Reaksi yang lambat Terhadap isu Makanan yang Tercemar (Editorial Japan Times 27 September)

Setelah terjadinya skandal beras yang tercemar dengan pestisida atau jamur toksin dan dijual kembali kepada perusahaan, industri kimia dan sekarang dicurigai telah ditemukan pada produk makanan.

Marudai Food Co. telah menarik kembali lima produknya yang kemungkinan dibuat dengan susu yang tercemar, yang dibeli dari perusahaan China.

Zat Melamin dapat menyebabkan batu ginjal serta penyakit ginjal. hal yang mengkhawatirkan ialah lambatnya tindakan pemerintah dan produsen makanan dalam keamanan pangan.

Pencampuran zat melamin kedalam susu di China mulai terungkap di media massa China mulai 11 September, namun baru tanggal 20 September Marudai mulai menarik produknya dan Kementrian Kesehatan menghimbau pengawasan yang lebih ketat pada produk makanan yang di proses di China.

Anak Perusahaan Marudai di China telah membeli bahan susu yang terkontaminasi dari Yili, perusahaan susu besar di China, melalui Sumitomo Corp.

Di China, lima orang bayi telah meninggal dan lebih dari 54.000 bayi sakit setelah meminum susu yang tercemar melamin.

Ada kecurigaan bahwa petani telah menambahkan bahan kimia untuk membuat kandungan protein susu terlihat lebih tinggi.

Otoritas keamanan makanan China telah menyelidiki 109 produsen pembuat susu bubuk dan mendeteksi zat melamin dalam produk dari 22 perusahaan.

hal ini menegaskan perlunya perusahaan makanan Jepang untuk memperkuat kemampuan mereka untuk melakukan verifikasi mutu bahan baku yang dibeli dari perusahaan China serta produk turunannya.

Pemerintah Jepang juga seharusnya menghimbau China untuk menyingkapkan informasi mengenai skandal susu yang tercemar zat melamin termasuk jalur distribusinya.

Dalam skandal beras yang tercemar, Kementrian Pertanian pada awalnya menentang menyampaikan kepada publik nama-nama perusahaan yang membeli beras yang tercemar. Kini jumlah perusahaan yang ada dalam daftar terus berkembang menjadi 380 di 24 prefektur dan 390 perusahaan di 26 prefektur. Namun beberapa perusahaan menolak pemeriksaan yang dilakukan kementrian.

Kementrian saat ini mempertimbangkan cara-cara untuk menutup distribusi beras yang tercemar dan melakukan pengawasan ditempat tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan memberikan pelabelan yang mengindikasikan tempat asal beras yang dipergunakan dalam produk yang dibuat dengan menggunakan beras tersebut.

Namun yang utama ialah jangan buang waktu lagi untuk melaksanakan langkah-langkah tersebut.

Perihal buletin
Blog Berita Buletin Bisnis Blog ini Berisi Ringkasan info Bisnis dan Ekonomi/ This Blog consist of economic and business news. Bila anda tertarik untuk memberikan kritik atau saran atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan kirim melalui email ke buletinbisnis@yahoo.com/ If you have any critic, suggestion or need further information, please feel free to send the question to buletinbisnis@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: