Bursa Efek Indonesia Beroperasi 30 November

Bursa Efek Indonesia (BEI), yang merupakan bursa hasil merger Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES), akan resmi beroperasi mulai 30 November mendatang.Dengan bergabungnya kedua bursa tersebut, makakapitalisasi pasar BEI akan mencapai Rp2.100 triliun.

Dalam penjelasannya, Selasa (11/9), Direktur Utama BEI yang juga merupakan Dirut BEJ Erry Firmansyah mengatakan bursa baru tersebut akan memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp2.100 triliun. Jumlah itu merupakan total kapitalisasi pasar BEJ sebesar Rp1.500 triliun, ditambah dengan kapitalisasi pasar BES sebesar Rp600 triliun.

Namun demikian, kendati secara nominal cukup besar, jumlah tersebut hanyalah sekitar 43 persen hingga 44 persen dari total Produk Domestik Bruto Indonesia.

Jumlah itu juga masih lebih rendah jika dibandingkan dengan kapitalisasi pasar bursa Singapura dan Malaysia, yang mencapai 150 persen dari PDB.

Karena itu, ungkap Erry, pihaknya akan berusaha meningkatkan kapitalisasi pasar BEI hingga mencapai 100 persen dari PDB dalam kurun 2-3 tahun ke depan.

BEI, lanjut Erry, juga menargetkan mampu menambah jumlah emiten baru hingga 500 perusahaan, yang diminati minimal dua juta investor domestik, pada 2009 mendatang.

“Bahkan kami menargetkan BEI akan menjadi bursa terbesar di Asia dalam kurun 10 tahun mendatang,” ujar Dirut BES Bastian Purnama.

BEI sendiri akan secara resmi mulai beroperasi pada 30 November mendatang atau sebulan setelah penandatanganan akta pendirian dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang diadakan pada 30 Oktober.

BEI nantinya akan memperdagangkan seluruh produk investasi baik yang dimiliki BEJ maupun BES, seperti Kontrak Opsi Saham (KOS) Exchange Traded Fund (ETF), obligasi maupun kontrak derivatif LQ-45 Futures.

Manajemen BEI akan terdiri dari gabungan manajemen BEJ dan BES di bawah pimpinan Erry Firmansyah. Manajemen ini akan memimpin BEI hingga masalah peralihan selesai atau pada 2009.

Sementara terkait dengan nasib emiten yang hanya tercatat di BES atau single listing, Bastian mengatakan, secara natural maka emiten tersebut akan tetap tercatat ke dalam BEI, dan mengikuti segala aturan yang ada dalam BEI.

Menanggapi berdirinya BEI, pengamat pasar modal Felix Sindhunata menilai, kemungkinan bursa baru tersebut akan mengalami resistensi jangka pendek dari pelaku pasar modal.

Namun hal tersebut tidak akan menjadi masalah, karena hanya menyangkut persoalan kebiasaan dan pengenalan dari pelaku pasar saja.

Tantangan terbesar, menurut Felix, justru kemungkinan akan datang dari dalam. Pasalnya, penggabungan dua bursa yang memiliki karakter dan budaya berbeda akan memiliki dampak manajemen yang cukup besar.

Media Indonesia

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: