Proyek Renovasi Gedung DPR Diminta Dibatalkan

Pimpinan DPR diminta membatalkan rencana besar pembangunan dan renovasi gedung DPR yang dalam tahap awal tahun ini akan menghabiskan dana Rp40 miliar.”Pimpinan harus segera ambil sikap tegas. Ya, Batalkan saja rencana itu. Masak dari tiga orang pimpinan, hanya satu yang tahu, dua lainnya tidak tahu,” kata anggota F-PDIP DPR Aria Bima dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (7/9).

Menurut Aria Bima, keputusan tentang grand design Gedung DPR, secara nyata telah merusak citra dan kewibawaan lembaga DPR. Padahal, banyak anggota DPR dan bahkan para pimpinan fraksi tidak pernah tahu mengenai rencana mercusuar itu.

“Saya baru tahu dari koran. Dan di fraksi pun kita tidak pernah bicarakan soal itu,” katanya.

Menurut dia, berbagai persoalan terkait proyek pengadaan barang dan pembangunan ingrastruktur di DPR, selalu mengundang reaksi publik karena proses pembicaraan dan perencanaan berlangsung tidak transparan. Juga, karena pimpinan DPR tidak mampu menjadi public relation (PR) yang baik bagi lembaga yang dipimpinnya.

Karena kelemahan tersebut, ujarnya, muncul kesan di masyarakat seolah-olah DPR hanya memikirkan kepentingannya sendiri dan mengabaikan kepentingan rakyat. “Ini terjadi kaarena pimpinan DPR tidak bisa menjadi corong yang baik bagi lembaga ini,” tegas vokalis PDIP itu.

Sementara Wakil Ketua F-PAN DPR Alvin Lie mempertanyakan keputusan tentang grand design itu karena tidak pernah dibicarakan sebelumnya. Alvin merupakan mantan wakil ketua tim pengkaji peningkatan kinerja DPR.

Tim tersebut, katanya, dibentuk pada Februari 2006 dan berakhir pada Desember 2006. Selama kurun waktu itu, katanya, tidak pernah ada pembicaraan tentang grand desaign gedung DPR.

“Ini kan berkaitan dengan peningkatan kinerja dewan. Seharusnya kita tahu, tapi kok tiba-tiba nongol itu barang. Siapa yang ada di balik ini semua,” tanyanya dengan nada kesal.

Sementara Koordinator Divisi Politik ICW Fahmi Badoh menyatakan proyek grand design gedung DPR itu perlu diusut tuntas karena berpotensi korupsi. “Potensi korupsinya sangat tinggi karena alasan pengadaan proyek ini sangat lemah,” ucapnya.

Media Indonesia

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: