Pelaku Pasar Restui Nama BEI

Para pelaku pasar menyetujui Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi nama baru bursa hasil merger dan berharap tujuan penggabungan itu bisa terwujud.”Harus ada sebuah pesan dibalik nama tersebut,jangan hanya sekadar nama, tetapi tentu ada pesan yang dibawa,”ujar Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Lily Widjaja ketika dihubungi SINDO, kemarin. Lily mengatakan, pesan yang ingin dibawa BEI adalah bahwa di Indonesia hanya ada satu bursa.Walaupun nama Bursa Efek Jakarta (JSX) sudah sangat terkenal di dunia, Lily mengaku tidak masalah jika nama bursa diganti. Menurut dia, yang terpenting adalah bagaimana mewujudkan tujuan merger bursa yang diwakili nama baru tersebut.

”Jadi, nama tersebut bukan untuk keren-kerenan saja, ada message yang ingin disampaikan bahwa ke depan bursa akan lebih besar lagi. Kalau tujuan itu tidak bisa diimplementasikan, sia-sia saja kedua bursa itu digabungkan,” tegasnya.Tujuan meningkatkan daya saing sehingga menyejajarkan Bursa Efek Indonesia dengan bursa dunia lainnya harus bisa dilaksanakan oleh manajemen. Lily optimistis tujuan itu bisa dicapai melalui dukungan dan kerja keras semua pihak. Dihubungi terpisah, Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Airlangga Hartarto juga mengaku dapat menerima jika nama BEI menjadi nama resmi bursa pascamerger.

”Walaupun (tadinya) saya mendukung JSX tetap menjadi icon bursa pascamerger, saya tidak kecewa. Itu hal yang wajar,”katanya.Menurut Airlangga, yang terpenting adalah setelah merger nantinya BEI bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi emiten dan meningkatkan likuiditas di pasar. Pekerjaan pertama yang penting bagi bursa baru, kata dia,adalah menyatukan budaya perusahaan yang berbeda,menjaga integritas pasar, dan mendorong supaya investor domestik bisa bertambah. ”Ini pekerjaan yang mereka harus lakukan,” tuturnya. Hal senada diungkapkan oleh Ketua Umum Masyarakat Investor Sekuritas Indonesia (MISI) ND Murdani. Menurut dia,jika nama BEI yang ditetapkan, maka pemerintah harus konsisten untuk tidak menciptakan bursa baru ke depan.

”Kalau pakai nama Indonesia berarti tidak boleh nanti ada misalnya Bursa Efek Medan atau yang lainnya.Pemerintah harus konsisten dalam hal ini,” tegasnya. Murdani berharap, bursa baru nanti bisa menjadi lebih kuat dan lebih besar serta memiliki banyak manfaat bagi emiten. Hal ini, kata dia, menjadi tantangan bagi BEI.”Kalau dirasakan banyak manfaatnya, emiten akan tertarik untuk listing, dan jika emiten banyak, investor lokal pun akan bertambah banyak,”cetusnya. Pekan ini, otoritas bursa baru akan mengumumkan nama resmi bursa yang akan digunakan pascamerger.Namun, berdasarkan penuturan para pelaku pasar modal, Presiden telah merestui nama bursa baru tersebut Bursa Efek Indonesia.

Sebelumnya, Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bappepam- LK) mengatakan, setelah penggabungan,ketujuh direksi dari kedua bursa masih akan tetap menjabat selama masa transisi. Namun, Fuad tidak memastikan berapa lama masa transisi tersebut. ”Masa transisinya belum kami tentukan. Masih akan dibahas,” katanya. Dia menambahkan, setelah secara legal kedua bursa bergabung, yang akan menjadi entitas yang bertahan adalah BEJ.

Seputar Indonesia

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: