Hari Dimulainya Perang, (Editorial The Japan Times 18 September 2008)

(Editorial The Japan Times 18 September 2008)

Masyarakat Jepang sangat jelas mengingat tanggal 8 Desember 1941 sebagai hari dimulainya perang antara Jepang dengan Amerika Serikat, pada waktu itu pesawat-pesawat Angkatan Laut Kerajaan Jepang di kirim untuk menyerang Pangkalan Angkatan Laut di Pearl Harbor Hawai.

Masyarakat Jepang juga tidak akan melupakan tanggal 15 Agustus 1945 sebagai hari menyerahnya Jepang kepada Kekuatan Sekutu dalam Perang Dunia ke 2.

Tapi kita juga jangan melupakan tanggal 18 September 1931. tepat pada malam 77 tahun yang lalu, Tentara Kwantung yang didukung Jepang meledakkan bom pada jalur rel kereta api Manchuria Selatan di dekat Liutiaogou, sebelah utara Mukden (sekarang Shenyang) dan menyalahkan Tentara China sebagai pihak yang bertanggung jawab atas ledakan tersebut.

Setelah itu, Tentara Kwantung memulai operasi militer di Manchuria dan pada 1 Maret 1932, Manchukuo, negara boneka yang dipelopori Tentara Kwantung, berdiri.

Insiden Manchuria menandai dimulainya operasi militer Jepang yang lama dan mendorong perang total, yang tidak dimaklumatkan, dengan China – menyusul terjadinya insiden Jembatan Marcopolo pada 7 Juli 1937 dan perang selama 15 tahun dengan Amerika Serikat yang melibatkan wilayah yang luas di kawasan Asia Pasifik dan menyebabkan penderitaan yang mendalam bagi masyarakat di kawasan tersebut dan juga di wilayah koloni Jepang seperti Korea dan Taiwan serta di Jepang sendiri.

Wilayah yang diduduki oleh Militer Jepang termasuk Indochina (Vietnam, Cambodia, Laos), Semenanjung Malaya, Hindia Belanda (Kini Indonesia), Filipina dan Kepulauan di Pasifik.

Di Jepang sendiri pada masa perang, Wajib Militer mengakibatkan orang terpisah orang dari kehidupannya sehari-hari dan membuat mereka menghadapi penderitaan dan kematian di medan perang.

Masyarakat di Jepang sendiri juga mengalami penindasan kebebasan berbicara, kekurangan makanan dan serangan udara dan yang paling mengerikan ialah dijatuhkannya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.

Selain itu, banyak imigran Jepang yang di kirim ke Manchuria, sebagai bagian dari kebijakan pemerintah, dibunuh atau dipisahkan satu sama lain pada saat akhir perang.

Sebaiknya masyarakat Jepang tidak hanya mengenang penderitaan dari sudut domestik saja karena masyarakat lain di Asia tidak akan pernah melupakan penderitaan mereka dan para pendahulunya sebagai akibat dari Agresi Jepang.

Hanya bila masyarakat Jepang secara benar mempelajari tentang apa yang telah dilakukan Militerisme Jepang di luar negeri maka Jepang dapat membangun ikatan yang tulus, ramah dan penuh kepercayaan dengan para tetangganya.

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: