2009 Wajib Pakai Lampu Hemat Energi

Pemerintah akan mewajibkan penggunaan lampu hemat energi (LHE). Untuk itu, pasar produsen lampu pijar dalam negeri mulai bersiap melakukan alih produksi.溺inggu lalu wapres sudah mulai mewacanakan tentang ketentuan wajib menggunakan LHE ini,・kata Ketua Umum Asosiasi Perlampuan Indonesia (Aperlindo), John Manoppo, di Jakarta, Selasa (11/9).

Ia menilai rencana pemerintah itu tepat karena selisih pemakaian listrik antara lampu pijar dan LHE yang cukup besar. Selisihnya mencapai 32 watt per jam. Sebagai perbandingan, 40 watt lampu pijar sama dengan LHE 8 watt.

Namun, para produsen LHE meminta agar rencana itu dilakukan secara bertahap. Pasalnya, kapasitas produksi mereka belum mampu memenuhi kebutuhan LHE dalam negeri.

Para produsen LHE memerlukan waktu untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka. Jadi, ketika ketentuan wajib LHE diterapkan, maka produsen sudah sanggup memasok kebutuhan dalam negeri.

Menurut John, rencana pemerintah mewajibkan LHE akan dilakukan pada 2009 mendatang. 鉄ehingga dari sekarang sampai 2009 nanti, para produsen LHE ini punya waktu yang cukup untuk terus meningkatkan kapasitas produksinya,・terangnya.

Saat ini ada 11 perusahaan LHE dalam negeri dengan total volume produksi mencapai 120 juta unit per tahun. Volume produksinya pada 2008, diproyeksikan naik menjadi 140 juta unit, menyusul akan dioperasikannya tiga pabrik baru LHE.

Total kapasitas tiga pabrik baru tersebut mencapai 20 juta unit per tahun dengan nilai investasi sekitar US$ 10 juta.

Meskipun begitu, volume produksi 140 juta unit itu masih belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sebab, pada 2008 kebutuhan LHE dalam negeri diproyeksikan mencapai 170 unit. Apalagi pada 2009, permintaan LHE diproyeksikan naik menjadi 200 juta unit.

Selain itu, Aperlindo menilai akan terjadi peningkatan volume produksi ketika jumlah pelanggan PLN bertambah menjadi 40 juta rumah tangga, menyusul selesainya proyek PLTU 10 ribu megawatt.

鉄ehingga kebutuhan LHE bisa mencapai 200 juta unit dengan asumsi satu rumah tangga itu ada lima titik lampu,・jelas John.

Untuk menutupi kekurangannya itu, Aperlindo akan mendorong produsen lampu pijar untuk memproduksi LHE. Dari enam produsen lampu pijar dalam negeri, sudah tiga produsen yang mulai memproduksi LHE. Mereka adalah PT Osram Indonesia, Chiyoda Electronics Indonesia, dan Hikari.

泥ua lainnya yakni Philips dan General Electric sama sekali belum memproduksi LHE, kalaupun mereka menjual LHE itu masih impor dari China,・kata dia.

John mengatakan harga LHE di pasar lebih menjanjikan. Jadi, ujarnya, tidak ada alasan bagi produsen lampu pijar untuk tidak memproduksi LHE. Bila lampu pijar hanya dihargai Rp4.000 per unit, maka LHE bisa mencapai Rp7.000 hingga Rp10 ribu.

鉄elain itu, pasar ekspor lampu pijar juga sudah mulai berkurang, sekarang tujuan ekspor lampu pijar hanya negara-negara di kawasan Timur Tengah saja,・tandasnya.

Media Indonesia

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: