BPH akan tambah wilayah distribusi niaga BBM PSO

BPH akan tambah wilayah distribusi niaga BBM PSO

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) berencana menambah wilayah distribusi niaga (WDN) penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi (public service obligation/PSO) menjadi 30 wilayah.

Kepala BPH Migas Tubagus Haryono Minggu (21/10), mengatakan penambahan WDN dimaksudkan untuk memudahkan pendistribusian BBM. Sebab, selama ini PT Pertamina (Persero) mengeluhkan WDN yang terlampau besar.

Selama ini BPH membagi pendistribusian BBM PSO dalam empat wilayah distribusi niaga (WDN). Yakni, wilayah I untuk Sumatera, II untuk Jawa dan Bali, III untuk Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Irian Jaya, serta IV untuk NTT dan NTB.

Menurut Tubagus, Pertamina selama ini mengaku cukup sulit menangani wilayah distribusi yang terlampau besar. Karenanya, ada usulan untuk pembagian wilayah distribusi niaga dibuat berdasarkan provinsi. Dengan demikian, diperkirakan WDN nantinya bisa berjumlah lebih dari 30.

Lebih lanjut, Tubagus mengatakan rencananya dalam waktu dekat BPH akan mengundang para stakeholder dan pihak terkait untuk merapatkan penambahan WDN.

Sebagian dana subsidi minyak goreng akan digunakan untuk riset industri hilir CPO

Pemerintah akan menggunakan sebagian dana subsidi minyak goreng 2008 sebesar Rp600miliar untuk penelitian pengembangan industri hilir minyak kelapa sawit (CPO).

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Departemen Perdagangan, Ardiansyah Parman, Jumat (19/10) mengungkapkan bahwa ada rencana untuk mengembalikan PE (Pungutan Ekspor) dalam bentuk riset untuk pengembangan industri pengolahan CPO di dalam negeri. Namun, pemerintah belum memutuskan besaran dana subsidi yang akan digunakan untuk program penelitian.

Menurut Ardiansyah, dana subsidi minyak goreng tersebut tidak akan digunakan hanya untuk pasar murah dan untuk menanggung Pajak Pertambahan Nilai (PPN) penjualan minyak goreng dalam negeri.

Dalam APBN 2008, pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi minyak goreng sebesar Rp 600 miliar, yang akan diberikan melalui skema pasar murah dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah (DTP).

Sumber subsidi adalah penerimaan negara yang berasal dari pungutan ekspor CPO.

Penyediaan subsidi, selain diharapkan dapat langsung menyentuh dan mengurangi beban hidup masyarakat, juga dimaksudkan untuk membantu menstabilkan harga minyak goreng dalam negeri.

Harga minyak dunia melambung, kalangan industri naikkan harga produk 5 – 18%     
 
Kenaikan harga minyak mentah dunia yang sempat menembus USD90 per barel memberatkan kalangan industri di dalam negeri dan rencananya akan menaikkan harga komoditas berkisar 5 – 18 persen.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Djimanto, Minggu (21/10) menyatakan kenaikan harga minyak mentah dunia berdampak langsung pada biaya produksi dan secara langsung mengakibatkan naiknya harga produk akhir berkisar antara 5 – 18 persen.

Menurut Djimanto, akibat lebih lanjut dari kenaikan harga minyak mentah dunia ini, akan menyusutkan komoditi para pengusaha dan pelaku industri.

Kepada Pemerintah, Djimanto menghimbau agar dilakukan evaluasi terhadap kenaikan harga minyak dunia. Karena, jika tidak dilakukan maka akan berdampak pada menyusutnya industri dalam negeri.

PLN Teken 9 Kontrak Jual Beli Listrik untuk Luar Jawa

Sembilan kontrak jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) dengan pengembang proyek pembangkit listrik swasta (independent power producer/IPP) akan ditandatangi PT PLN (Persero) pada akhir Oktober 2007.

Deputi Direktur Pengelolaan IPP PLN Nasri Sebayang, Minggu (21/10) mengungkapkan sembilan proyek pembangkit listrik swasta ditujukan untuk memenuhi kebutuhan listik di luar Pulau Jawa dan juga merupakan bagian dari rencana PLN membangun pembangkit melalui pola IPP sebesar 30.119 MW hingga tahun 2015.

Kesembilan proyek yang akan ditandatangani adalah PLTU Kaltim 2×60 MW, PLTA Poso-1 160 MW, PLTU Molotabu, Gorontalo 2×10 MW, PLTU Nunukan, Kaltim 2×10 MW, PLTU Palu 2×10 MW, PLTP Sarulla 3×110 MW, PLTU Minahasa 2×50 MW, PLTU Baturaja, Sumsel 2×100 MW dan PLTU Simpang Blimbing, Sumsel 2×113 MW

Menurut Nasri, setelah menandatangani PPA, pengembang diwajibkan menyelesaikan kewajiban keuangan financial closing paling lama 12 bulan dengan menyerahkan uang jaminan antara 1-2,5 persen dari nilai proyek dan dalam waktu 12 bulan, pengembang tidak dapat menyelesaikan ifinancial closing maka uang jaminan akan hilang,” katanya

Lebih lanjut Nasri menjelaskan, setelah selesai financial closing, pengembang akan melakukan pekerjaan konstruksi selama 30-36 bulan untuk pembangkit berkapasitas di atas 100 MW. sedangkan untuk pembangkit di bawah 100 MW bisa diselesaikan selama 24 bulan. 

Presiden Terima Presiden Palestina, Senin

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Senin (22/10) dijadwalkan akan menerima kunjungan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Istana Merdeka.

Mensesneg Hatta Rajasa, Jumat (21/10) menyatakan kedatangan Mahmoud Abbas ke Indonesia merupakan penjadwalan ulang yang diagendakan bulan Mei lalu, namun dibatalkan.

Dalam kunjungan ke Indonesia, Abbas rencananya akan melakukan pertemuan dengan para pejabat pemerintah dan berbagai elemen masyarakat seperti tokoh agama, pemuka masyarakat, para pengusaha, dan wartawan.

Sumber ledakan Salatiga berasal dari petasan bambu

Kapolresta Salatiga, AKBP Ahmad Haydar Minggu (21/10) menjelaskan, sumber ledakan di rumah Jl Imam Bonjol, Salatiga, Jawa Tengah, Minggu pagi pukul 03.40 WIB berasal dari petasan bambu berukuran besar karena ada serpihan bambu dan kertas di lokasi ledakan.

Menurut Haydar, petasan diduga kuat dilempar orang dari jalan, namun dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa atau terluka.

Haydar lebih lanjut menjelaskan, masyarakat sekitar menyebut petasan itu dengan “mercon bumbung” karena ada potongan bambu yang dipakai untuk membuat petasan.

Hingga kini, Polresta Salatiga telah meminta keterangan beberapa saksi termasuk pemilik rumah, Zainuri..

Sutiyoso Dekati Partai Menengah

Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menggalang dukungan dengan merangkul partai-partai menengah.

Sutiyoso Minggu (21/10) mengungkapkan sudah mendekati Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Menurut Sutiyoso, hal tersebut dilakukan karena partai menengah butuh koalisi untuk maju dalam pemilihan presiden, sedangkan partai besar tentunya akan mencalonkan ketua umumnya menjadi calon presiden.

Lebih lanjut Sutiyoso menjelaskan, dirinya sudah memulai untuk melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada berbagai pihak dan sejauh ini, Sutiyoso mengaku memiliki visi dan pandangan yang sejalan dengan PAN.

Sejumlah partai baru, diakui Sutiyoso sempat datang untuk meminang. Namun ia menolak dan lebih suka mencari mencari dukungan dari partai yang sudah ada.

Iklan

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: