Qtel Tunggu Keputusan MA

Qtel Tunggu Keputusan MA

Qatar Telecom (Qtel) akan menunggu keputusan Mahkamah Agung (MA) terkait pengajuan banding STT atas keputusan KPPU.

Grup Chairman Qtel Sheikh Abdullah Al Thani (06/09) mengungkapkan Qtel akan selalu menghargai hukum yang berlaku di Indonesia dan akan mematuhi apapun keputusan akhir dari proses banding yang diajukan oleh Temasek atas keputusan pengadilan negeri Jakarta Pusat atas saham Indosat.

Menurut Abdullah Al Thani, Qtel berencana untuk melakukan investasi jangka panjang yang strategis di Indonesia dan akan berkontribusi pada operasi Indosat serta akan belajar dari pengalaman Indosat.

Sementara Jeremy Sell, Business Development Manager Qtel mengungkapkan bahwa perusahaannya telah lama memantau Indosat dan keputusan untuk mengambil alih saham Indosat cukup mendadak karena Qtel ditawari STT dan Qtel melihat kesempatan ini harus diambil sekarang.

Terkait dengan pembelian saham Indosat oleh Qtel dari STT, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) meminta Qtel untuk melakukan penawaran tender (tender offer) setelah membeli secara tidak langsung saham Indosat, yang sesuai dengan ketentuan peraturan Bapepam-LK No. IX.H.1 dan No. IX.F.1. yang menyatakan bila seandainya terjadi transaksi jual-beli saham sehingga menyebabkan perubahan pengendali perlu digelar penawaran tender.

Namun penawaran tender bisa dilaksanakan setelah perjanjiannya sudah selesai.

Nasser Marafih, CEO Qtel mengungkapkan Qtel sendiri  rencananya akan melakukan tender offer, namun belum bisa menyebutkan waktu pelaksanaan tender offer saham Indosat karena masih menunggu keputusan Bapepam-LK.

Sementara, Menteri BUMN Sofyan Djalil mengungkapkan sebelumnya sudah mengetahui rencana pembelian secara tidak langsung saham Indosat oleh Qtel dan bagi pemerintah, yang penting bisa menarik dana dari Timur Tengah.

Karena selama ini, Singapura dan Malaysia sudah menarik dana dari Timur Tengah dalam jumlah yang sangat besar.

Menanggapi pembelian secara tidak langsung saham Indosat oleh Qtel dari STT, anggota KPPU Muhammad Iqbal menyatakan keputusan STT untuk menjual saham merupakan pelecehan atas Hukum Indonesia, karena saat ini STT sedang mengajukan kasasi ke MA.

Menurut Iqbal, ada dua poin keputusan KKPU yang dinilai tidak diindahkan dalam transaksi saham yang dilakukan STT dan Qtel.

Pertama, KPPU melarang pembelian saham Asia Mobile Holding (AMH) kepada pihak terafiliasi dan kedua, pembeli 40,8% saham AMH di Indosat masing-masing tidak boleh membeli lebih dari 10%.

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: