Newmont Mulai Tawarkan Divestasi B2B

PT Newmont Pacific Nusantara (NPN) mulai menawarkan divestasi sahamnya sebesar 3% kepada perusahaan-perusahaan nasional.Hal itu dilakukan setelah memundurkan tiga kali batas waktu penawaran divestasi kepada pemerintah, tapi tetap tidak mendapatkan respons yang cukup memuaskan.

Dirut NPN Martiono Hadianto di Jakarta, Selasa (11/9), mengatakan setelah pengajuan terakhir, berupa penawaran pembiayaan pada 10 Agustus 2007 yang mendapat penolakan dari Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB), maka sekarang NPN mulai menawarkan 3% saham yang seharusnya dilepas tahun 2006 dengan nilai US$109 juta kepada perusahaan nasional, melalui mekanisme business to business (b2b).

“Kalau dalam 30 hari, pemerintah jawab mau beli, tapi dalam 90 hari belum bisa bayar, maka langsung b2b. Jika, dalam 30 hari tidak beri tahu apa-apa atau menolak maka juga langsung b2b. Kalau dilihat dari urutan mestinya sekarang sudah masuk dalam tahap b2b,” papar Martiono.

Sesuai dengan aturan kontrak karya, PT NPN sudah mengirimkan surat penawaran ketiga pada 13 Februari 2007 kepada pemerintah daerah. Newmont juga sudah mengundurkan batas waktu jawaban yang seharusnya 13 Maret, menjadi 8 Mei 2007.

Untuk membantu pemerintah daerah membeli divestasi saham 3%, PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) juga menawarkan skema pembiayaan jangka panjang tanpa risiko kepada NTB, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dan kabupaten Sumbawa (KS) untuk membeli saham NNT tanpa melibatkan pihak komersial lainnya.

Tawaran pinjaman saham yaitu penambahan dana tetap sebesar US$ 333,333 per tahun bagi setiap persen saham yang dibeli pemerintah. Atas tawaran tersebut, KSB meminta tambahan waktu sementara KS melalui pemerintah provinsi NTB menolak usulan ini.

KSB meminta waktu perpanjangan selama 30 hari, terhitung sejak 30 Agustus 2007. Alasannya, KSB masih melakukan pertimbangan atau due deligence (uji kelayakan) karena mereka mendapatkan penawaran pinjaman dana dari pihak lain.

Menurut Martiono, mengacu pada ketentuan kontrak karya, maka PT NNT menyatakan penawaran divestasi 3% saat ini sudah memasuki tahap b2b. Sehingga, permintaan perpanjangan waktu yang diminta oleh KSB kemungkinan tidak akan dikabulkan. Meski waktu penetapan untuk penawaran b2b masih menunggu keputusan para pemegang saham PT Newmont Pacific Nusantara.

“Pemegang sahamnya sedang di luar negeri. Tapi batas waktunya 2007 ini,” kata Martiono.

Martiono menambahkan, karena penawaran divestasi sifatnya b to b, maka penunjukan pemenang akan dilakukan melalui proses tender.

Terkait dengan jumlah divestasi saham 3%, kata Martiono, karena sudah b to b, kemungkinan akan berubah dari jumlah saat ini senilai US$109 juta.

Pasalnya, jumlah tersebut merupakan hasil kesepakatan dengan pemerintah jika divestasi dilakukan kepada pemerintah.

Sementara untuk b2b, penawaran harga akan ditentukan berdasarkan asumsi ekspektasi harga emas dan tembaga selama tujuh atau delapan tahun, asumsi biaya penambangan dan produksi, dan asumsi kemungkinan pembukaan tambang baru.

Juru Bicara PT Newmont Pacific Nusantara Rubi W Purnomo mengatakan, saat ini sudah ada beberapa perusahaan swasta nasional yang menyatakan minatnya pada divestasi saham 3% ini. Bahkan prosesnya sudah mencapai letter of intent.

Perusahaan nasional yang telah menyatakan minatnya untuk membeli saham NPN diantaranya PT Bumi Resources Tbk dan PT Pukuafu Indah.

Lebih lanjut Martiono mengatakan, meski PT Pukuafu Indah ikut memegang saham NNT sebesar 20%, namun perusahaan itu tidak akan mendapatkan hak istimewa dalam proses b2b. Sebab, dalam aturan kesepakatan kerjasama (joint venture agreement), dan kontrak karya, tidak disebutkan mengenai hak tersebut.

Selain divestasi saham 3% yang sudah kelewat batas waktu penawarannya, penawaran saham yang 7% dikatakan Martiono juga sudah telah melewati tenggat waktu sejak Maret lalu.

Meski demikian, Martiono tidak bisa mengatakan sekarang, apakah saham yang 7% itu juga akan ditawarkan melalui b2b.

“Kita untuk yang itu masih menunggu keputusan dari pemerintah,” tandasnya.

Sesuai dengan aturan kontrak karya, sebesar 51% saham PT NNT yang dimiliki pihak asing secara bertahap ditawarkan untuk dijual kepada Pemerintah Indonesia. Proses divestasi itu sudah harus dimulai tahun 2006 dan selesai tahun 2010.

Saham yang akan dilepas sebesar 10% terdiri atas 3% saham yang seharusnya dilepas tahun 2006 dengan nilai US$109 juta dan 7% saham yang harus dilepas tahun 2007 dengan nilai US$282 juta.

Divestasi 3% sudah mengalami kemunduran hingga tiga kali itu sudah dilakukan sejak tahun 2006, sedangkan saham sebesar 7% baru dilakukan tahun ini.

Tawaran yang diajukan Newmont adalah Provinsi NTB mendapat 2% dari divestasi 7%, Kabupaten Sumbawa mendapat 3% yang terdiri dari 1,5% dari divestasi 3% dan 1,5% dari 7%, Kabupaten Sumbawa Timur mendapat 1% dari divestasi 7%, dan 4% lainnya ke swasta.

Media Indonesia

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: