MINYAK GORENG, Subsidi Ditetapkan Rp2.500/Liter

Pemerintah menyubsidi harga minyak goreng sebesar Rp2.500/liter bagi masyarakat berpendapat rendah di seluruh kabupaten dan kota Indonesia.Dalam tahap awal, total alokasi subsidi mencapai Rp25 miliar. ”Di setiap kabupaten/kota, harga minyak goreng akan berbeda, tetapi masyarakat miskin akan mendapat potongan harga sebesar Rp2.500/ liter,” ujar Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Ardiansyah Parman seusai rakor teknis pelaksanaan penyaluran minyak goreng di Jakarta,kemarin.

Data Depdag per 10 September 2007 menunjukkan, harga minyak goreng curah (tanpa merek) di setiap provinsi berbeda, dengan selisih harga mencapai Rp1.000/liter. Di kota Medan, harga minyak goreng tercatat sebesar Rp8.000/liter, Yogyakarta Rp8.500/liter, Semarang Rp 8.600/liter,Bandung Rp8.725/ liter,dan Jakarta Rp 9.400/liter.

Ardiansyah mencontohkan, apabila harga minyak goreng di Yogyakarta sebesar Rp8.500, masyarakat miskin cukup membeli minyak goreng dengan seharga Rp6.000. Dalam pelaksanaan, nanti masingmasing kepala keluarga (KK) akan mendapatkan jatah sebesar 2 liter. ”Pertimbangannya 2 liter/KK karena konsumsi masyarakat per kapita per tahun mencapai 10 liter,” jelasnya.

Penyaluran minyak goreng untuk masyarakat miskin ini dilakukan melalui pasar murah. Pada tahap pertama akan digelar pada pertengahan bulan puasa. Sementara tahap kedua akan digelar dua minggu setelah Lebaran. ”Untuk dua tahap pertama akan dikucurkan sebesar Rp25 miliar, sedangkan sisa Rp300 miliar masih dalam pembahasan. Memang program ini belum mampu meng-cover seluruh rakyat miskin, tetapi diutamakan bagi yang paling miskin,” paparnya.

Dari dua tahap pasar murah ini, pemerintah akan menggelontorkan minyak goreng sebanyak 10 juta liter. Alokasi minyak goreng ini disesuaikan dengan rasio proporsional jumlah rumah tangga miskin di tiap kabupaten dan kota. Menurutnya, penggelontoran minyak goreng ini tidak untuk menurunkan harga minyak goreng di dalam negeri, tetapi dikhususkan untuk meringankan beban rakyat miskin.

Sementara itu, Direktur Bina Pasar dan Distribusi Depdag Gunaryo mengatakan, program ini relatif tidak bisa diselewengkan. Sebab, setiap masyarakat akan mengetahui perkembangan harga minyak goreng di pasar. ”Aturannya jelas, harga minyak goreng di pasar dipotong Rp2.500.Kita baru akan cairkan dana apabila pasar murah sudah terlaksana. Jadi pertanggungjawabannya jelas,”tutur dia.

Seputar Indonesia

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: