Tugas untuk Kabinet Aso sebelum Pemilihan Umum (Editorial Asahi Shimbun 26 September 2008)

Kabinet baru memulai jam terbangnya dengan Perdana Menteri Aso Taro sebagai pilotnya. Dan bersama dengan Komeito Baru, mitra koalisi juniornya, Partai Demokrat Liberal (LDP) akan membubarkan majelis rendah dan meminta dilaksanakannya pemilihan umum yang dipercepat.

Hal yang patut diperhatikan ialah pengangkatan Nakagawa Shoichi, penganjur utama pembiayaan publik, sebagai Menteri Keuangan serta Menteri Negara yang mengurus pelayanan keuangan. Hal tersebut merupakan sinyal yang jelas tentang kebulatan tekad Perdana Menteri untuk berkonsentrasi pada upaya untuk menstimulasi ekonomi dan menghadapi partai oposisi (Partai Demokrat Jepang) yang dipimpin oleh Ozawa Ichiro.

Obuchi Yuko ditunjuk sebagai Menteri Negara yang bertanggung jawab untuk mengantisipasi turunnya tingkat kelahiran.

Obuchi Yuko yang saat ini berusia 34 tahun, merupakan menteri termuda dalam kabinet Jepang paska perang dunia ke dua.

Bersama dengan tokoh terkemuka lainnya seperti Masuzoe Yoichi yang ditunjuk menjadi Menteri Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan dan Noda Seiko yang ditugaskan sebagai Menteri Negara yang bertanggung jawab untuk masalah konsumen.

Khusus untuk Obuchi, sepertinya pengangkatan dirinya ditujukan untuk menjadi perempuan poster (untuk mendapatkan suara) pada pemilihan umum yang akan datang.

Tokoh lainnya ialah Nakayama Nariaki yang menduduki posisi Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata.

Baik Nakayama dan Nakagawa merupakan anggota kelompok parlemen senior yang mengkritik pernyataan mantan Perdana Menteri Murayama Tomiichi yang secara terus terang mengakui kesalahan kebijakan masa lalu Jepang yang melakukan penjajahan dan agresi.

Berlainan dengan kabinet mantan Perdana Menteri Fukuda Yasuo, pemerintahan baru ini diharapkan menunjukkan pendirian yang keras seperti pada beberapa kabinet di masa lalu.

Termasuk Aso sendiri, barisan menteri pada kabinet ini mempunyai 4 orang anggota yang ayah atau kakeknya mantan Perdana Menteri dan ada juga beberapa orang yang keluarganya menjadi anggota parlemen secara turun temurun.

Namun pengangkatan kabinet ini juga menunjukan bahwa sumber daya manusia LDP saat ini sedang mengalami penurunan.

Perdana Menteri Aso sendiri terlihat positif terhadap rencana pembubaran segera Majelis Rendah.

Sebenarnya, tidak ada jalan lain untuk keluar dari kebekuan politik terkini.

Hal itu merupakan tambahan alasan kenapa masyarakat menginginkan kabinet yang baru menunjukan pada para pemilih, sebelum pembubaran majelis rendah, mengenai apa yang ingin dilakukan. Paling tidak hal itu dapat disampaikan garis besarnya melalui debat di Diet.

Dalam kondisi krisis keuangan, yang berawal di Amerika Serikat, dan terus mengguncang ekonomi dunia, bagaimana Jepang seharusnya mengendalikan ekonominya?

Dengan jumlah tingkat kelahiran yang semakin rendah dan semakin meningkatnya populasi masyarakat lanjut usia, Jepang saat ini dibebani dengan hutang sebesar 800 triliun yen. Bagaimana seharusnya pemerintah melaksanakan rekonstruksi fiskal, desentralisasi dan reformasi sistim birokrasi, yang sudah tidak dapat ditunda-tunda lagi.

Masyarakat Jepang saat ini semakin ragu pada sistem pensiun publik sebagai akibat dari pemalsuan 69.000 data rencana pensiun pegawai. Mengapa Aso dan Masuzoe tiba-tiba menjelaskan pemeriksaan kembali sistem perawatan kesehatan bagi warga yang berusia diatas 75 tahun?

Bagaimana rencana mereka untuk membangun kembali sistim keamanan sosial secara keseluruhan? Masyarakat ingin mengetahui kerangka kerja Pemerintah dan bahan-bahan untuk menilai apakah rencana pembangunan kembali mungkin dilaksanakan.

Mujurnya , Partai Demokrat Jepang (DPJ) juga menyatakan anggaran tambahan diperlukan untuk melaksanakan tindakan menghadapi kenaikan harga minyak mentah dan berbagai masalah ekonomi.

Jika begitu, kenapa tidak mengadakan sidang komisi anggaran di kedua majelis Diet dan dihadiri Perdana Menteri serta seluruh anggota kabinet setidaknya satu minggu sebelum pembubarana majelis rendah?

Beberapa anggota Parlemen dari koalisi yang berkuasa menanggapi acuh tak acuh pada ide ini dan menyatakan hanya oposisi yang akan mendapatkan keuntungan dari debat di Diet.

Hal itu jelas sangat menyedihkan karena mereka menginginkan pembubaran majelis rendah tanpa memberikan penjelasan tentang rencana mereka.

Namun karena pemilihan umum saat ini sudah diufuk mata, kabinet yang baru didesak untuk mempersiapkan idenya dan menyampaikannya kepada publik untuk ditinjau.

Selain itu ada juga permintaan kepada Ozawa Ichiro pemimpin Partai Demokrat Jepang (DPJ).

Sampai saat ini, Ozawa cenderung membiarkan Diet mempertanyakan Sekretaris Jenderal DPJ Hatoyama Yukio. Namun minggu depan, Ozawa secara pribadi harus mengajukan pertanyaan.

Pemilihan umum dijaman sistem dua partai, juga merupakan pertarungan “kepemimpinan partai”. Jika Ozawa sejak awal pertandingan menghindari konfrontasi maka akan sulit baginya untuk mengambil alih pemerintahan.

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: