Sun Life Genjot Bisnis Bankassurance

PT Sun Life Finansial Indonesia menargetkan peningkatan porsi premi melalui bankassurance dari 15% menjadi 25% di akhir tahun 2007.Jumlah nasabah bank di Tanah Air yang mencapai 40 sampai 45 juta nasabah, dipandang menjadi pasar potensial bagi bisnis bankassurance tersebut.

Hal itu dikemukakan Presdir PT Sun Life Finansial Indonesia Barry Halpern di sela seminar mengenai investasi di Jakarta, Senin (10/9).

Ia mengatakan, hingga kini kontribusi premi Sun Life melalui produk bankassurance yang diluncurkannya 18 bulan lalu mencapai 15%-20% dari total premi yang ada.

Sedangkan sebagian besar premi didistribusikan melalui agen. Per kuartal II 2007, pendapatan premi Sun Life tumbuh 25% year on year mencapai Rp391,66 miliar.

Saat ini, Sun Life telah bekerjasama dengan Standard Chartered Bank, BCA, BNI, Citibank dan GE Money dalam memasarkan produk asuransi jiwanya.

Ke depan, Halpern mengatakan pihaknya akan mengembangkan jalur distribusi non-keagenan ini secara agresif dengan menggandeng lembaga keuangan lainnya untuk mengejar pertumbuhan premi.

“Kita telah mengadakan pembicaraan dengan beberapa patner lain untuk bankassurance secara berkesinambungan, tapi belum bisa saya katakan siapa. Kita tidak pasang target berapa bank yang akan kita ajak kerjasama. Idealnya tentu seluruh bank,” ujar Halpern.

Ia optimistis target Sun Life tersebut akan tercapai mengingat pasar industri asuransi di Indonesia yang masih relatif kecil sehingga peluang mengeksplorasi pasar masih terbuka lebar.

Hingga akhir 2006 saja, jelasnya, penetrasi asuransi di Tanah Air baru mencapai 0,8% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Padahal di negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, penetrasi asuransi mencapai 3,2% dan 5,4% dari PDB.

Di sisi lain, Halpern mengatakan bisnis bankassurance ini juga menjadi sarana bagi bank untuk meningkatkan perolehan pendapatan non bunga (fee based income) dan memperkuat pencitraan bank.

Namun ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan kompetensi bagi staf bank dalam memasarkan produk bankassurance sebagai salah satu tantangan.

Dengan potensi-potensi yang ada, Halpern memprediksi pertumbuhan bankassurance di Indonesia akan mencapai 30% per tahun dengan kontribusi sebesar 20% terhadap total premi industri.

Vice President Business Development Sun Life Financial Asia Lingde Hong menambahkan, bankassurance merupakan produk inovasi yang sesuai bagi kebutuhan nasabah yang semakin meningkat.

“Peningkatan permintaan nasabah akan produk keuangan untuk proteksi dan wealth harus dijawab dengan sinergi perusahaan asuransi dan bank untuk melahirkan produk inovasi yang tepat,” tandasnya.

Media Indonesia

Iklan

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: