PLN Perbanyak Pembangkit MFO, Turunkan Konsumsi BBM

PT PLN (Persero) pada 2008 berencana menambah program konversi sejumlah pembangkitnya yang sebelumnya berbahan bakar solar (high speed diesel/HSD) menjadi minyak bakar (marine fuel oil/ MFO). Hal itu dimaksudkan untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) menjadi 6,6 juta kiloliter (KL) pada tahun depan.Direktur Pembangkitan dan Energi Primer Ali Herman Ibrahim di Jakarta, Selasa (11/9), mengatakan kenaikan konsumsi BBM pada tahun ini menjadi 9 juta KL dari target semula yang hanya 7,6 juta KL, bisa ditekan pada tahun depan dengan menambah program konversi MFO di sejumlah pembangkitnya.

“Yang tadinya belum pakai MFO, maka akan kita gunakan MFO. Pokoknya, sebanyak-sebanyaknya kita akan pakai MFO,” kata Ali.

Sejauh ini, pembangkitnya yang sudah berkonversi menggunakan MFO adalah PLTD Tanjung Pinang, Bangka, Bima, Mataram dan Maluku.

“Kalau sudah berkonversi menjadi PLTD, maka kita dapat menghemat BBM 1,5 juta KL dibandingkan dengan HSD,” katanya.

Secara perbandingan harga, MFO juga jauh lebih rendah dari HSD. Harga MFO nantinya akan berkisar Rp3.500/liter, sementara HSD mencapai Rp6.000/liter.

“Nanti ke depannya, kita harap hanya tinggal tiga juta KL saja HSD yang kita gunakan,” harap Ali.

Berdasarkan keterangan Ali, kenaikan konsumsi BBM pada 2007 ini karena adanya sejumlah gangguan di pembangkit listrik tenaga gas, sehingga harus diganti dengan BBM, di antaranya PLTU Tanjung Jati, Cilacap, dan Cilegon. Tambahan BBM itu mencapai 800.000 KL. Setengahnya adalah jenis MFO (marine fossil oil) dan sisanya HSD (high speed diesel).

Sebelumnya Kepala Humas PLN Ario Subijoko mengatakan, target pengubahan HSD ke MFO tahun 2007 yang sebesar 657 Mw. Menurutnya, jika seluruh 647 MW telah diubah ke MFO maka penghematannya akan menjadi Rp1,78 triliun/tahun.

Ia menjelaskan, pemakaian MFO lebih murah sekitar Rp2.000/liter dibandingkan HSD, dengan asumsi harga minyak sebelum kenaikan bulan Juli 2007.

Menurut keterangan Ario, program MFO terakhir dilakukan di PLTD Ampenan berkapasitas 49 Mw.

Proses MFO PLTD Ampenan ini telah berlangsung sejak Oktober 2007 terhadap tujuh dari delapan unit pembangkitnya.

“Pengubahan bahan bakar PLTD Ampenan itu mampu menghemat biaya Rp263 juta/hari atau Rp96 miliar/tahun,” ujarnya.

Ario menambahkan, selain penghematan pemakaian MFO juga mampu meningkatkan efisiensi PLTD Ampenan dengan menurunkan specific fuel consumption (SFC) hingga 4%.

Lebih lanjut, Ario mengatakan, MFO-nisasi akan terus dilakukan PLN secara berkelanjutan sebagai upaya efisiensi dalam menekan biaya pembangkitan dan secara langsung akan memperbaiki kondisi keuangan PLN sebagai perusahaan BUMN Pemegang Kuasa Usaha Kelistrikan (PKUK).

“MFO-nisasi PLTD Ampenan merupakan langkah nyata upaya PT PLN (Persero) untuk meningkatkan efisiensi di tubuh PLN serta memperbaiki kinerja keuangannya secara berkesinambungan dan mendorong tercapainya visi 75-100,” imbuhnya.

Media Indonesia

Iklan

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: