Jejak Beras yang Tercemar

Meskipun skandal mengenai beras tercemar yang dijual kembali ke 380 perusahaan di 24 prefektur mengakibatkan kemarahan di tempat pemrosesan beras di osaka, pernyataan mundur menteri pertanian Ota Seiichi mengindikasikan bahwa kementrian pertanian juga patut untuk dipersalahkan. Kementrian seharusnya memahami kelemahannya dalam sistem pengawasan dan menyiapkan langkah untuk mencegah kejadian skandal serupa di masa yang akan datang.

Pihak kementrian menyatakan bahwa sejak tahun anggaran 2003, Mikasa Foods telah membeli 1,408 ton beras tercemar yang diimpor pemerintah sebagai persediaan “akses minimum” berdasarkan aturan perdagangan dunia tahun 1994.

Meskipun perusahaan seharusnya memakai beras tidak untuk dimakan, namun telah ditemukan sebanyak 135 ton beras yang terkontaminasi pestisida jenis methamidophos dijual kepada lebih dari 300 perusahaan dan juga dipergunakan untuk membuat kue Jepang serta produk makanan lainnya termasuk makan siang untuk sekolah.

Selain itu, juga telah ditemukan sekitar 484 ton beras yang terkontaminasi acetamiorid, pestisida lainnya, yang dijual ke 12 perusahaan dan 2,8 ton beras yang terkontaminasi aflatoxin, jamur toksin, pada lima perusahaan. juga termasuk didalamnya ialah perusahaan minuman, sedangkan tiga perusahaan lainnya didapati telah menjual kembali beras yang tercemar.

Pada Januari 2007, kementrian pertanian menerima surat dari pengingat (whistle-blower) namun tidak dapat konfirmasi tentang pelanggaran sampai informasi detil mengenai hal tersebut diterima dari sumber terpercaya pada bulan lalu.

Selama lebih lima tahun terakhir, pegawai kementrian telah melakukan inspeksi terhadap proses pengolahan di Mikasa Foods namun tidak melaporkan adanya pelanggaran. ada yang mengatakan bahwa sebelumnya kementrian memberitahukan Mikasa mengenai tanggal inspeksi dan selanjutnya Pegawai kementrian hanya memeriksa slip transaksi dan jumlah persediaan barang tanpa mencoba untuk memastikan jalur penjualan kembali yang sebenarnya.

Kementrian Pertanian mewarnai beras yang terkontaminasi dengan cadmium untuk mencegah agar beras itu tidak untuk dimakan namun prosedur yang sama tidak tidak dilakukan pada beras yang tercemar pestisida atau jamur toksin.

Yang jelas, kementrian telah menyoroti resiko dari beras tercemar namun sangat memalukan karena wakil menteri Shirasu Toshiro menyatakan bahwa kementrian tidak bertanggung jawab atas skandal tersebut. Kementrian seharusnya secepatnya mengembangkan sistem yang dapat membuat beras tercemar tidak didistribusikan kepada publik.

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: