Harga BBM Industri naik 10%

Pertamina menaikkan harga BBM non subsidi hingga 10% mulai 15 November 2007 dan akan kembali diubah setiap 2 minggu sekali.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal, Jumat (16/11) menyatakan kenaikan harga dilakukan karena fluktuasi kenaikan harga minyak mentah dunia yang semakin tinggi.

Menurut Faisal, mekanisme kenaikan yang terus diubah tiap 2 minggu sekali  akan dipertahankan sampai fluktuasi harga minyak mentah dunia mereda.

Surat Keputusan Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) No. Kpts – 741/F00000/2007-S0 tentang Harga Jual Keekonomian Bahan Bakar Minyak Pertamina Khusus Agen Bunker dan Agen BBM Industri tanggal 12 November 2007, menetapkan harga baru BBM Non Subsidi untuk Pelanggan khusus Agen Bunker dan Agen Industri per 15 November.

Harga BBM non-subsidi untuk industri yang terbaru per 15 November adalah:

1. Minyak solar transportasi: Rp 7.879,80 (wilayah 1), Rp 8.113,25 (wilayah 2) dan Rp 8.285,75 (wilayah III).

2. Minyak solar industri: Rp 7.537,20 (wilayah 1), Rp 7.760,50 (wilayah 2), Rp 7.925,50 (wilayah 3).

3. Minyak diesel: Rp 7.401,90 (wilayah 1), Rp 7.562,50 (wilayah 2), Rp 7.723,10 (wilayah 3).

4. Minyak bakar: Rp 5.668,30 (wilayah 1), Rp 5.791,50 (wilayah 2), Rp 5.914,70 (wilayah 3).

Wilayah 1 : Harga berlaku Ex. Suplai Point (Depot/Transit Terminal) selain Batam, UPmsVII Makasar, Upms VIII Jayapura dan Propinsi NTT.

Wilayah 2 : Harga berlaku Ex. Suplai Point (Depot/Transit Terminal) di UPmsVII Makasar.

Wilayah 3 : Harga berlaku Ex. Suplai Point (Depot/Transit Terminal) di UPmsVIII Jayapura dan Propinsi NTT.

Untuk konsumen selain Agen BBM Bunker dan Agen BBM Imdistri tetap berlaku Surat Keputusan Direktur Pemasaran dan Niaga No. Kpts.-681/F00000/2007-S0.

Perubahan harga diatas disebabkan MOPS mengalami kenaikan berkisar antara 10,98 % hingga 12,66 % termasuk produk Mops Mogas 92 dan nilai tukar Rupiah melemah 0,22% dari perhitungan bulan lalu.

Harga BBM jenis Premium dan Solar bersubsidi bagi transportasi umum tidak mengalami perubahan dan tetap sebesar Rp 4.500/liter untuk Premium dan Rp 4.300/liter untuk solar. Sedangkan harga minyak tanah bersubsidi untuk masyarakat dan industri kecil tetap sebesar Rp 2.000/liter.

Selain itu, PT Pertamina (persero) juga menaikkan harga Bahan Bakar Khusus (BBK) untuk Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina DEX dan Biopertamax mulai Kamis, 15 November 2007. Kenaikan maksimal mencapai Rp 700.

Untuk harga Pertamax Plus terbaru adalah Batam Rp 7.000, UPms I Rp 7.650, UPms III RP 7.150, SPBU Bersaing Rp 7.100, UPms IV dan V Rp 7.350 dan UPmas VI Rp 7.500.

Sedangkan harga Pertamax adalah Rp 7.550, UPms II Rp 7.150, UPms III Rp 6.950, SPBU Bersaing Rp 6.900, UPms IV dan V Rp 7.150, Bali Rp 6.800, UPms VI Rp 7.050 dan Pms VII Rp 7.250.

Harga Pertamina DEX untuk UPms III dan V Rp 8.100. Harga BipPertamax untuk UPms III Rp 6.950, UPms V Rp 7.150 dan Bali Rp 6.800.

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: