Di Jepang, Banyak Universitas Tapi Hanya Sedikit Mahasiswa Baru

Hasil dari survei terkini yang dilakukan oleh organisasi sekolah swasta Jepang menimbulkan pertanyaan : Apakah Jepang benar-benar memerlukan banyak Universitas, Editorial Yomiuri Shimbun (08/04) memberikan komentar atas situasi terkini pendidikan tinggi di Jepang.

Menurut data perusahaan bantuan dan promosi untuk sekolah swasta Jepang, sebanyak 47,1 persen universitas tahun ini kekurangan mahasiswa.

Dari 565 universitas swasta yang disurvei, tidak termasuk sekolah yang tidak menerima lagi mahasiswa baru sejak tahun ini, sebanyak 266 sekolah kekurangan mahasiswa.

Jumlah keseluruhan pendaftar tahun ini meningkat dibanding tahun 2007. karena beberapa universitas, kebanyakan sekolah swasta terkenal, saat ini memperbolehkan calon mahasiswa untuk mendaftar jurusan yang berbeda hanya dengan mengikuti satu ujian saja dan beberapa universitas bahkan meningkatkan pelaksanaan ujian masuk di luar Tokyo dan beberapa kota besar.

Meskipun Universitas ternama dengan kapasitas tempat duduk lebih dari 3.000 atau lebih, jumlahnya hanya 4 persen dari total universitas yang ada, hampir setengah dari para calon mahasiswa mendaftar untuk masuk universitas tersebut.

Survei juga menunjukan dengan jelas bahwa universitas swasta juga semakin terbagi yakni universsitas besar di daerah urban yang menarik minat para mahasiswa dengan universitas yang lebih kecil dan bersifat kedaerahan.

Salah satu alasan atas fenomena ini ialah tumbuhnya kecenderungan diantara para pendaftar untuk mencoba mendaftar ke universitas negeri.

Namun Faktor Utama meningkatnya jumlah universitas sejak direvisinya standar pendirian universitas yang mempermudah prosedur untuk pendirian universitas baru walaupun tingkat kelahiran terus turun.

Berkejaran dengan Populasi yang Menyusut

Jumlah universitas, termasuk milik pemerintah, meningkat hingga 750 dari satu dekade sebelumnya yang sebanyak 600 universitas. meskipun jumlah populasi usia 18 tahun keatas turun tajam dari 1.6 juta jiwa menjadi 1.2 juta jiwa pada periode yang sama. dan pada saat yang sama berbagai universitas dan jurusan didirikan, ada pendapat yang meragukan apakah lembaga-lembag tersebut benar-benar layak disebut universitas.

Namun, hal yang pasti ialah deregulasi yang awalnya ditujukan untuk memperbaiki kualitas pendidikan dengan meningkatkan persaingan diantara lembaga pendidikan tinggi dengan mempermudah pendirian universitas baru. Akan tetapi banyak universitas mengambil langkah mudah dengan merekrut mahasiswa melalui proses wawancara dan tes tertulis.

Dewan pendirian universitas dan perusahaan sekolah yang menyaring pendirian universitas baru, harus memperketat cek pendahuluan bagi sekolah tersebut. Selain itu, Kementrian Pendidikan, Sains dan Teknologi perlu untuk mempersiapkan rencana detil dalam menangani universitas swasta yang bangkrut, termasuk mentransfer mahasiswa ke lembaga pendidikan lainnya.

Universitas menghadapi Kesulitan yang Dalam

Subsidi Pemerintah kepada Universitas swasta dikurangi berdasarkan rasio jurusan yang kekurangan mahasiswa dan bahkan memotong seluruhnya bila persentase mahasiswa yang terdaftar hanya 50 persen dari jumlah bangku atau kurang. Oleh karena itu, Universitas yang gagal untuk mencapai batasan mahasiswa yang terdaftar akan menghadapi sanksi manajemen yang keras.

Universitas swasta meskipun mempunyai filosofi pendirian dan kebijakan manajemen, harus mengambil tindakan serius sebelum mengalami kekurangan mahasiswa.

Satu pilihan yang mungkin diambil ialah menghapus jurusan yang tidak populer dan mengkhususkan pada kajian tertentu. Kemungkinan lainnya ialah melakukan re-organisasi jurusan untuk mengembangkan sumder daya manusia yang diinginkan komunitas lokal.

Sejumlah universitas negeri telah melakukan reorientasi dan beberapa universitas swasta telah berencana untuk melakukan merger. baik reorientasi maupun merger merupakan pilihan yang mungkin diambil oleh universitas swasta. Namun untuk semua alternatif pilihan mereka harus membuat keputusan manajerial yang berani sebelum sampai pada titik kehancuran.

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: