PEMBEKUAN REKENING KORUPTOR DI SWISS SUDAH DIPERPANJANG

Pihak berwenang Swiss sudah memperpanjang satu hingga dua tahun pembekuan dana rekening milik dua warga Indonesia yang diduga telah melakukan tindak pidana korupsi, yakni mantan Direktur Utama Bank Mandiri ECW Neloe dan mantan Dirut Bank Global Irawan Salim.

Direktur Perjanjian Politik Keamanan dan Kewilayahan Departemen Luar Negeri (Deplu) Arif Havas Oegroseno di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (10/9), mengatakan peraturan perundang-undangan di Swiss mengenai rekening milik warga asing sangat ketat, dan harus dibuktikan bahwa uang itu memang bersih.

 Jika ditemukan ada dugaan uang itu merupakan hasil tindak pidana atau kejahatan lainnya, maka pihak berwenang akan segera membekukan dana itu, serta menghubungi pemerintah yang bersangkuta meskipun belum ada perjanjian ekstadisi atau Mutual Legal Asisten (MLA) antar kedua negara.

Kalau Swiss sudah cukup maju, sehingga tidak perlu ada perjanjian, namun bisa atas dasar hubungan baik atau melalui konvensi,・kata Havas.

Menurutnya, pihak Swiss hingga kini hanya meminta pihak Indonesia melalui Kejakgung untuk menyerahkan bukti adanya dakwaan kasus pencucian uang (money laundering) terhadap pemilik rekening yang dibekukan itu, tanpa ada keputusan hukum terlebih dahulu cukup bukti ada proses hukumnya.

Ia juga mengatakan, perpanjangan pembekuan rekening milik Neloe dan Irawan ini dilakukan Swiss sejak satu bulan lalu, setelah pihak Deplu dan Kejakgung melalui tim terpadu pencari tersangka dan terpidana korupsi pimpinan Wakil Jaksa Agung Muchtar Arifin menemui pihak berwenang Swiss.

Havas yang datang ke Kejakgung bermaksud menemui Dirdik JAM Pidsus, M Salim, mengaku perpanjangan itu dilakukan karena pembekuan rekening milik Irawan berisi Rp500 miliar dan Neloe sebesar 5,2 juta dolar AS yang dilakukan sejak September 2005 oleh tim terpadu ini sudah habis.

Pada Jumat (7/9), Ketua tim terpadu, Muchtar Arifin, mengatakan pihaknya kini sedang berupaya membuktikan bahwa uang yang tersimpan di rekening milik Irawan dan Neloe di Swiss adalah berasal dari kejahatan.

Pihak Indonesia menyambut baik kerjasama yang ditawarkan Swiss dalam penelusuran aset yang berkaitan dengan tindak pidana di Indonesia, jika memang tidak memerlukan adanya perjanjian resmi antar kedua pemerintah sebab hanya akan mempersulit proses penegakkan hukum.

Pihak Swiss melalui hakim penyidik di Genewa, Jean Bernard, di Nusa Dua, Bali, beberapa waktu lalu dalam sebuah acara konvensi anti korupsi sedunia menawarkan kerjasama penelusuran aset yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana di Indonesia melalui hubungan baik antara Indonesia dan Swiss.

Kominfo

Iklan

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

One Response to PEMBEKUAN REKENING KORUPTOR DI SWISS SUDAH DIPERPANJANG

  1. Choky balao says:

    Jangan cuma dibekukan Rekening para Koruptor karena suatau saat pasti akan mencair layaknya es batu yang ditaruh di dalam kulkas,Mereka juga harus di hukum mati karena merakalah sebenarnya Teroris Sejati jangan beri mereka ampunan kalau perlu biarkan masyarakat yang menghukum mati mereka diarak sambil dilempari kotoran dan batu sampai mampusssss!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: