KPPU : Enam Operator Melanggar Ketentuan Penetapan Harga SMS

KPPU : Enam Operator Melanggar Ketentuan Penetapan Harga SMS

Majelis Komisi KPPU memutuskan bersalah enam perusahaan operator yakni PT Excelcomindo Pratama (XL), PT Telkomsel, PT Telkom, PT Bakrie Telecom, PT Mobile-8 Telecom dan PT Smart Telecom karena telah melakukan pelanggaran dalam penetapan harga sms offnet (antar operator) sejak 2004 sampai 31 Maret 2008 dan mengakibatkan konsumen mengalami kerugian nominal sebesar Rp 2,8 triliun.

Didie Martadisastra Ketua Majelis Komisi KPPU mengungkapkan keenam perusahaan operator terbukti melanggar pasal 5 UU no 5/1999 tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yakni dengan membentuk kartel layanan sms melalui perjanjian kerjasama interkoneksi.

Oleh karena itu, keenam operator dikenakan denda. Telkomsel sebesar Rp 25 miliar, XL sebesar Rp 25 miliar, Telkom Rp 18 miliar, Bakrie Telecom Rp 4 miliar dan Mobile-8 Rp 5 miliar.

Sedangkan Smart tidak terkena denda karena baru bergabung dalam perjanjian kerjasama pada 3 September 2007, sehingga dipandang mengakibatkan kerugian konsumen paling rendah.

Perbedaan nilai denda merujuk pada inisiatif pembuatan kerjasama (pks) untuk penetapan tarif serta sikap kooperatif selama proses pemeriksaan.

Telkomsel merupakan pencetus awal pks dan tidak kooperatif selama pemeriksaan, XL selain pencetus juga aktif mendisiplinkan operator yang berpartisipasi dalam pks dan Telkom.

Sedangkan Mobile-8 dan Bakrie Telecom dianggap sebagai pihak yang terpaksa mengikuti aturan dari operator utama.

Denda harus disetor ke kas negara sebagai setoran pendapatan denda pelanggaran di bidang persaingan usaha.

Menurut Didie, Majelis menemukan bahwa didalam perjanjian kerjasama (pks) interkoneksi antar operator
terdapat klausula yang menetapkan tarif sms berkisar antara Rp 250 hingga Rp 350 per sms, padahal tarif wajar sms hanya sebesar Rp 114 per sms.

Dan akibat dari pemberlakuan perjanjian kerjasama interkoneksi, konsumen pengguna sms mengalami kerugian secara nominal sebesar Rp 2,8 triliun, jumlah ini dihitung berdasarkan selisih penerimaan harga kartel sms dengan penerimaan tarif kompetitif sms lintas operator.

Tarif kompetitif mengacu pada tarif interkoneksi layanan sms originasi Rp 38 dan terminasi Rp 38 yang ditambah biaya retail services activities cost (rsac) sebesar 40% dari biaya interkoneksi dan margin keuntungan sebesar 10%.

Berdasarkan penghitungan KPPU, kerugian yang dialami konsumen selama 4 tahun berlakunya pks interkoneksi sms, Telkomsel telah mengakibatkan kerugian bagi konsumen sebesar Rp 2,1 triliun, XL sebesar Rp 346
milyar, Telkom sebesar Rp 173,3 miliar, Bakrie Telecom sebesar Rp 62,9 miliar, Mobile-8 sebesar Rp 52,3 miliar dan Smart Rp 100 juta.

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: