Aso di Kursi Kemudi (Editorial Asahi Shimbun 24 September 2008)

Seperti yang telah diperkirakan, Aso Taro memenangkan pemilihan ketua umum Partai Liberal Demokrat (LDP) pada hari senin dengan suara terbanyak. Aso juga akan ditunjuk sebagai Perdana Menteri dan akan mengumumkan nama anggota kabinetnya pada Rabu 24 September 2008.

Biasanya, pertarungan menjadi ketua umum LDP akan menentukan siapa yang akan menjadi perdana menteri dan topik utamanya terkait seputar isu mengenai tantangan di bidang domestik dan diplomasi bagi pemerintahan baru.

Tapi untuk kali ini, di tengah besarnya harapan untuk pembubaran majelis rendah yang dlanjutkan dengan pemilihan umum yang dipercepat dibawah pemerintahan baru, fokus pertarungan ialah bagaimana LDP dapat mengamankan kemenangannya pada pemilihan umum yang akan datang.

Kebijaksanaan umum mengingatkan kita bahwa perdana menteri baru akan berusaha meninggalkan bekas prestasi kebijakan sebelum mengumumkan pemilihan umum untuk mendapatkan mandat publik. Namun kali ini hal tersebut bukan masalah utamanya. Anggota parlemen dari LDP tampaknya telah menyimpulkan bahwa dengan menyelenggarakan pemilihan umum segera untuk majelis rendah akan memberikan mereka kesempatan terbaik untuk mendapatkan kemenangan sebelum harapan publik terhadap kabinet baru pudar.

Hal tersebut mungkin bisa memberikan penjelasan kenapa Aso, yang secara efektif mendapatkan kemenangannya sejak awal pertarungan, tidak mencoba untuk mengucapkan dengan jelas garis besar pandangan strategisnya bagi Jepang. Dengan melihat pada pemilihan umum yang akan datang, Aso fokus pada rencananya untuk meningkatkan ekonomi yang lemah dan pada saat yang bersamaan mengkritik oposisi utama, Partai Demokrat Jepang (DPJ).

Sangatlah mengejutkan bahwa para pemberi suara tidak mendengarkan nuansa debat yang terkait dengan isu kebijakan kunci diantara lima kandidat yang bersaing untuk menjadi ketua umum LDP.

Kemampuan LDP untuk memerintah di pertanyakan

Aso juga mewarisi partai yang sedang dalam krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Tidak diragukan lagi, merubah posisi kepemimpinan puncak dengan harapan memenangkan pemilihan umum tidaklah membuat permasalahan menjadi semakin mudah bagi LDP, yang telah berjuang untuk melanggengkan mandat kekuasaannya.

Bagi LDP, beban berat ditimpakan kepada mereka terlebih setelah pengunduran diri secara tiba-tiba dua perdana menteri terakhir, Abe Shinzo dan Fukuda Yasuo, dalam waktu kurang lebih satu tahun.

LDP telah kehilangan vitalitas (daya hidup) politik yang diperlukan untuk memerintah Jepang.

Penilaian yang tidak menguntungkan mengenai partai yang berkuasa ini tampaknya mulai kedengaran meyakinkan bagi sejumlah besar pemberi suara.

Senagian besar dari masa 53 tahun, sejak pendiriannya, LDP telah memerintah Jepang, bekerja sama dengan para birokrat.

Dalam pidatonya setelah ditetapkan sebagai ketua umum LDP, Aso Taro menyatakan bahwa tahun ini menandakan 130 tahun perayaan kelahiran Yoshida Shigeru, kakek Aso Taro dan salah seorang politisi terkenal dimasa setelah perang, yang memimpin Jepang pada masa krisis paska perang dunia ke 2. Selain itu, Aso juga menyebutkan beberapa nama pemimpin LDP pada masa awal sejarahnya, seperti Hatoyama Ichiro, Ishibashi Tanzan dan Kishi Nobusuke.

Dengan mengutip nama para tokoh sejarah tersebut, Aso tampaknya mencoba menunjukan kebulatan tekadnya untuk memulihkan partai yang kaya tradisi ini.

Tapi tantangan yang sukar yang perlu diselesaikan Aso sebagai pemimpin LDP yang baru ialah warisan negatif setengah abad kepemimpinan partai sejak era Hatoyama, ketua umum LDP yang pertama.

Mesin administrasi Jepang, yang dahulu pernah disebut sebagai yang paling efisien dan dilumasi secara baik, tampaknya telah tidak berguna.

Masyarakat menjadi saksi mengenai gelombang yang tak pernah berhenti tentang berita yang mengganggu mengenai pemerintah dan para birokrat, skandal yang berakar pada hubungan yang erat antara politisi LDP dan birokrat, penggunaan sejumlah besar uang pembayar pajak untuk hal yang tidak perlu, ketidakrapian yang mencengangkan dalam pengelolaan data pensiun publik dan terbongkarnya skandal mengenai produk darah terkontaminasi yang mengakibatkan banyak orang yang terinfeksi HIV dan virus Hepatitis.

Pembelanjaan untuk Pekerjaan Umum yang sangat besar, yang diharapkan memajukan pengembangan tanah nasional dan memperbaiki taraf hidup masyarakat, mengakibatkan kerugian negara sebesar 800 triliun yen, dan menimbulkan beban yang berat bagi masyarakat.

Populasi masyarakat di Jepang saat ini sudah menyusut dan ekonomi akan mulai berkontraksi. Dalam situasi tersebut, dapatkah LDP mengeluarkan kebijakan yang sebetulnya mempersempit jurang pendapatan diantara masyarakat dan pada saat yang bersamaan tetap menjaga masyarakat yang damai dan makmur? Dapatkah LDP menjamin persamaan beban keamanan sosial yang dibagi antara generasi yang berbeda?

LDP menghadapi berbagai krisis dengan mengganti ketua umumnya, yang juga perdana menteri. 

Merujuk pada situasi Jepang terkini, Akankah menjadi pilihan bijaksana untuk membiarkan LDP tetap ditampuk kekuasaan? Ini merupakan pertanyaan yang diajukan oleh banyak orang kepada diri mereka sendiri yang masih belum yakin mengenai kesiapan DPJ untuk memerintah.

Untuk sebelumnya, marilah kita melihat pada pemilihan ketua umum LDP tujuh tahun yang lalu, yang membawa Koizumi Junichiro memegang kendali pemerintahan.

Aso sebagai Wajah terbaik LDP untuk diperlihatkan ke Publik

Pada saat itu, LDP juga sedang mengalami masalah yang serius setelah Perdana Menteri yang sangat tidak populer Mori Yoshiro dipaksa untuk mengundurkan diri.

Dalam upayanya yang putus asa untuk tetap mengendalikan kekuasaan, LDP mengangkat Koizumi, yang mendapat popularitas publik yang luas karena mendeklarasikan dirinya akan menghancurkan LDP.

Kenyataannya, LDP memenangkan pemilihan majlis tinggi setelah pemilihan ketua umum partai. dan sebagai hasilnya, Koizumi memerintah Jepang selama lima tahun setengah. Yang pasti Koizumi telah menyelamatkan LDP, meskipun untuk sementara.

Kemenangan besar Aso Taro pada pemilihan ketua umum LDP pada hari Senin secara jelas merefleksikan harapan diantara anggota parlemen dari LDP dan anggota partai di tingkat lokal mengenai kemungkinan Aso melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Koizumi untuk memperbaiki partai.

Aso yang telah bekerja diberbagai posisi kunci partai dan pemerintahan, juga populer diantara pemilih muda. sehingga tidak mungkin dielakkan Aso dianggap sebagai wajah terbaik untuk diperlihatkan ke publik yang dapat dihadirkan partai dalam pemilihan umum mendatang.

Pada pemilihan ketua umum LDP 7 tahun yang lalu, Koizumi mengejutkan publik dengan mengalahkan mantan perdana menteri Hashimoto Ryutaro, yang didukung oleh faksi terbesar di dalam LDP dan dipandang luas sebagai favorit.

Namun, ada beberapa perbedaan mendasar antara Koizumi dan Aso.

Aso memenangkan pemilihan dengan bantuan dukungan Mori, mantan perdana menteri yang memimpin faksi terbesar dalam LDP.

Selain itu, program yang disampaikan Aso pada saat pemilihan penuh dengan janji untuk pembelanjaan anggaran dan berbagai stimulus fiskal yang membuat senang mayoritas anggota LDP.

Di sisi lain, langkah yang dapat mengakibatkan tambahan beban bagi publik dihilangkan dari agendanya dengan segera. dan mengklaim bahwa bila hal itu dilakukan akan memerlukan waktu tiga tahun untuk penyehatan ekonomi Jepang, Aso juga menolak kenaikan tingkat pajak konsumsi yang dipercepat. Aso juga menyatakan tidak akan terpaku pada usulan reformasi pensiun yang dia ajukan sebelumnya dengan menaikkan tingkat pajak konsumsi menjadi 10 persen untuk pembiayaan pajak yang digunakan bagi pensiun dasar.

Koizumi sendiri pada masa pemerintahannya memberlakukan pemotongan tidak hanya pada belanja pos pekerjaan umum tapi juga pada pengeluaran kesejahteraan sosial.

Slogan Koizumi pada waktu itu “Tidak akan ada perbaikan ekonomi tanpa reformasi struktural yang menyakitkan”. Namun pesan kuat Reformasi yang disampaikan Koizumi, kini telah hilang seluruhnya dari kebijakan utama LDP.

Tidak ada Ruang untuk menunda Reformasi

Jika Aso ingin memimpin partai menjauh dari arah reformasi struktural yang dinyatakan oleh Koizumi, yang juga menyebabkan kepedihan bagi banyak orang, Dia harus melakukan hal tersebut, tapi menunda reformasi dalam rangka mempertahankan ekonomi dapat berakhir pada timbulnya tumpukan masalah yang tidak tersentuh sebagai akibat kendali LDP selama bertahun-tahun.

Krisis keuangan global akhir -akhir ini telah membuat outlook ekonomi Jepang semakin suram. Aso tampak bersungguh-sungguh untuk menggunakan situasi untuk mempromosikan agenda kebijakannya semata-mata untuk perbaikan ekonomi pada pertarungan politik yang akan datang dengan DPJ, yang dipimpin oleh Ozawa Ichiro.

Namun Ekonomi bukanlah satu-satunya hal yang dikhawatirkan para pemilih, populasi yang semakin tua, meningkatkan belanja kemanan sosial. Siapa yang akan menanggung beban dan bagaimana? bisakah LDP benar-benar menyingkirkan anggaran biaya yang tidak perlu yang dibuat bersama-sama para birokrat?

LDP tidak dapat berharap banyak untuk mendapatkan kembali kekuatannya, jika tidak menyampaikan kekhawatiran dan pertanyaan ini kepada para pemilih, tidak perduli berapa kali LDP mengganti pimpinannya.

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: