Ujian untuk Apa? (Editorial The Japan Times 25 September 2008)

Kementrian Pendidikan telah mengumumkan hasil tes mengenai pendidikan yang dilakukan diseluruh Jepang untuk siswa kelas 6 sekolah dasar dan kelas 3 sekolah menengah pertama pada bulan April.

Untuk kali ini, persentase jawaban yang benar, 8 sampai 16 poin lebih rendah dibanding April 2007, dimana untuk pertamakalinya dalam 43 tahun tes serupa dilaksanakan.

Pihak Kementrian Pendidikan mengungkapkan tujuan utama tes ialah untuk mengukur kemampuan akademis masing-masing anak dan untuk membantu guru memperbaiki metode pengajaran bagi para murid.

Namun hasil tes menunjukan para murid hanya sekedar memberikan jawaban benar atau salah sehingga tes tidak memperlihatkan bagaimana mereka memahami jawaban.

Bagaimana mungkin para guru menggunakan tes seperti itu untuk memperbaiki panduan bagi para murid? Para guru mempelajari kelebihan dan kekurangan masing-masing murid melalui aktivitas kelas harian.

Satu hal yang dapat diketahui para guru dari hasil tes yang dilaksanakan secara nasional bahwa nilai tes para murid berbeda baik untuk rata-rata nasional dan ditingkat prefektur serta ditingkat kota.

Jika nilai para murid lebih rendah dari angka rata-rata, maka para orang tua dan pejabat kota akan memberikan tekanan kepada para guru untuk meningkatkan nilai. tapi jika peningkatan nilai pada ujian nasional menjadi tujuan pendidikan maka itu berarti tujuan utama pendidikan telah dibelokkan.

Para guru dan pejabat di bidang pendidikan akan sibuk memikirkan upaya untuk melaksanakan rencana perbaikan nilai tes.

Bahkan panel Partai Demokrat Liberal (LDP) untuk penghapusan penghamburan uang pajak juga meminta dihapuskannya tes pendidikan yang dilakukan secara nasional ini, karena biayanya untuk tahun 2008 sebesar 5.8 milyar yen. Uang ini seharusnya bisa digunakan untuk memperbaiki bidang pendidikan dengan cara yang lebih baik.

Hasil tes menunjukan anak-anak yang berasal dari keluarga dengan pendapatan rendah prestasinya cenderung buruk.

Hal ini menggaris bawahi perlunya tindakan pemerintah untuk memberikan dukungan yang lebih besar bagi anak-anak dari kalangan tidak mampu untuk menjamin mereka dapat bersaing dilevel yang sama dengan temannya yang berasal dari kalangan berada.

Menolong mereka yang beriko tertinggal juga berarti menyokong peningkatan kualitas pendidikan secara umum.

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: