Telkomsel Target 100% Growth for Mobile Wallet Service

Telkomsel Target 100% Growth for Mobile Wallet Service

Telkomsel had projection to double its T-Cash user, a Telkomsel mobile wallet service and also to prepare the first cellular remittance (money tranfer ) service system in Indonesia.

Bambang Supriyogo Vice President Mobile Commerce PT Telkomsel (07/22) said Telkomsel plan to increase its T-Cash user, until June 2008, there are 10.000 number use the service.

T-Cash is a service that let Telkomsel’s customers to use their cellphone as a tool to do some stuff such as purchasing goods or services, payment, and a like.

The benefit is obvious, customers will not necessarily bring their money when they want to make such transaction.

Further, Bambang said Telkomsel will increase mobile wallet service promo in the second semester of 2008, especially to the Telkomsel user and merchant.

Telkomsel also had prepare to modify its system for the implementation of remittance service that will be launch in the end of 2008.

Telkomsel will adopt the same system that applied in Philippine by Globe Telecom which offer G-Cash mobile wallet service.

Kiskenda Suriahardja Telkomsel President Director said Telkomsel hope remittance licence will be issue soon by Central Bank.

And the service will not only for local but also in national and global scale.

Further, Kiskenda said the benefit for this service are will reduce capital flight and support the money mobilization for micro payment.

For the merchant , Telkomsel had partnership with Indomaret, a chain store with 2.703 outlet in Jakarta, West Java, East Java, Central Java, North Sumatra and Lampung and Fuji Image Plaza, photographic products retail with 400 outlet in Riau, West Sumatra, South Sumatra, Bali, West Kalimantan, East Kalimantan, South Kalimantan, North Sulawesi and South Sulawesi.

Iklan

Bapepam Batasi Penawaran Tender Saham Indosat sebesar 8,2%

Bapepam Batasi Penawaran Tender Saham Indosat sebesar 8,2%

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menetapkan bahwa Qatar Telecom (Qtel) bisa melakukan penawaran tender saham Indosat tapi dibatasi hanya sebesar 8,2%.

Noor Rachman Kepala Biro Penilaian Keuangan Sektor Jasa Bapepam-LK (07/18) mengungkapkan Bapepam sudah mengirimkan surat kepada Qtel yang isinya berupa tanggapan atas rencana Qtel yang hendak melakukan penawaran tender saham Indosat.

Bapepam membatasi penawaran tender saham Indosat hanya 8,2% dengan merujuk pada Peraturan Pemerintah No 111 dan 112 tahun 2007 tentang daftar negatif investasi yang isinya membatasi kepemilikan saham modal asing di perusahaan telekomunikasi jaringan tetap maksimal 49%.

Pada 1 Juli 2008, Qtel telah menyerahkan pernyataan penawaran tender (Tender Offer) atas seluruh saham PT Indosat Tbk seri B yang masih tersisa (selain dari saham yang dipegang oleh pemilik saham kendali), termasuk saham saham yang dipegang oleh American Depositary Shares (ADS) dengan harga Rp 7.388 per saham atau sama dengan harga pembelian STT, kepada Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) untuk dikaji.

Selain itu, Bapepam juga meminta kepada broker tender offer untuk memberikan pernyataan tambahan.

Marciano Herman Vice President Investment Danareksa Sekuritas, perusahaan yang ditunjuk Qtel sebagai broker pelaksana tender offer Indosat, mengungkapkan pihaknya telah menerima surat tanggapan Bapepam-LK dan didalamnya Danareksa diminta untuk memberikan pernyataan kecukupan dana untuk membiayai tender offer.

Terkait dengan rencana penawaran tender saham Indosat, selain telah menunjuk Danareksa Sekuritas, Qtel juga telah menunjuk PT Credit Suisse Securities Indonesia sebagai penasehat keuangan dan Bahar & Partners sebagai konsultan hukum.

Qtel Jalin Kemitraan Strategis dengan Rachmat Gobel

Qtel Jalin Kemitraan Strategis dengan Rachmat Gobel

Qatar Telecom (Qtel) menjalin kerjasama dengan Rachmat Gobel untuk mengembangkan investasi di Indosat.

Sheikh Abdullah Al Thani Chairman Qtel Group(07/15) menjelaskan Qtel senang melakukan kemitraan strategis dengan Rachmat Gobel yang merupakan pengusaha penting di Indonesia dan mengharapkan bimbingannya dalam berbagai isu yang terkait dengan investasi kami di Indosat dan di masa depan.

Selain itu, Dr Nasser Marafih, CEO Qtel Group menyatakan kami mengharapkan untuk bekerja erat dengan Rachmat Gobel untuk secara bersama-sama menghadapi sejumlah tantangan yang ada dengan lebih efektif. Tapi keinginan kami yang utama ialah menjamin Indosat terus berkembang untuk melayani pasar komunikasi di Indonesia.

Dalam transaksi yang bukan material ini, rencananya Rachmat Gobel akan memberikan dukungan dan petunjuk bagi Qtel terkait investasi 40.8% saham Qtel di Indosat.

Beberapa alasan yang mendasari Qtel menjalin kerjasama dengan Rachmat Gobel antara lain karena sebelumnya Rachmat telah melakukan kerjasama jangka panjang dengan Grup Matsushita, salah satu raksasa elektronik dari Jepang.

Selain itu, alasan lain Qtel yakni posisi strategis Rachmat sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia dan Komite Olimpiade Indonesia.

Sementara Rachmat Gobel sendiri menyatakan pihaknya masih akan melakukan pembicaraan serius dengan Qtel terkait opsi kemitraan strategis yang akan dilaksanakan.

Menurut Rachmat, bila kemitraannya dengan Qtel bisa berjalan lancar, maka citra Investasi Indonesia di kalangan pengusaha Timur Tengah akan semakin positif dan membuka peluang bagi mereka untuk masuk ke Indonesia dengan bermitra dengan perusahaan lokal, karena selama ini investasi dari kawasan Timur Tengah banyak yang masuk ke Malaysia.

Untuk kerjasama Strategis dengan Qtel, Rachmat Gobel melakukannya melalui Jasmine International, yang merupakan salah satu perusahaan milik Rachmat dengan bisnis utama dalam bidang konsultasi manajemen dan pengembangan telekomunikasi di Thailand.

Sementara di kalangan pengamat pasar saham, ada komentar yang menyatakan rencana kemitraan strategis Qtel dengan Gobel merupakan strategi Qtel untuk memaksimalkan kepemilikan sahamnya di Indosat menjadi 51%.

Nantinya Rachmat Gobel diperkirakan akan masuk ke Indosat melalui kepemilikan saham di luar 40,81% saham Qtel, dan selanjutnya Qtelbisa memiliki saham hingga lebih dari 50%.

Bapepam-Lk: Qtel Bisa Tender Offer Indosat Terbatas

Bapepam-LK : Qtel Bisa Tender Offer Indosat Terbatas

Bapepam LK memperbolehkan Qatar Telecom (Qtel) membeli saham publik Indosat secara terbatas.

Ketua Bapepam-LK Fuad Ahmad Rahmany (06/30) mengungkapkan sesuai dengan peraturan mengenai Daftar Negatif Investasi (DNI) yang mengizinkan perusahaan asing membeli maksimal 49% saham di perusahaan telekomunikasi tetap dan 65% di perusahaan seluler.

Fuad juga memberi penekanan bahwa dalam pelaksanaannya tender offer tidak boleh bertentangan dengan aturan lainnya.

Terkait rencana tender offer, sebelumnya Qtel telah merencanakan untuk membeli saham dari publik sebesar 44,9% atau 2.44 miliar lembar saham dan telah menyiapkan dana sebesar Rp 18 triliun.

Selain itu, Qtel juga menyatakan tidak akan membeli 14,3% saham Indosat milik pemerintah Indonesia.

Dan berkaitan dengan diterbitkannya aturan tender offer baru yang berisi kewajiban penawaran tender bagi perusahaan terbuka yang diambil alih, hanya dikenakan kepada pengendali baru perusahaan terbuka yang memiliki saham lebih besar dari 50% dari keseluruhan saham yang disetor penuh atau pengendali baru mempunyai kemampuan untuk menentukan baik langsung maupun tidak pengelolaan dan kebijakan perusahaan.

Jika setelah tender offer, pengendali baru memiliki saham lebih dari 80%, maka pengendali baru wajib mengalihkan sahamnya ke pasar sebesar 20% dalam jangka paling lama 2 tahun sejak penawaran tender selesai dilaksanakan.

CDG : Pengguna CDMA di Indonesia terbesar di Asia Tenggara

CDG : Pengguna CDMA di Indonesia terbesar di Asia Tenggara

The CDMA Development Group (CDG) mengumumkan bahwa untuk kuartal 1 2008, jumlah pengguna CDMA di Indonesia sebanyak 16.3 juta dan menjadikan Indonesia sebagai negara dengan pengguna CDMA terbesar di Asia Tenggara.

James Person Chief Operating Officer CDG (06/24) mengungkapkan tingginya pertumbuhan pengguna CDMA di Indonesia di picu oleh ultra low cost handset dan layanan broadband yang ditawarkan para operator.

Berdasarkan data CDG, Vietnam berada di urutan kedua dan tempat ketiga Thailand.

Operator CDMA di Indonesia antara lain Telkom Flexi (Telkom), StarOne (Indosat), Smart Telecom (Smart), Fren (Mobile-8 Telecom), Esia (Bakrie Telecom) dan Ceria (Sampoerna Telekomunikasi Indonesia).

Eddy Sarwono Vice President Product Management PT Telkom mengungkapkan jumlah pengguna Telkom Flexi sampai Mei 2008 sebanyak 7 juta.

Sedangkan, Nadia Diposandjojo Vice President Corporate Communication PT Bakrie Telecom mengungkapkan untuk kuartal 1 2008 jumlah pengguna Esia telah mencapai 4.5 juta dan ditargetkan untuk tahun 2008 sebanyak 7 juta.

James Person lebih lanjut menjelaskan untuk meningkatkan penetrasi CDMA di Indonesia, operator dianjurkan untuk memberikan apa yang diinginkan pelanggan dan lebih meningkatkan layanan broadband karena trendnya akan bergeser dari sekedar komunikasi suara dan sms bergeser ke penggunaan layanan data seperti email, internet browsing, menonton TV dan pengiriman foto.

KPPU : Enam Operator Melanggar Ketentuan Penetapan Harga SMS

KPPU : Enam Operator Melanggar Ketentuan Penetapan Harga SMS

Majelis Komisi KPPU memutuskan bersalah enam perusahaan operator yakni PT Excelcomindo Pratama (XL), PT Telkomsel, PT Telkom, PT Bakrie Telecom, PT Mobile-8 Telecom dan PT Smart Telecom karena telah melakukan pelanggaran dalam penetapan harga sms offnet (antar operator) sejak 2004 sampai 31 Maret 2008 dan mengakibatkan konsumen mengalami kerugian nominal sebesar Rp 2,8 triliun.

Didie Martadisastra Ketua Majelis Komisi KPPU mengungkapkan keenam perusahaan operator terbukti melanggar pasal 5 UU no 5/1999 tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yakni dengan membentuk kartel layanan sms melalui perjanjian kerjasama interkoneksi.

Oleh karena itu, keenam operator dikenakan denda. Telkomsel sebesar Rp 25 miliar, XL sebesar Rp 25 miliar, Telkom Rp 18 miliar, Bakrie Telecom Rp 4 miliar dan Mobile-8 Rp 5 miliar.

Sedangkan Smart tidak terkena denda karena baru bergabung dalam perjanjian kerjasama pada 3 September 2007, sehingga dipandang mengakibatkan kerugian konsumen paling rendah.

Perbedaan nilai denda merujuk pada inisiatif pembuatan kerjasama (pks) untuk penetapan tarif serta sikap kooperatif selama proses pemeriksaan.

Telkomsel merupakan pencetus awal pks dan tidak kooperatif selama pemeriksaan, XL selain pencetus juga aktif mendisiplinkan operator yang berpartisipasi dalam pks dan Telkom.

Sedangkan Mobile-8 dan Bakrie Telecom dianggap sebagai pihak yang terpaksa mengikuti aturan dari operator utama.

Denda harus disetor ke kas negara sebagai setoran pendapatan denda pelanggaran di bidang persaingan usaha.

Menurut Didie, Majelis menemukan bahwa didalam perjanjian kerjasama (pks) interkoneksi antar operator
terdapat klausula yang menetapkan tarif sms berkisar antara Rp 250 hingga Rp 350 per sms, padahal tarif wajar sms hanya sebesar Rp 114 per sms.

Dan akibat dari pemberlakuan perjanjian kerjasama interkoneksi, konsumen pengguna sms mengalami kerugian secara nominal sebesar Rp 2,8 triliun, jumlah ini dihitung berdasarkan selisih penerimaan harga kartel sms dengan penerimaan tarif kompetitif sms lintas operator.

Tarif kompetitif mengacu pada tarif interkoneksi layanan sms originasi Rp 38 dan terminasi Rp 38 yang ditambah biaya retail services activities cost (rsac) sebesar 40% dari biaya interkoneksi dan margin keuntungan sebesar 10%.

Berdasarkan penghitungan KPPU, kerugian yang dialami konsumen selama 4 tahun berlakunya pks interkoneksi sms, Telkomsel telah mengakibatkan kerugian bagi konsumen sebesar Rp 2,1 triliun, XL sebesar Rp 346
milyar, Telkom sebesar Rp 173,3 miliar, Bakrie Telecom sebesar Rp 62,9 miliar, Mobile-8 sebesar Rp 52,3 miliar dan Smart Rp 100 juta.

Bapepam: Qtel Harus Lakukan Penawaran Tender Indosat

Bapepam: Qtel Harus Lakukan Penawaran Tender Indosat

Qatar Telecom (Qtel) diharuskan untuk menggelar penawaran tender (tender offer) secara terbatas setelah menyelesaikan proses akuisisi 40,8% saham PT Indosat dari Asia Mobile Holdings pada akhir Juni 2008.

Ketua Bapepam-LK Ahmad Fuad Rahmany menjelaskan berdasarkan Peraturan Presiden no 111/2007 yang menjelaskan tentang batasan maksimal porsi asing, Qtel  dibatasi melaksanakan penawaran tender maksimal 8,2% sampai 24,2% agar sesuai dengan batasan maksimal 49%-65%.

Menurut Fuad, aturan tender offer dilaksanakan untuk memberikan keadilan bagi pemegang saham publik yang ingin menjual sahamnya dngan harga premium yang diperoleh STT, namun tidak ada kewajiban dari pemegang saham publik untuk menerima tawaran tender offer dari Qtel.