Mengurangi Efek Pulau Panas

Akhir musim gugur 2007, para pekerja meruntuhkan Daimaru, pasar swalayan yang berdiri didepan Stasiun Tokyo, alasan utama peruntuhannya karena gedung itu menghalangi angin laut dari Teluk Tokyo.

Pasar swalayannya sendiri telah direlokasi ke gedung baru yang ada di sebelah utara dari lokasi sebelumnya dan saat proses pembongkaran selesai, angin dari laut akan berhembus langsung menuju hutan istana kerajaan.

Berdasarkan perkiraan sementara, hilangnya bangunan akan meningkatkan laju rata-rata hembusan angin sampai 30 persen di daerah perkantoran yang ada didepan Istana Kerajaan.

Contoh kasus diatas merupakan salah satu projek jalan angin untuk mengatasi efek pulau panas di Jepang.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Osaka juga telah meluncurkan projek untuk menyejukkan kota dengan mengarahkan angin laut dari teluk Osaka ke arah pusat kota.

Obat Mujarab

Istilah pulau panas merujuk pada wilayah perkotaan yang suhunya lebih tinggi dibanding wilayah sekitarnya–seperti pulau panas yang dikelilingi oleh lautan wilayah kampung yang lebih dingin. Masalah ini sangat jarang dibahas di Jepang sehingga sering disebut sebagai polusi terakhir yang merupakan bagian dari Polusi pemanasan, disebabkan oleh panas yang di serap bangunan beton dan aspal jalan yang menutupi permukaan kota. Selain itu sampah panas dari bangunan dan mobil juga memberikan kontribusi pada pemanasan kota.

Pada saat suhu meningkat, masyarakat akan meningkatkan suhu mesin pendingin ruangannya yang akhirnya meningkatkan sampah panas yang mengakibatkan meningkatnya suhu. Hal ini merupakan konsekuensi yang tidak diperkirakan sebelumnya pada pembangunan daerah perkotaan yang tidak memberikan perhatian pada upaya untuk menanggulangi pemanasan yang disebabkan oleh daerah perkotaan.

Pemanasan global sendiri sudah merupakan tantangan lingkungan dan efek pulau panas seperti menambahkan bensin pada api.

Menurut para ahli, dalam 100 tahun terakhir, rata-rata suhu di Tokyo telah naik 3 derajat. dan sepertiga dari kenaikan suhu disebabkan oleh pemanasan global dan efek pulau panas memberikan kontribusi pada yang dua pertiga sisanya.

Selain itu jumlah, malam tropis- saat dimana pengukur suhu tidak pernah turun dibawah 25 derajat- untuk daerah Osaka saat ini hanya terjadi sebanyak 50 kali dalam setahun.

Naiknya suhu kota juga menimbulkan masalah kesehatan yang serius.

Pada musim panas 2007, lebih dari 1200 orang diusung ke rumah sakit karena suhu yang tinggi.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh kementrian Lingkungan, Ketika rata-rata suhu malam hari naik diatas 30 derajat, sebagian besar penduduk terbangun di tengah malam.

Seringnya hujan lebat di tengah kota Tokyo dalam beberapa tahun terakhir diduga juga terkait dengan polusi pemanasan.

Belajar dari Pengalaman Stuttgart

Lalu bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah ini.

Salah satu cara untuk menyejukkan pulau panas di perkotaan ialah dengan pendekatan jalan angin.

Stuttgart, kota yang berada di Jerman bagian Selatan dengan jumlah penduduk 600 ribu orang merupakan contoh kota yang telah  menggunakan metode ini.

Stuttgart juga kota yang merupakan kantor pusat perusahaan mobil Mercedes-Benz dan Porsche.

Namun Stuttgart dengan cepat berubah baik dari Tokyo maupun Osaka baik dalam segi ukuran dan total wilayah hutan. karenanya Kota-kota di Jepang dapat mempelajari banyak hal dari penglaman kota ini.

Melihat ke bawah dari arah bukit di Stuttgart, anda akan melihat lajur sabuk hijau yang memanjang dari sekitar perbukitan sampai lembah sungai berbentuk kerucut. Deretan sabuk hijau ini merupakan jalan angin yang mendinginkan udara dari pegunungan yang mengalir ke pusat kota.

Sistem ini pertama kali di perkenalkan seabad yang lalu sebagai upaya untuk menghilangkan polusi udara yang terkumpul di lembah sungai.
Gelombang panas yang parah pada tahun 2003, mengakibatkan sejumlah besar orang meninggal di Eropa, membuat metode jalan angin mendapat sorotan sebagai sarana yang potensial untuk menyelesaikan masalah pulau panas.

Balai Kota Stuttgart lalu mengembangkan peta yang memperlihatkan arus udara, suhu dan distribusi sampah panas dalam kota dan membuat pola untuk jalur angin. dan bangunan baru tidak diperbolehkan dibangun di sepanjang jalur tersebut.

Selain angin, faktor penting lainnya dalam upaya untuk menyejukkan kota ialah penghijauan.

Pada musim panas, suhu didalam Istana Kerajaan yang luasnya lebih dari 100 hektar akan turun kira-kira dua derajat dari daerah disekitarnya.

Berdasarkan eksperimen yang dilakukan pada atap bangunan kementrian Tanah, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata, Suhu permukaan atap yang rumput pada tengah musim panas, sekitar 20 derajat lebih rendah dari suhu permukaan yang menggunakan genting.

Bahkan ada konfirmasi, dibeberapa daerah yang atapnya ditanami rumput suhunya juga turun.

Di Stuttgart, pembatasan tertentu diberlakukan terhadap hak pribadi dalam rangka melindungi kepentingan umum. Penebangan pohon untuk ukuran tertentu di tengah kota dilarang. dan hasilnya penghijauan telah meliputi 60 persen dari wilayah kota.

Ruang Hijau telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir di seluruh Jepang. Di wilayah Metropolitan Tokyo, pembangunan perkotaan yang intensif dalam 40 tahun terakhir telah menghapus daerah hijau tiga kali lebih besar dari danau Biwako di Prefektur Shiga, yang merupakan danau terbesar di Jepang.

Pemerintah harus berupaya untuk meningkatkan wilayah hijau di Tokyo dan distrik sekitarnya dan bila diperlukan membuat pembatasan seperti di Stuttgart.

Pemerintah Kota Tokyo, yang telah mendaftar untuk menjadi penyelenggara Olimpiade tahun 2016, telah mengumumkan rencana untuk menaruh rumput pada halaman sekolah umum baik setingkat SD maupun SMA dan melipat duakan jumlah pohon di Ibu Kota menjadi 1 juta pada 2016.

Osaka juga berencana membuat sabuk hijau melalui proyek jalur anginnya sendiri.

Satu pertanyaan besar yang dihadapi kebijakan ini ialah bagaimana menetapkan persyaratan hukum untuk penghijauan bagi pembangunan yang dilakukan sektor swasta.

Musim gugur tahun ini, Kota Nagoya akan membuat aturan yang perlu mendapat perhatian serius. Peraturan kota yang baru akan mensyaratkan penanaman pohon di tanah bangunan baru jika luasnya 300 meter persegi atau lebih. Lahan Penghijauan harus sebesar 10-20 persen dari luas tanah. pelaksanaan peraturan merupakan syarat untuk mendapatkan ijin mendirikan bangunan.

Kota-kota lain harusnya juga mengikuti contoh dari Nagoya dan memperkenalkan upaya yang dikemas terkait dengan peraturan kota untuk meningkatkan penghijauan.

Pembangunan daerah Perkotaan Baru

Menurut TEPCO (Tokyo Electric Co), kenaikkan 1 derajat pada suhu siang hari di musim panas akan meningkatkan kebutuhan listrik tambahan sebesar 1.7 juta kilowat.

Jumlah ini sepadan dengan jumlah total listrik yang dihasilkan oleh dua pembangkit panas besar. menurunkan kebutuhan energi pada waktu puncak sangat mungkin akan menurunkan kapasitas pembangkit listrik di Jepang.

Usaha untuk mencari jalan keluar atas masalah polusi panas juga akan membantu mengurangi emisi karbon dioksida yang dipersalahkan sebagai penyebab pemanasan global.

Toshio Ojima, profesor kehormatan Universitas Waseda Tokyo yang mendukung proyek jalur angin stasiun Tokyo, meminta perubahan radikal pada pendekatan pemerintah terhadap perencanaan tata kota.

Menurut Ojima, dalam 40 tahun terakhir, pembagian wilayah di perkotaan Jepang dilakukan untuk mobil dan gedung. dan untuk 40 tahun selanjutnya, pembagian wilayah harus dilakukan untuk angin dan penghijauan.

Ojima, yang ahli teknik lingkungan perkotaan, sering diundang untuk memberikan kuliah di China. para pejabat di kota yang ada di China seperti Shanghai memberikan perhatian besar pada upaya yang dilakukan Jepang untuk mendinginkan pulau panas.

Yoshida Kenko, penulis esai di jaman Kamakura (1192-1333), pernah berargumen dalam esainya yang berjudul Tsurezuregusa (Esai tentang Kemalasan) yang menyatakan bahwa rumah harusnya didisain agar nyaman ditinggali sewaktu musim panas.

Musim panas di Jepang biasanya panas dan lembab bahkan tanpa pemanasan global dan efek pulau panas.

Tidak ada cara untuk memecahkan masalah dengan cepat. Tapi angin, penghijuan dan teknologi untuk mengurangi sampah panas seharusnya digunakan secara efektif dalam perencanaan kota yang baru dan ditujukan untuk memperlambat pemanasan kota-kota di Jepang.

Dengan memajukan upaya komprehensif untuk menanggulangi efek pulau panas, Jepang dapat memberikan model untuk pembangunan masa depan bagi negara Asia lainnya yang saat ini sedang mengalami urbanisasi yang cepat.

Jepang seharusnya menggunakan pengalaman masa lalunya dalam menangani berbagai bencana lingkungan untuk membuat kebijakan yang ditujukan untuk mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh polusi terakhir.

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: