tvOne, nama baru Lativi

tvOne, nama baru Lativi 

Lativi, stasiun tv swasta nasional milik PT Lativi Media Karya, akan mengganti namanya menjadi tvOne bertepatan dengan hari Valentine, 14 Februari 2008.

Menurut Erick Thohir, Direktur Utama tvOne, perubahan nama merupakan upaya strategi manajemen untuk memberikan sesuatu yang berbeda di industri pertelevisian Indonesia.

Rencananya, tvOne akan melakukan perombakan dalam jenis tayangan yang akan disajikan. Nantinya, tvOne akan fokus pada tayangan berita, olahraga dan hiburan, sesuai moto barunya yaitu, Informasi, Olahraga dan Hiburan.

Menurut Erick, untuk melakukan berbagai pembenahan internal termasuk program, tvOne telah menyiapkan alokasi dana sebesar Rp 1,3 triliun.

Sedangkan segmentasi pasar akan diubah, dari menengah-bawah menjadi menengah-atas. Sinetron, yang menjadi primadona program di sejumlah televisi swasta, tak akan ada di TVOne.

Jajaran manajemen tvOne antara lain Direktur Utama Erick Thohir, Wakil Direktur Utama Ardiansyah Bakrie, Direktur Pemberitaan, Olahraga dan Produksi Sukarni Ilyas, Direktur Teknik Alex Kumara, Direktur Keuangan Charlie Kasim dan Direktur Programming dan Marketing Otis Hahijary.

Erick menjelaskan bahwa Star TV, raksasa media Hongkong milik Rupert Murdoch, tidak termasuk dalam struktur kepemilikan Lativi Media Karya. pemilik lama yakni bekas Menteri Tenaga Kerja Abdul Latief melepas kepemilikannya karena akan fokus pada bisnis inti usahanya yakni Pasaraya.

Kepemilikan pun jatuh ke tangan Erick (Grup Mahaka) dalam konsorsium bersama dua pengusaha muda, Anindya Bakrie (Grup Bakrie) dan Rosan Perkasa Roeslani (Presiden Direktur Recapital).

Sukarni Ilyas yang akrab dipanggil Karni Ilyas, Direktur Pemberitaan, Olahraga dan Produksi tvOne menjelaskan program tvOne, 70 persen dari slot yang ada di isi dengan informasi, baik berupa hard news, straight news, maupun berita yang in-depth, termasuk news-magazine.

Salah satu terobosan yang masih dikaji adalah melakukan pemberitaan interaktif yang disajikan secara live, antara kantor pusat tvOne dengan kantor-kantor biro tvOne yang ada di berbagai kota di Indonesia.

Direktur Keuangan tvOne, Charlie Kasim, mengungkapkan, komposisi kepemilikan saham terdiri dari PT Visi Media Asia sebesar 49%, PT Redal Semesta 31%, Good Response Ltd 10% dan Promise Result Ltd 10%, keduanya merupakan investor asing.

Namun, komposisi kepemilikan saham di PT Lativi Media Karya pada bulan Maret 2008 akan dirubah. Baik Good Response dan Promise Result akan melepas sahamnya pada akhir Februari 2008 dan selanjutnya saham keduanya yang sebesar 20% akan dialihkan ke Visi Media Asia dan Redal Semesta.

Setelah pelepasan saham Good Response dan Promise Result, komposisi kepemilikan saham di PT Lativi Media Karya akan menjadi PT Visi Media Asia sebesar 60% dan PT Redal Semesta 40%.

Rencananya, pada akhir kuartal II 2008 tvOne akan melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO).

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: