PPP Siap Koalisi dengan Golkar dan PDIP

Walau merasa masih terlalu dini, PPP siap untuk berkoalisi dengan partai Golkar dan PDIP dalam menghadapi Pemilu 2009.Wasekjen PPP, Teuku Taufiqulhadi menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers hasil Rakornas bidang politik PPP di Jakarta, Senin (10/9).

Taufiq menjelaskan PPP sepakat membangun koalisi yang mendukung negara pluralitas dengan banyak ideologi, dan dalam kerangka NKRI. “PPP, kalau ada koalisi, dia harus mencakup spektrum nasionalis, developmentalis dan agama. Developmentalis adalah Golkar, agama adalah PPP dan nasionalis adalah PDIP. Itu adalah ideal,” ujarnya.

Ketika diminta penegasan apakah PPP berniat benar membangun koalisi 2009 dengan dua partai besar itu, Taufiq mengatakan, “Besar sekali kemungkinan koalisi dengan PDIP dan Golkar itu,” jelasnya.

Di tempat yang sama, ketua DPP PPP bidang politik, Ahmad Muqqowam mengatakan Rakornas Politik PPP merekomendasikan agar parpol membangun koalisi sejak jauh hari sebelum Pemilu 2009 berlangsung.

“Jadi ada proses pendidikan politik, koalisi harus sudah sejak awal dibangun. Itu sebagai filter agar tak ada koalisi yang tanpa aturan,” tandasn Muqqowam.

Bendahara umum DPPPPP, Suharso Manuarfa menyatakan bahwa sebenarnya masih terlalu pagi bagi PPP menentukan parpol lain untuk koalisi. Namun, dia menegaskan bahwa PPP takkan mempermasalahkan koalisi dengan parpol manapun asalkan memiliki kepentingan yang sama.

“Tak masalah soal platform berbeda, misalkan dengan nasionalis atau sekuler. Asalkan kepentingan sama yakni mensejahterakan masyarakat,” tukasnya.

Tentang Capres yang akan diajukan pada tahun 2009, Ahmad Muqqowam yang juga Ketua komisi V DPR itu mengatakan bahwa pihaknya akan mengambil dari internal parpol. Pada kesempatan itu, dia menegaskan capres 2009 kemungkinan besar akan mengangkat figur ketua umum PPP, Suryadharma Ali.

“Pasti capres adalah orang dari internal, dan tidak bisa kita bilang kalau bukan SDA. Dia itu kurang apa? Kalau ada lomba peragawan, SDA takkan kalah, kapasitas dia cukup,” tegas Muqqowam.

Hanya, lanjut dia, pihaknya sangat memahami peraturan pencalonan capres yang mensyaratkan parpol atau gabungan parpol memiliki suara di legislatif minimal 15 persen.

“Maka yang penting kami mendapatkan 15 persen suara itu dulu. Kalau itu selesai, masalah capres sudah jelas. Kami akan konsentrasi dulu ke pemenangan pemilu yang 15 persen itu,” tandasnya.

Taufiqulhadi menambahkan bahwa untuk mengejar target raihan 15 persen suara pada pemilu 2009, pihaknya akan mengoptimalkan para kader di legislatif untuk banyak berbicara di hadapan publik. Prinsipnya, ujar dia, kader adalah semacam etalase untuk menjual nama partai.

“Kami telah mereview banyak kader yang tidak jalankan tugas sebagai etalase. Siapa yang tidak terinventarisir berbicara ke publik, sudah kami catat. Yang tidak sesuai akan tak dicalonkan jadi caleg lagi,” tandasnya.

Media Indonesia

Iklan

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: