Pengusaha Batu Bara Usulkan DMO

Pengusaha Batu Bara Usulkan DMO

Pengusaha batu bara anggota Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) mengusulkan mekanisme kewajiban pasok dalam negeri (domestic market obligation/DMO).

Ketua Umum APBI Jeffrey Mulyono, Selasa (25/12) mengungkapkan usulan mekanisme DMO dibuat berdasarkan persentase perbandingan antara kebutuhan dan total produksi batubara nasional setiap tahunnya.

Menurut Jeffrey, kalau tahun 2005 kebutuhan batu bara domestik sebesar 39,5 juta ton dan produksi nasional 153,4 juta ton, maka besar persentasenya adalah 25,75 persen.

Dengan adanya basis persentase, maka kewajiban DMO masing-masing perusahaan akan dihitung dari tingkat produksinya dan dikalikan besaran persentase.

Jeffrey mencontohkan, PT Kaltim Prima Coal (KPC) dengan hasil produksi tahun 2005 tercatat 27,65 juta ton, maka kewajiban DMOtahun 2005 sebesar 7,12 juta ton.

Kewajiban DMO merupakan amanat UU No 30 Tahun 2007 tentang Energi. dalam Pasal 5 UU disebutkan, untuk menjamin ketahanan energi nasional, pemerintah wajib menyediakan cadangan penyangga energi. dan untuk itu, diatur ketentuan mengenai jenis, jumlah, waktu, dan lokasi cadangan penyangga energi ditetapkan Dewan Energi Nasional.

Pada 2007, produksi batu bara Indonesia diperkirakan sebanyak 215 juta ton, dan 52 juta ton untuk konsumsi dalam negeri, atau  persentase DMO-nya sebesar 24,19%.

Sedang, untuk 2008, dengan perkiraan produksi 234 juta ton dan 55 juta ton di antaranya kemungkinan terserap di dalam negeri, maka angka DMO-nya adalah 23,5%.

Saat ini, tercatat 164 perusahaan tambang batu bara sudah berproduksi di Indonesia, terdiri 34 perusahaan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), 129 pemegang Kuasa Pertambangan (KP) dan satu BUMN yakni PT Tambang Batubara

Bukit Asam (BA).

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: