Pemerintah Cabut Subsidi Listrik Secara Bertahap Mulai 2009

Pemerintah berencana mencabut subsidi listrik secara bertahap mulai 2009. Pencabutan subsidi ini akan dilakukan seiring terpenuhinya pasokan listrik dengan selesainya proyek pembangkit listrik 10.000 megawatt.Menneg BUMN Sofyan Djalil di sela-sela acara peletakkan batu pertama (ground breaking) PLTU Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (10/9), mengatakan, jika proyek pembangkit 10.000 Mw telah rampung, maka sudah sepantasnya subsidi listrik untuk PLN dicabut agar kinerja BUMN itu menjadi lebih baik.

“Proyek 10.000 MW diharapkan bisa selesai pada akhir 2009 atau awal 2010, seiring dengan itu, pemerintah juga berusaha menarik secara perlahan sehingga PLN bisa menjadi perusahaan yang reliable dan punya profit yang bagus,” ujarnya.

Meski berharap ke depan harga jual listrik PLN bisa sesuai dengan keekonomian, namun Sofyan menegaskan, hingga tahun depan, pemerintah tidak akan menarik subsidi listrik.

“kita baru saja menaikkan harga BBM, beban PLN nambah, beban masyarakat juga bertambah. Karena itu pemerintah memutuskan untuk tidak dulu menyesuaikan harga PLN. Tapi, suatu saat pasti,” papar Sofyan.

Dalam APBN 2007, subsidi listrik yang diajukan pemerintah sebesar Rp25,84 triliun. Sementara dalam RAPBN 2008, subsidi listrik yang diajukan pemerintah sudah diturunkan sebesar 16,9%.

Pemerintah mengajukan angka Rp27,8 triliun atau lebih rendah Rp4,69 triliun (16,9%) dalam Rancangan Anggaran Pokok Belanja Negara 2008, dibandingkan perkiraan RAPBN Perubahan 2007 yang sebesar Rp32,49 triliun.

Lebih lanjut, Sofyan menjelaskan, jika rencana pencabutan subsidi ini mulai berjalan, maka yang bisa dilakukan PLN untuk menenkan biaya operasi dan tidak membebankan harga yang terlalu tinggi kepada masyarakat, adalah menambah program konversi di sejumlah pembangkitnya.

Konversi yang dimaksudkannya bukan saja terkait pengalihan bahan bakar pembangkit yang dari BBM ke batubara, tetapi juga dari yang sebelumnya berbahan bakar solar (high speed diesel/HSD) menjadi minyak bakar (marine fuel oil/ MFO).

Karena MFO dijual di pasaran dengan harga yang lebih murah dari Solar, maka besarnya subsidi yang diperhitungkan pemerintah pun berkurang.

Sebelumnya, Kepala Humas PLN Ario Subijoko mengatakan, pihaknya telah mengubah bahan bakar pembangkitnya berdaya 312 Megawatt (Mw) yang sebelumnya berbahan bakar solar menjadi MFO.

Kapasitas pembangkit tersebut baru 47,5% dari target pengubahan HSD ke MFO tahun 2007 yang sebesar 657 Mw.

“Total penghematan untuk 312 MW itu mencapai Rp612 miliar per tahun,” katanya.

Ia menambahkan, jika seluruh 647 MW telah diubah ke MFO maka penghematannya akan menjadi Rp1,78 triliun per tahun.

Ia menjelaskan, pemakaian MFO lebih murah sekitar Rp2.000/liter dibandingkan HSD, dengan asumsi harga minyak sebelum kenaikan bulan Juli 2007.

Menurut keterangan Ario, program MFO terakhir dilakukan di PLTD Ampenan berkapasitas 49 Mw.

Proses MFO PLTD Ampenan ini telah berlangsung sejak Oktober 2007 terhadap tujuh dari delapan unit pembangkitnya.

“Pengubahan bahan bakar PLTD Ampenan itu mampu menghemat biaya Rp263 juta/hari atau Rp96 miliar/tahun,” ujarnya.

Ario menambahkan, selain penghematan, pemakaian MFO juga mampu meningkatkan efisiensi PLTD Ampenan dengan menurunkan specific fuel consumption (SFC) hingga 4%.

Media Indonesia

Iklan

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: