Raksasa Pembiayaan Masyarakat Perlu Perampingan, (Dari Editorial Yomiuri Shimbun 21 September 2008)

(Dari Editorial Yomiuri Shimbun 21 September 2008)

Reorganisasi delapan lembaga keuangan yang berafiliasi dengan pemerintah, yang telah ditentukan dalam kebijakan reformasi struktural pada masa pemerintahan mantan Perdana Menteri Koizumi Junichiro, akan dimulai pada bulan Oktober.

Reorganisasi tersebut ditujukan untuk mengefektifkan pembiayaanpublik yang dicirikan dengan penggunaan dana secara boros dan dipercayakan kepada bidang-bidang usaha sektor swasta yang dapat di setir oleh pihak pemerintah.

Agar hasil dari reformasi struktural dapat dicapai, efisiensi harus lebih ditingkatkan setelah dilaksanakannya reorganisasi.

Tiga lembaga keuangan pemerintah termasuk
National Life Finance Corporation (Perusahaan Pembiayaan Hidup Nasional ) dan Unit Kerjasama Internasional the Japan Bank for International Cooperation’s (Bank Jepang untuk Kerjasama Internasional) akan diintegrasikan menjadi Japan Finance Corporation (JFC).

Selanjutnya lembaga keuangan yang berafiliasi dengan pemerintah akan sepenuhnya bersatu pada saat the Okinawa Development Finance Corporation (Perusahaan Pembiayaan Pembangunan Okinawa) dimasukkan ke dalam JFC setelah tahun anggaran 2012.

Sedangkan The Development Bank of Japan (Bank Pembangunan Jepang) dan Shoko Chukin Bank akan menjadi perusahaan yang dibiayai pemerintah, nantinya kedua perusahaan akan sepenuhnya menjadi swasta dalam lima sampai tujuh tahun kedepan.

Dan pengoperasian Japan Finance Corporation for Municipal Enterprises (Perusahaan Pembiayaan Jepang untuk Perusahaan-perusahaan Perkotaan) akan dialihkan ke satu organisasi yang dibiayai bersama oleh pemerintah kota di Jepang.

JFC harus membantu Sektor Publik

Dengan perbaikan ketiga lembaga keuangan, termasuk The Development Bank of Japan (Bank Pembangunan Jepang), sasaran pemerintah untuk mengurangi pinjaman tertunggak samapai setengahnya yang diberikan lembaga keuangan yang berafiliasi dengan pemerintah akan tercapai. Namun itu belumlah cukup.

Pertama-tama, tidaklah dapat dihindari untuk mengefektifkan JFC, yang akan memiliki 25 triliun- jumlah yang setara dengan yang tersimpan pada Resona Holdings Inc.

Bagi bank-bank komersial yang menargetkan nasabah yang sama dengan JFC- yakni perusahaan kecil dan menengah – lembaga-lembaga pembiayaan besar yang berafiliasi dengan pemerintah akan menjadi pesaing yang sangat diperhitungkan.

JFC sebaiknya jangan merampas nasabah-nasabah dari Bank-bank swasta, seharusnya JFC lebih memfokuskan pada bidang usaha dimana hanya perusahaan pembiayaan publik dapat tangani, termasuk menawarkan pinjaman kepada perusahaan kecil dan menengah yang dilanda krisis.

JFC seharusnya mengkonsentrasikan tenaganya untuk melengkapi layanan yang tidak diberikan sektor swasta .

Pada akhirnya, pembiayaan publik akan diuji pada saat bangsa sedang menghadapi krisis pembiayaan dan resesi yang membayang.
oleh karena itu pemerintah harus menyiapkan sistem untuk menyuplai dana kepada bidang usaha yang membutuhkan.

Namun kenyataan bahwa JFC akan memainkan satu peranan, jangan diguankan sebagai satu dalih untuk mempertahankan struktur organisasi yang sebelumnya.

Jauhi pengkotakkan

Walaupun jumlah eksekutif akan dikurangi dari yang saat ini berjumlah 43 orang dalam empat organisasi, selanjutnya JFC hanya akan memiliki 27 orang eksekutif.

Hal ini merupakan suatu tawaran yang transparan oleh pihak otoritas pengawas untuk menciptakan tugas bagi para pejabat yang akan memasuki masa pensiun dan kuota tersebut seharusnya dikurangi pada masa yang akan datang.

Rencananya jumlah cabang JFC, akan berjumlah 152 yang merupakan dua pertiga jumlah saat ini yang sebanyak 233 cabang yang dimiliki oleh institusi pendahulunya, selain itu jumlah karyawan akan dipangkas sebanyak 5 persen dari jumlah total karyawan yang sebanyak 8.000 orang. Masalah ini merupakan dampak dari struktur dari tiap institusi pendahulu yang akan tetap dipertahankan setelah dilakukannya reorganisasi.

Agar reorganisasi berjalan efektif, sangatlah penting untuk menghindari pengkotakkan dan pengurangan jumlah staf dengan menentukan terlebih dahulu jumlah yang akan diberhentikan.

Untuk itu, suatu komite penilaian hendaknya ditunjuk untuk mengawasi JFC guna mencegah kronisme.

Sementara itu, setelah proses swastanisasi, baik Bank Pembangunan Jepang dan Shoko Chukin Bank akan menghadapi lingkungan usaha yang lebih keras dan kedua bank harus memikul beban biaya lebih tinggi untuk mencari dana, yang disebabbkan oleh tidak adanya “jaminan secara tegas dari pemerintah”.

Dan selanjutnya, dalam proses menjadi independen, sangatlah mendesak bagi kedua perusahaan untuk melaksanakan restrukturisasi secara tuntas sehingga mereka dapat berkembang menjadi bisnis dengan keuntungan yang tinggi.

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: