Sjafrie: perlu pembenahan internal di Dephan

] Sjafrie: perlu pembenahan internal di Dephan
] Importir wajib mendaftar mulai 1 Desember 2007
] Kepemilikan SUN oleh Asing Meningkat
] BRI catat laba bersih Rp3,618 triliun
] Cadangan Devisa Capai 54,3 dolar AS
] Bank Mega terbitkan obligasi subordinasi Rp1 triliun
] Terminal BBM Oiltanking Beroperasi November 2008
] Harga BBM industri naik 2,9-6,4 persen
] XL raih pendapatan Rp5,4 triliun

] Sjafrie: perlu pembenahan internal di Dephan

Sekjen Departemen Pertahanan (Dephan) Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin Rabu (31/10) mengatakan Dephan perlu melakukan pembenahan internal untuk memaksimalkan pemanfaatan anggaran terutama dalam pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI.

Menurut Sjafrie, pembenahan internal lebih utama dilakukan dengan menginventarisasi kelemahan dan bagaimana menindaklanjutinya.

Sejumlah kelemahan yang perlu dibenahi antara lain kelemahan personel, dimana kalau ada oknum yang melanggar aturan maka akan ditindak dan kelemahan regulasi jika ada kelemahan regulasi, maka akan dilakukan atau pengaturan ulang (deregulasi).

] Importir wajib mendaftar mulai 1 Desember 2007

Pemerintah mewajibkan seluruh importir mendaftarkan diri ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mulai 1 Desember 2007.

Kepala Biro Humas Departemen Keuangan Samsuar Said, Selasa (30/10), mengatakan, Ditjen Bea dan Cukai dapat menerima atau menolak permohonan registrasi importir. Sedangkan keputusannya harus terbit dalam waktu 30 hari kerja sejak formulir isian registrasi diterima petugas Ditjen Bea dan Cukai secara lengkap.

Menurut Samsuar, bila permohonan registrasi diterima, Ditjen Bea dan Cukai akan memberikan Nomor Identitas Kepabeanan (NIK) yang disampaikan dalam surat pemberitahuan registrasi. Namun, jika ditolak, Dirjen Bea dan Cukai wajib memberitahukan penolakan itu dengan disertai alasan penolakan melalui media elektronik.

Saat ini, importir yang terdaftar di Ditjen Bea dan Cukai serta Departemen Perdagangan sebanyak 15.000. Namun, importir yang masih aktif 9.000 karena 6.000 importir lainnya sudah diblokir.

] Kepemilikan SUN oleh Asing Meningkat

Data Direktorat Surat Berharga Negara Ditjen Pengelolaan Utang Depkeu, Rabu (31/10) mengungkapkan posisi kepemilikan surat utang negara (SUN) oleh pihak asing per 26 Oktober 2007 mengalami kenaikan Rp0,04 triliun dibanding posisi akhir September 2007.

Pihak asing terdiri atas bank, perbankan swasta, reksadana dan sekuritas. Yang mayoritas melakukan pembelian SUN pada kelompok seri mid term (jangka menengah).

Pada akhir September 2007 kepemilikan SUN oleh asing mencapai Rp79,59 triliun dan pada 26 Oktober Rp79,64 triliun, sedangkan pada 19 Oktober sebesar Rp82,17 triliun.

Jika dilihat dari persentase, kepemilikan SUN oleh asing pada akhir September 2007 mencapai 16,85 persen dari total SUN, pada 19 Oktober 17,39 persen dan pada 26 Oktober mencapai 16,86 persen.

Total SUN per 26 Oktober 2007 mencapai Rp472,41 triliun, yang dimiliki oleh bank (bank BUMN, bank swasta rekap, bank non rekap, dan BPD) sebesar Rp266,22 triliun, dimiliki oleh institusi pemerintah/Bank Indonesia sebesar Rp14,50 triliun, dan oleh pihak non bank Rp191,70 triliun.

] BRI catat laba bersih Rp3,618 triliun

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) membukukan laba bersih konsolidasi hingga kuartal III 2007 sebesar Rp3,618 triliun. Jumlah laba naik 16,59% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp3,104 triliun.

Direktur Kepatuhan dan Managemen Resiko Lenny Sugihat, Rabu (31/10) menyatakan kenaikan laba bersih didorong peningkatan penyaluran kredit yang mencapai Rp105,553 triliun, meningkat 21,76% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp86,691 triliun.

Menurut Lenny, kenaikan laba bersih juga ditopang oleh naiknya pendapatan bunga hingga kuartal III yang mencapai Rp17,154 triliun, atau meningkat 10,15% dibandingkan tahun sebelumnya Rp15,573 triliun.

Pendapatan bunga meningkat setiap tahunnya, didorong oleh penyaluran kredit BRI yang menyumbang 77,65% total pendapatan bunga. Selain itu, hingga kuartal III, outstanding kredit telah mencapai Rp105,553 triliun. Jumlah ini meningkat 21,76% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp86,691 triliun.

] Cadangan Devisa Capai USD 54,3 miliar

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S. Goeltom, Rabu (31/10) menuturkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2007, sebesar USD 54,3 miliar atau setara dengan 5,3 bulan impor ditambah pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Perbaikan kinerja juga ditunjukkan oleh perbankan. Hingga Agustus, total kredit perbankan meningkat 21,2 triliun atau tumbuh 21,79 persen (yoy). Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) meningkat hingga Rp 13,4 triliun, sehingga loan to deposite ratio mencapai 67,3 persen.

] Bank Mega terbitkan obligasi subordinasi Rp1 triliun

Untuk pertama kalinya PT Bank Mega Tbk menerbitkan obligasi subordinasi yang ditawarkan kepada umum sebesar Rp1 triliun dengan jangka waktu 10 tahun dan opsi beli pada hari bank pertama setelah ulang tahun ke-5.

Dalam rilis yang dikeluarkan Rabu (31/10) Bank Mega menawarkan tingkat bunga kupon pertama sebesar 250 Bps hingga 335 Bps dari FR 23 dan bunga akan dibayarkan setiap tiga bulan sekali.

Bertindak sebagai underwriter adalah PT Mega Capital Indonesia, PT Standard Chartered Securities Indonesia dan PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas.

] Terminal BBM Oiltanking Beroperasi November 2008

Perusahaan minyak asal Jerman, Oiltanking akan mulai mengoperasikan terminal penyimpan bahan bakar minyak (BBM) dan gas di Merak, Jawa Barat November 2008.

Presiden Oiltanking Asia Pacific Rutger van Thiel, Rabu (31/10) mengungkapkan saat ini PT Rotary Engineering Indonesia dan PT McConnell Dowell Indonesia yang menjadi dua kontraktor utama proyek ini, telah memulai pekerjaan pembangunan fasilitas tangki, jalur pipa, dermaga, dan anjungan muat truk pengangkut (truck loading bays).

Fase pertama pembangunan area seluas 282.500 cmb (kubik meter) akan digunakan untuk menangani rangkaian lengkap produk minyak dan gas bumi.

Oiltangking adalah anak perusahaan dari Marquard & Bahis AG, perusahaan minyak swasta di Jerman. Oiltangking juga merupakan penyedia fasilitas penyimpanan tangki untuk minyak, bahan kimiawi, dan gas terbesar kedua di dunia.

Oiltangking memiliki dan mengoperasikan 74 terminal di 21 negara seperti Eropa, Amerika Utara, dan Selatan, Timur Tengah, India, dan juga Asia dengan total daya kapasitas simpan sebesar 12 juta kubik meter.

] Harga BBM industri naik 2,9-6,4 persen

PT Pertamina menetapkan mulai 1 November 2007 harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi untuk industri naik berkisar 2,9 – 6,4 persen. Kenaikan harga disebabkan MOPS (Mid Oil Platts Singapore) mengalami kenaikan berkisar antara 5,3 – 9,3 persen.

Dalam Surat Keputusan Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) No. Kpts – 681/F00000/2007-S0 tentang Harga Jual Keekonomian Bahan Bakar Minyak Pertamina pada tanggal 30 Oktober 2007.

Harga premium naik 3,4 persen, minyak tanah naik 3,4 persen, minyak solar naik 3,7 persen, minyak diesel naik 2,9 persen, dan minyak bakar naik 6,4 persen.

Kenaikan harga patokan BBM di Singapura tersebut tertekan oleh nilai tukar rupiah yang menguat 2,7 persen dari perhitungan bulan lalu.

Sedangkan harga BBM bersubsidi bagi transportasi umum dan rumah tangga, serta usaha kecil, tidak mengalami kenaikan dan tetap sebesar Rp4.500 per liter untuk premium dan Rp4.300 per liter untuk solar.

Untuk harga bahan bakar khusus (BBK) seperti pertamax, pertamax plus, pertamina dex dan biopertamax pada November 2007, juga tidak mengalami perubahan, masih mengikuti Surat Keputusan Direktur Pemasaran dan Niaga No. Kpts-652/F00000/2007-S0 tanggal 27 September 2007.

] XL raih pendapatan Rp5,4 triliun

Operator seluler PT Excelcomindo Pratama Tbk atau XL hingga kuartal ketiga 2007 membukukan pendapatan usaha sebesar Rp5,4 triliun, atau meningkat 32 persen dibanding periode yang sama pada 2006 sebesar Rp4,1 triliun.

Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi, Rabu (31/10), mengatakan pencapaian itu merupakan hasil penerapan sejumlah program yang dijalankan selama sembilan bulan terakhir.

Program tersebut diantaranya tarif promo bebas Rp1 per detik untuk panggilan keluar ke semua pelanggan XL di seluruh Indonesia.

Menurut Hasnul, hasil langsung yang terlihat dari program promo bebas adalah peningkatan jumlah pelanggan mencapai 53 persen hingga akhir September lalu sekitar 12,8 juta dari 8,4 juta pelanggan pada 30 September 2006.

Hasnul menjelaskan hingga kuartal ketiga 2007, XL mencatat laba bersih sekitar Rp156 miliar, dari seharusnya yang dicapai sebesar Rp472 miliar.

Menipisnya laba bersih disebabkan keputusan manajemen perusahaan untuk membayar “withholding tax” atas bunga obligasi dalam bentuk dolar AS dengan tingkat suku bunga 20 persen dan denda sebesar Rp341 miliar untuk periode tahun 2004 hingga September 2007.

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: