JARINGAN REL BANDARA KUALA NAMU MULAI DIBANGUN

PT Kereta Api (Persero) Divre I Sumatera Utara berencana membangun jaringan rel KA dari stasiun Aras Kabu menuju Bandara Kuala Namu sepanjang 3,5 km pada awal November 2007.

Pengerjaan jaringan rel tersebut dilaksanakan setelah pemrop Sumut melalui Dinas Perhubungan selesai melakukan pembebasan lahan yang digunakan pada akhir September ini,・kata Kepala PT Kereta Api Divre I Sumut Drs Mulianta Sinulinga MsTr didampingi Kepala Humas H Suhendro Budisantoso SSos kepada wartawan di sela-sela acara HUT ke-62 PT KA di Medan, baru-baru ini.


           
Direncanakan dalam waktu tiga bulan jaringan rel tersebut sudah selesai dan kereta api barang akan digunakan untuk mengangkut alat-alat berat yang dipergunakan dalam pembangunan Bandara Kuala Namu.

Sebelumnya pada Selasa (5/9) lalu dalam pertemuan yang difasilitasi Menteri BUMN dan dihadiri Kepala BPN Pusat, pihaknya bertemu dengan walikota Medan untuk membicarakan kerjasama pembangunan Terminal City Check In yang yang akan dibangun di jalan Jawa Medan.

Dalam pertemuan ini, Menteri BUMN Sofyan Djalil meminta agar dibuat Bisnis Plan untuk terminal City Check In yang juga akan mengatur pembagian saham antara PT KA, Pemko Medan dan investor.

Saat ini konsultan masih menyiapkan rancangan Terminal City Check In, dan kami harap akan segera terwujud terminal kereta api terpadu yang pertama di Indonesia,・kata Mulianta.

Untuk fasilitas kereta yang digunakan pada jalur Bandara Kuala Namu, pihaknya menyiapkan kereta khusus KRD yang memiliki dua sisi kepala sehingga lebih mudah untuk operasional jarak pendek.

Kita berharap kereta api bandara telah beroperasi bersamaan dengan beroperasinya Bandara Kuala Namu,・katanya seraya menambahkan saat ini pihaknya terus melakukan konsolidasi yang ditujukan untuk penyehatan kondisi perusahaan dan mensejahterakan karyawan.

Program utama yang dilakukan adalah pembenahan berbagai prasarana, sarana, sumber daya manusia dan gangguan eksternal yang ditujukan untuk pencapaian nihil kecelakaan pada operasional kereta api.

Pogram 2008 nantinya pihaknya akan mengembalikan semua standar operasional kereta api melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian.

Selain angkutan penumpang, PT KA juga memprioritaskan pengangkutan barang, seperti CPO, BBM dan pupuk. Pada 2006, kereta api mengangkut 520 ribu ton CPO sementara hingga Agustus 2007 sudah terangkut 420 ton dari target 600 ribu ton.

Pada 2008, kami menargetkan 720 ribu ton CPO dan hingga 2014 kami menargetkan pengangkutan CPO mencapai 2,5 juta ton dari potensi yang ada 4 juta ton,・ujarnya.

Kominfo

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: