Sistem Resi Gudang Janjikan Margin 20%

Sistem resi gudang memberikan keuntungan bagi petani hingga 20%. Sedangkan biaya yang dibutuhkan untuk pengelola gudang hanya 2%.”Dengan sistem ini petani bisa memperoleh keuntungan hingga 20%. Soalnya, petani bisa mengatur agar menjual komoditasnya. Jadi tidak harus menjual pada masa panen saat harganya rendah,” kata Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Suryadharma Ali pada paparannya dalam sosialisasi sistem resi gudang di Karawang, Selasa (11/9).

Menurut Suryadharma, sistem ini memberikan pilihan bagi petani dalam menjual hasil panennya. Hal inilah potensi yang bisa memberikan margin hingga 20%. Selain itu, petani juga mendapatkan akses yang lebih mudah pada permodalan. Pasalnya, sampai kini harus diakui petani dan UKM sangat kesulitan dalam mengakses pembiayaan.

Lebih lanjut, Suryadharma menjelaskan sistem ini tidak hanya diperuntukan bagi petani sawah semata. Akan tetapi, petani tambak dan pengrajin pun bisa memanfaatkannya.

Saat ini KemenegKop UKM telah menyediakan berbagai bantuan. Salah satu bantuan tersebut berupa dana komoditas yang dikelola PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI).

Skemanya menggunakan sistem yang sama dengan resi gudang. Dengan dana yang sifatnya bergulir ini diharapkan koperasi dan UKM bisa semakin berdaya.

“Dengan bergulirnya dana ini diharapkan semakin banyak yang memperoleh manfaatnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Departemen Perdagangan Titi Hendrawati mengatakan resi gudang merupakan pengamanan pascapanen.

Sistem ini telah diperkuat dengan keluarnya UU No 9/2006 tentang Sistem Resi Gudang. Apalagi dengan keluarnya Peraturan Bank Indonesia, memungkinkan resi gudang menjadi agunan.

Namun, Titi mengingatkan sistem ini hanya berjalan di level pascapanen. Sedangkan, untuk prapanennya perlu ada instrumen lain.

Instrumen yang ada saat ini masih terpisah yang dikelola baik oleh KemenegKop UKM maupun Departemen Pertanian. Salah satu, pengamanan prapanen yang ada ialah skema dana komoditas.

“Pengamanan pascapanen tidak bisa dilakukan tanpa pengamanan prapanen,” katanya.

Titi menambahkan, sistem resi gudang ini bukan saja memudahkan petani mengakses permodalan. Akan tetapi, memudahkan petani dalam menjual barangnya. Pasalnya, saat ini sistem resi gudang sudah bisa diperjual belikan. Selain itu, saat ini sudah banyak bank yang mulai menjalankan sistem ini.

Namun, ia mengakui sistem ini masih perlu sosialisasi untuk memperkenalkan bukan saja bagi pengguna seperti petani tapi juga bagi perbankan dan pengelola gudang.

Dalam peluncuran sistem ini, Kabupaten Karawang mulai menerapkan sistem resi gudang untuk komoditas gabah.

Pelaksanaan sistem ini diujicobakan di KUD Warga Bakti. Sedangkan di Indramayu dilakukan di KSU Gapokwasmas Mitra Usaha.

Pada kesempatan itu, MenegKop UKM berkesempatan menerima resi gudang. Di samping itu dilakukan penyerahan dan perkuatan teknologi kepada pengerajin bola Majalengka sebesar Rp250juta.

Bantuan lainnya berupa alat pengering gabah seharga Rp200 juta dan bantuan pengembangan usaha jamur sebesar Rp200 juta.

Media Indonesia

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: