuk keperluan militer.

”Kalau tidak diteruskan, kita kena denda USD10 juta,” tutur Ardonni. Jenis kerja sama dengan negara di Afrika juga terkait urusan modifikasi pesawat. Lain halnya dengan Pakistan.PT DI yang masih terikat kontrak sampai 15 tahun mendatang sejak 2002, yaitu harus secara intensif menyuplai kebutuhan suku cadang pesawat di sana sekaligus perawatan armadanya.

”Kalau gagal support, kita didenda USD60 juta,”jelas dia. Melihat sejumlah konsekuensi yang berpotensi timbul tersebut, Director of Aircraft Integration PT DI Budiwuraskito berharap,keputusan pailit itu bisa direvisi. Sementara itu,penandatanganan perjanjian kerja sama pengadaan 10 pesawat Cassa 212 seri 400 antara PT Merpati Nusantara Airlines (Merpati) dan PT DI diundur sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Sebelum keputusan pailit, Selasa (6/9), nota kesepahaman (memorandum of understanding/ MoU) kerja sama itu rencananya ditandatangani kemarin. Meski begitu, Direktur Utama Merpati Hotasi Nababan mengatakan, perjanjian tetap akan dilanjutkan sebagai bentuk dukungan perusahaan ini kepada PT DI. Namun, dia tidak bisa memastikan kapan perjanjian itu akan ditandatangani.

Alutsista TNI

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto mengaku keberatan atas putusan pailit terhadap PT DI.Keputusan itu disebut Panglima akan berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.Apalagi,hal itu terjadi pada saat pemerintah,TNI,dan Dephan sangat berharap perusahaan itu dibangun dan dikuatkan lagi untuk memenuhi kebutuhan TNI.

”Saat ini, produksi jalan terus di PT DI. Oleh karena itu, produkproduk itu harus dapat kita serap. Kalau bukan kita,siapa lagi?”ujar Panglima TNI di Jakarta,kemarin.

Seputar Indonesia

Iklan

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: