Pembatasan Produksi Timah Indonesia Mulai 2009

Pembatasan Produksi Timah Indonesia Mulai 2009

Pemerintah Indonesia rencananya mulai tahun 2009 akan melakukan pembatasan produksi timah dengan mengenakan pembatasan produksi bagi produsen timah batangan.

Direktur Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi (Minerbapabum) Simon Sembiring (06/16) menjelaskan Indonesia sebagai produsen timah terbesar di dunia harus dapat mengendalikan harga timah dengan melakukan pembatasan produksi (kuota).

Menurut Simon, untuk tahun 2009, produksi timah akan dibatasi sekitar 90,000 sampai 100,000 metrik ton, dan untuk tahun selanjutnya akan di evaluasi lagi, kalau ada revisi tentunya akan berubah dan bila tidak akan berlaku yang lama.

Sebelumnya Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Diah Maulida menyatakan pembatasan produksi perlu dilakukan untuk mencegah eksploitasi tambang timah secara berlebihan yang disebabkan oleh tingginya harga timah sejak diberlakukannya aturan ekspor sejak Februari 2007 dan meningkatkan pendapatan negara dari royalti.

Sejak diterapkannya peraturan ekspor timah pada 2007, harga timah batangan yang sebelumnya sekitar USD 9,000 per metrik ton terus meningkat dan saat ini telah mencapai USD 21,000 per metrik ton.

Menurut Diah, pembatasan produksi akan lebih efektif untuk menekan ekspor dibanding melakukan pembatasan ekspor, karena pembatasan ekspor kemungkinan bisa dilanggar dengan melakukan penyelundupan.

Saat ini, ekspor timah dari Indonesia tidak dibatasi tapi hanya dapat dilakukan oleh perusahaan eksportir terdaftar timah batangan (ET-Timah).

Berdasarkan data departemen perdagangan, untuk tahun 2008, sebanyak 14 perusahaan telah mendapat persetujuan pemerintah untuk menjadi eksportir terdaftar timah. namun baru enam perusahaan yang telah mendapat izin untuk melakukan ekspor timah batangan dan diakui sebagai eksportir terdaftar (ET) timah batangan.

Indonesia pada tahun 2007 merupakan salah satu eksportir timah terbesar di dunia dengan nilai lebih dari 93,735 metrik ton. yang sebagian besar pusat produksinya berada di Provinsi Bangka-Belitung dan Pulau Karimun di Provinsi Kepulauan Riau.

Untuk tahun 2008, volume ekspor timah batangan periode Januari-Maret mencapai 25,951 metrik ton dengan nilai USD 431,996 juta. yang diekspor ke Singapura dengan volume 21,943 metrik ton, Malaysia 2,342 metrik ton dan Jepang 902,7 metrik ton. sedangkan negara lainnya yang menjadi  tujuan ekspor ialah Hong Kong, Korea Selatan, China, India dan Taiwan.

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

3 Responses to Pembatasan Produksi Timah Indonesia Mulai 2009

  1. indri priyono mengatakan:

    ini sebenarnya kesempatan buat indonesia untuk mengatur harga timah di pasaran dunia, tentunya agar pendapatan daerah penghasil timah menjadi lebih baik,
    apalgi kalau timah ini tidak diekspor dalam bentuk batangan, tapi bentuk tin ball atau half ball, yang harga jualnya tentu lebih bagus lagi,

  2. shyifyoumistake mengatakan:

    great,,,,

  3. John mengatakan:

    Info sangat menarik, sukses ya mas.. , Ady

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: