Dari acara Topping Off Apartemen Keraton, Apartemen yang disain interiornya disesuaikan dengan selera penghuni

Manajemen PT Plaza Indonesia Realty Tbk, Senin 8 September 2008 merayakan acara Topping Off Apartemen Keraton yang merupakan bagian dari proyek Plaza Indonesia Extension.

Rosano Barack Presiden Direktur PT Plaza Indonesia Realty Tbk mengungkapkan meskipun proses pembangunan sempat tertunda karena krisis ekonomi pada 1998 dan baru dimulai lagi pada 2006, diharapkan pada Bulan Mei 2009, Apartemen Keraton sudah rampung.

Sementara, dalam kesempatan konferensi pers acara Topping off pada Selasa 9 September 2008, Mia Egron Director of Marketing PT Plaza Indonesia Realty Tbk menjelaskan Apartemen 47 lantai ini berisi 68 unit penthouse dan 20 serviced apartments, khusus apartemen nantinya akan di kelola oleh Hotel Grand Hyatt Jakarta, dengan rata-rata ukuran ruangan per unit antara 400-500 meter persegi.

Untuk unit Penthouse, dengan harga jual USD 4.000 per meter persegi, Plaza Indonesia Realty hanya menyediakan ruangan kosong, sehingga pembeli dapat mendesain interior sesuai dengan seleranya.

Lebih lanjut Mia menjelaskan permintaan untuk unit penthouse cukup tinggi dan sampai awal September 2008 telah terjual sebanyak 43 unit.

Menurut Mia, target pembeli apartemen keraton adalah orang Indonesia karena ditujukan sebagai hunian yang disesuaikan dengan selera individu pemilik.

Sahid Sudirman Residence dapat dihuni mulai Januari 2009

Sahid Sudirman Residence dapat dihuni mulai Januari 2009

Sahid Sudirman residence, apartemen yang dikembangkan oleh Pikko group dan hotel sahid, dapat mulai dihuni Januari tahun 2009.

Hendro Setiawan, Chairman Pikko group mengungkapkan dalam acara topping off pada sabtu 24 Mei, sampai pertengahan Mei 2008, pembangunan apartemen 39 lantai dan berjumlah 675 unit ini telah memasuki tahap  pengerjaan proses akhir dan interior.

Sedangkan dari segi penjualan sampai pertengahan bulan mei, apartemen yang dibangun diatas lahan seluas 6.700 meter persegi ini telah terjual sebanyak 70%.

Menurut Hendro, Sahid sudirman residence menargetkan segmen menengah atas dan menawarkan 22 tipe unit apartemen mulai dari ukuran 40 m2 sampai 117 m2 dengan harga jual mulai dari Rp 900 juta sampai Rp 2 miliar.

Kelebihan yang ditawarkan sahid sudirman residence antara lain menyediakan 15 exclusive private sky garden untuk menunjang konsep cosmopolitan living meets nature.

Dari segi lokasi, apartemen ini berada di jalan Sudirman, sehingga bebas three in one, selain itu akses menuju apartemen juga bisa melalui beberapa jalan antara lain jalan KH Mas Mansyur dan jalan Karet Pasar Baru Timur.

Untuk fasilitas yang terdapat di sahid sudirman antara lain kolam renang, perpustakaan, child care, function room, concierge service dan karena satu manajemen dengan hotel sahid maka fasilitas room service, house keeping dan laundry juga dapat digunakan penghuni sahid sudirman residence.

Untuk lahan parkir, Sahid sudirman menyediakan lima lantai basement yang dapat menampung sekitar 700 unit mobil dan juga para penghuni juga dapat menggunakan lahan parkir Hotel Sahid.

Selain itu, sahid sudirman sangat dekat lokasinya dengan tiga hotel bintang lima yakni Hotel Sahid Jaya, Hotel Le Meridien dan Hotel Intercontinental, sehingga para penghuni juga bisa memanfaatkan fasilitas yang ada di ketiga hotel tersebut.

Foreigner Property Right of Use for 70 Years

Foreigner Property Right of Use for 70 Years

National Land Agency (BPN) and State Ministry for People’s Housing had agree to give property right of use for foreigner altogether for 70 year with some following requirements.

The agreement is an effort to increase economic side of property industry, so its possible to get foreign currency and capital to Indonesia.

M Yusuf Asy’ari, State Minister for People’s Housing (04/16) said his ministry had agree with head of BPN to made revision on government regulation revision on Land Rights, Foreign Ownership and Law on Basic Agraria Provision, to allow for foreigner to get right of use for 70 years altogether, on previous regulation, foreigner could get the rights of use in 3 phase.

But there are two conditions that followed. first, the developer must be an Indonesian company and the developer have an obligation to develop Low Cost Ownerswhip Flat (Rusunami).

The revision also include the stipulation that the foreigner could buy property on the fourth level and up, for the level below its for Indonesian citizen.

This revision not include landed house.

Holcim to Invest IDR 4,6 Trillion in Indonesia by 2009

Holcim to Invest IDR 4,6 Trillion in Indonesia by 2009

PT Holcim Indonesia Tbk, a subsidiary of Switzerland-based cement company, plans to invest IDR 4,6 trillion (USD 500 million ) to develop cement Plant in Tuban, East Java by 2009, with annual production capacity 1,5 million ton.

Timothy D Mackay, President Director PT Holcim Indonesia (04/10) said with new cement plant, Holcim annual production capacity in Indonesia would be 9,4 million ton increase from present capacity that 7,9 million ton.

Timothy further said that the plant development aimed to anticipate increasing cement demand in next two-three year.

Based on data released by Indonesia Cement Association (ASI), growth forecast for Indonesian domestic consumption in 2008 around 6%, as an impact of increasing property and housing projects.

Indonesia cement consumption rose by 6,6% from 32,056 million ton in 2006 to 34,17 million ton in 2007.

Infrastruktur Transportasi Indonesia Peringkat 91

Infrastruktur Transportasi Indonesia Peringkat 91

Infrastruktur sektor transportasi di Indonesia menempati peringkat 91 dari 131 negara yang disurvey oleh World Economic Forum (WEF).

Deputi Menko Perekonomian Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Bambang Susantono, Selasa (26/2) mengatakan survey Infrastruktur Transportasi merupakan bagian dari pemeringkatan daya saing WEF yang dilakukan terhadap 131 negara.

Menurut Bambang, dari segi daya saing, Indonesia menempati peringkat 54 dan untuk infrastruktur transportasi Indonesia menempati urutan 91.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, Indonesia masih terkendala minimnya infrastruktur transportasi karena terbatasnya anggaran.

Untuk tahun anggaran 2008, pemerintah menganggarkan dana penanganan jalan sebesar Rp 18,411 triliun. Namun, sekitar 55 persen dari anggaran digunakan untuk pemeliharaan. Sementara untuk perluasan jalan hanya 31,4 persen. 

Alokasi dana untuk pemeliharaan mencapai Rp 10,19 triliun (55%) yang terdiri dari Rp 2,984 triliun untuk pemeliharaan jalan (33.784 km) dan jembatan (27.456 m), serta Rp 7,205 triliun untuk peningkatan struktur jalan (6.718 km).
 
Sementara untuk perluasan jalan dialokasikan dana sebesar Rp 5,772 triliun (31,4%) yang terdiri dari pergantian dan perbaikan jembatan (1.800 km) sebesar Rp 1,591 triliun, pelebaran jalan minor (Rp 615,5 km) sebesar Rp 1,53 triliun.
 
Selain itu, ada peningkatan kapasitas (660 km) dan pembangunan jalan baru (66,3 km) sebesar Rp 835 miliar.

Pembangunan jembatan baru (1.384 m) sebesar Rp 1,291 triliun, dan pembangunan fly over (3.896 km) sebesar Rp 522 miliar.

Saat ini,  kendala utama yang sering dihadapi pemerintah untuk menambah kapasitas ruas jalan yakni masalah tata ruang dan pembebasan lahan.

Pemprov Jakarta akan Bangun Tol Khusus Bandara

Pemprov Jakarta akan Bangun Tol Khusus Bandara

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun jalan tol khusus ke Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Sabtu (02/02) menyatakan rencana pembangunan merupakan langkah antisipasi banjir dan kemacetan yang selama ini selalu terjadi di Jalan Tol Bandara setelah diguyur hujan lebat.

Rencananya, tol khusus bandara akan dibangun di atas jalan tol lama. selain itu Pemprov DKI juga akan membuat sodetan paralel di sisi jalan tol untuk mengurangi banjir.

Tol Semarang-Solo Mulai April 2008

Tol Semarang-Solo Mulai April 2008

Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah, Danang Atmojo, Kamis (17/01) menyatakan pelaksanaan proyek jalan tol Semarang-Solo dijadwalkan pembangunan konstruksinya akan mulai bulan April 2008.

Menurut Danang, jalan tol Semarang-Solo akan dibangun dalam dua tahap, untuk tahap pertama akan direalisasikan ruaS Semarang-Bawen dan selanjutnya ruas Bawen-Solo, yang ditargetkan akan selesai pada 2012.

Keterlambatan pembangunan jalan tol Semarang-Solo disebabkan masalah pembebasan lahan yang belum selesai, masyarakat yang lahannya terkena proyek pembangunan jalan tol di Tirtoagung dan Klentengsari, Kelurahan Pedalangan, Kota Semarang menolak karena daerah mereka sesuai Perda tentang Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) tidak termasuk rute tol Semarang-Solo.

Lebih lanjut Danang menjelaskan, untuk mengantisipasi terjadinya keterlambatan pembangunan, maka pelaksanaan proyek jalan tol akan dilaksanakan secara parsial, maksudnya begitu sudah ada tanah yang dibebaskan langsung dilakukan pembangunan.

Untuk pembebasan tanah, PT Trans Marga Jawa Tengah (TMJT) perusahaan patungan antara PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) dan PT Jasa Marga selaku pelaksana proyek jalan tol Semarang-Solo telah menyiapkan dana sekitar Rp300 miliar dari total kebutuhan yang diperkirakan senilai Rp800 miliar.