10.644 Taksi Terancam Distop

Sedikitnya 10.644 taksi di DKI Jakarta terancam dibekukan karena tidak diperpanjang izin operasinya.Umumnya, kondisi taksi-taksi itu sudah tua dan rusak. Jika taksi tersebut memaksa terus beroperasi, bisa dinyatakan ilegal.Menurut Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta Herry Rotty, Pemprov harus mampu bertindak tegas terhadap taksi-taksi yang izin operasinya tidak diperpanjang namun tetap beroperasi itu. ”Beri peringatan keras untuk memperbaiki atau meremajakan taksi. Kalau tidak, izin taksi dicabut,”ujar Herry Rotty kemarin. Herry mengatakan, setelah dicabut, aset taksi tersebut dialihkan ke perusahaan lain yang mampu secara finansial. Namun, lanjut dia, izin operasi taksi—yang berlaku selama tujuh tahun—hendaknya diremajakan kembali.”Jika lalai bisa dikenai sanksi. Ini penting untuk shock therapy,” ungkapnya.

Menurut Herry, sejauh ini terdapat 26.576 armada dari 38 perusahaan taksi yang mengajukan izin prinsip dan operasional ke Gubernur DKI Jakarta. Namun, hanya 24.996 armada taksi yang direalisasikan pemegang izin. ”Itu pun yang beroperasi di jalan tinggal 14.352 armada. Sisanya, sebanyak 10.644 armada taksi, tak diperpanjang izinnya. Mungkin sudah tua atau rusak,” jelasnya. Karena itu, Herry mengusulkan untuk memenuhi kebutuhan taksi perlu ada ketegasan Pemprov DKI Jakarta terhadap keberadaan 10.644 taksi yang tak diperpanjang izinnya itu. Perlu diketahui, sejak 2003, Pemprov DKI tidak mengeluarkan izin baru taksi. Menurut Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta Fathi R Shidiq, selain mencabut izin taksi yang melanggar aturan berlaku, Pemprov harus mengantisipasi kejahatan terhadap penumpang taksi.

”Kandangkan taksi yang dioperasikan sopir tembak dan cabut SIM sopir itu.Mobil pun harus dikandangkan biar pengusaha jera. Dengan begitu,mereka pun jadi ikut mengawasi operasional taksinya di lapangan,”bebernya. Juru bicara taksi Blue Bird Group Teguh Wijayanto mendukung upaya pengetatan izin operasi taksi karena saat ini sudah overload. ”Pemprov DKI Jakarta memang telah menutup izin. Kalaupun ada,itu hanya taksi eksklusif,” katanya.Teguh mengatakan, sebenarnya yang membuat Jakarta padat taksi karena taksitaksi dari Bogor,Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) menyerbu Ibu Kota.Mungkin,katadia,merekamelihat Jakarta berpotensi meningkatkan pendapatan perusahaan taksinya. ”Lagipula, operasional taksi itu mobile dan lintas wilayah. Jadi,tidak bisa dicegah begitu saja masuk ke Jakarta,”ucapnya.

Teguh meminta wilayah Bodetabek membatasi izin operasi taksi di wilayahnya, seperti yang sudah dilakukan Pemprov DKI Jakarta.Dengan demikian, perusahaan taksi dapat meningkatkan pelayanan kepada konsumen. ”Saya yakin kalau ini dilakukan,penumpang yang mengeluhkan pelayanan akan berkurang,”ucapnya. Sementara di Tangerang, Badan Koordinasi lalu lintas (Bakorlantas) Kabupaten dan Kota Tangerang yang terdiri atas petugas kepolisian dan petugas dari Dinas Perhubungan Kota Tangerang melakukan razia gabungan. Hasilnya, sebanyak 1.025 angkutan pelat hitam berhasil dikandangkan. ”Tindakan tegas ini kami lakukan untuk membuat jera para sopir,” ujar Kasat Lantas Polres Tangerang Kompol Adri Desas Furyanto.

Adri menuturkan, sejak Mei hingga September, penilangan terhadap ribuan angkutan tidak membuat jera. Karena itulah penangkapan ini dilakukan. ”Ini adalah jawaban kami kepada mereka yang membandel,” kata Adri yang didampingi Ketua Harian Bakorlantas Kab Tangerang Doddy Johari. Sedangkan di Kota Tangerang, dari 9.000 angkutan yang dirazia, 800 di antaranya dikandangkan. ”Sekitar 800 lebih angkutan kami kandangkan,” ujar Kasat Lantas Polrestro Tangerang Kompol Tommy Wibisona di sela razia angkutan pelat hitam di Jalan Daan Mogot, Batu Ceper,Kota Tangerang.

Seputar Indonesia

Iklan

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: