Depdag Temukan 7 Merek HP Ilegal

Depdag Temukan 7 Merek HP Ilegal

Departemen Perdagangan (Depdag) menemukan 7 merek handphone ilegal yakni yang belum disertai label sertifikasi, tidak menggunakan petunjuk berbahasa Indonesia dan tidak mencantumkan nomor pendaftaran barang (NPB).

Departemen Perdagangan, Jumat (18/01) mengeluarkan daftar merek handphone ilegal yakni I-Mobile 200, Sony Ericsson K700i, Nokia 6080, Nokia 3315, Sony Ericsson T290i, AYCALL 5200 dan HP CECT.

Selanjutnya, Depdag akan melakukan inspeksi di dua pusat perbelanjaan elektronik yaitu ITC Roxy dan ITC Cempaka Mas.

Sedangkan merek yang tidak menggunakan petunjuk berbahasa Indonesia adalah AYCALL 5200 dan HP CECT dan merek yang tidak mencantumkan NPB adalah I-Mobile 200, AYCALL 5200 dan HP CECT.

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

3 Responses to Depdag Temukan 7 Merek HP Ilegal

  1. bisot mengatakan:

    buset K700i, N 3315 perasaan gw pake HP itu dagh 4 tahun negh. Deperindag ngapain aja????

  2. dadang mengatakan:

    bagaimana tentang w350i

  3. dina mengatakan:

    iya nich, kerja depdag lambat………….
    trus gimana juga dengan handphone keluar baru yang berjibun banyaknya sekarang kayak My G, Mito, beyond dll

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: