Perawat Indonesia yang Telah Tiba di Jepang Kini Menghadapi Ujian Sebenarnya

Perawat Erli Ridwan, seperti perawat dan pengasuh lansia Indonesia lainnya yang tiba di Jepang hari Kamis, yang merupakan bagian dari kesepakatan bilateral Indonesia Jepang, berharap lulus ujian kualifikasi agar tetap bisa bekerja di Jepang.

Erli juga sangat menyadari masih adanya keengganan dari pihak pemerintah Jepang untuk menerima pekerja asing untuk jangka waktu yang panjang, khususnya yang masuk dalam kategori pekerja tidak terdidik.

Erli, yang didampingi oleh Duta Besar Jusuf Anwar di Japan National Press Club Tokyo (08/08), mengungkapkan kami adalah pionir dan akan merubah situasi.

Erli, merupakan salah seorang dari 208 perawat dan pengasuh lansia yang tiba hari Kamis di Tokyo, adalah kelompok pertama yang merupakan bagian dari kesepakatan kemitraan ekonomi Indonesia Jepang yang mulai diberlakukan pada bulan Juli 2008.

Kedatangan mereka ditujukan untuk mengisi kekurangan tenaga perawat dan pengasuh lansia di Jepang yang saat ini tingkat populasi masyarakat lanjut usianya meningkat dengan cepat.

Namun berdasarkan kesepakatan juga ditetapkan bahwa para tenaga kerja bidang kesehatan dari Indonesia harus kembali ke negaranya bila mereka dalam waktu tiga sampai empat tahun gagal lulus ujian nasional.

Terkait dengan motivasi dari para tenaga kerja bidang kesehatan Indonesia untuk bekerja di Jepang, beberapa pengamat berpendapat bahwa peluang untuk mendapat gaji yang lebih besar merupakan motivasi utama mereka.

Namun Erli berpendapat bahwa tingkat gaji yang ditawarkan sesuai dengan standar dan biaya hidup di Jepang.

Menurut Erli, yang telah bekerja selama 8 tahun sebagai perawat, dia akan menerima gaji sebesar 152.500 yen sebulan, jauh dibawah gaji bulanan yang diterima sebelumnya yakni Rp 1.5 juta sebulan.

Lebih lanjut, Erli menyatakan tingkat gaji berbeda karena standar kehidupan dan biaya juga berbeda bagi tiap negara.

Danta, perawat lainnya yang menjadi pembicara pada konferensi pers tersebut menekankan bahwa alasan utama dirinya untuk mendaftar ikut bekerja di Jepang, untuk meningkatkan pemahamannya tentang teknik dan teknologi perawatan terkini daripada hanya sekedar karena uang.
Terkait dengan ujian nasional yang menggunakan bahasa Jepang, banyak pihak yang berpendapat bahwa bagi orang asing peluang untuk lulus ujian sangat kecil.

Para perawat dan pengasuh lansia dari Indonesia, selanjutnya akan mendapatkan pelatihan bahasa selama 6 bulan, lalu setelah itu akan dikirim ke 100 rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang tersebar di 37 Prefektur.

Berdasarkan data Kementrian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, industri kesehatan dan tenaga perawat saat ini sedang mengalami kekurangan yang sangat besar. Sampai bulan Juni 2008, ada rata-rata 2.19 penerimaan kerja bagi setiap pencari kerja di industri ini, padahal industri lainnya hanya 0.79.

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: